Fabio Quartararo Buka Suara soal Rumor Honda: Belum Ada Kontrak
03 Februari 2026, 16:00 WIB
Sejumlah pembalap mengkritik keputusan Dorna melanjutkan Moto3 setelah kecelakaan fatal di Sirkuit Sepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tepat sebelum MotoGP Malaysia 2025 dilangsungkan, dua rider Moto3 yakni Noah Dettwiller dan juara dunia Moto3 2025, Jose Antonio Rueda alami kecelakaan.
Meskipun begitu balapan tetap dilanjutkan. Imbas hal tersebut, Dorna Sports menuai kecaman dari rider Ducati, Francesco Bagnaia.
Menurutnya keputusan tetap memulai balapan dengan kondisi dua rider terlibat terlibat kecelakaan fatal bukanlah hal yang baik bagi seluruh pembalap.
“Apalagi melihat sejumlah pembalap Moto3 harus memulai sprint race 10 putaran setelah melihat kecelakaan seperti itu. Bukan situasi terbaik bagi saya,” kata Bagnaia dikutip dari Crash, Selasa (28/10).
Namun Bagnaia bukan satu-satunya pembalap mengecam keputusan tersebut.
Marco Bezzecchi juga mengungkapkan rasa kecewa. Menurut dia informasi diberikan terkait kondisi kedua pembalap Moto3 itu sangatlah minim.
“Sangat sulit naik ke atas motor setelah melihat apa yang terjadi di Moto3. Tidak adil bahwa kami balapan tanpa informasi jelas (tentang kecelakaan di Moto3),” kata Bezzecchi dalam kesempatan sama.
Per awal 2023, sesi warm up atau pemanasan di akhir pekan sebelum balapan buat Moto2 dan Moto3 ditiadakan untuk mengakomodir adanya MotoGP Riders’ Parade.
Dorna bermaksud untuk menggaet lebih banyak audiens melalui kegiatan tersebut. Namun juga menuai protes dari banyak pihak.
Sesi warm up buat seluruh pembalap perlu untuk memberikan kesempatan pada rider melakukan pengecekan terakhir pada motor sebelum balapan dimulai.
Pada sesi warm up pembalap bisa menggeber motornya di trek dalam durasi 10 menit tanpa batasan lap.
Sedangkan sighting lap hanya dilangsungkan satu putaran sehingga waktunya cukup terbatas.
“Dettwiler mungkin mengalami masalah teknis (pada motor), sementara Rueda agak tidak fokus karena mengecek dasbornya, memastikan kondisi motornya baik,” tulis laporan Motorsport Magazine.
Oleh karena itu sesi warm up sebaiknya kembali diterapkan di seluruh kelas termasuk Moto3.
Ditambah lagi adanya format sprint race, menambah beban serta risiko kecelakaan bagi para pembalap.
Padahal seluruh rider telah melalui beberapa sesi yang cukup berat sebelum balapan utama di akhir pekan termasuk kualifikasi.
Cara lain untuk membantu mengantisipasi kecelakaan adalah sighting lap dengan kecepatan dibatasi dan didukung safety car.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 16:00 WIB
28 Januari 2026, 19:00 WIB
23 Januari 2026, 09:00 WIB
22 Januari 2026, 17:27 WIB
20 Januari 2026, 17:41 WIB
Terkini
13 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak digelar kembali untuk atasi kepadatan sehingga pengunjung disarankan siapkan jalur alternatif
13 Februari 2026, 13:04 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dikatakan mulai diproduksi secara penuh sejak Januari 2026, sehingga pengiriman dimulai
13 Februari 2026, 12:00 WIB
Kemenperin mengaku akan tetap memberikan insentif fiskal demi menggairahkan pasar mobil LCGC pada tahun ini
13 Februari 2026, 11:00 WIB
Geely EX5 didiskon Rp 26 juta selama IIMS 2026 untuk menarik minat pengunjung yang hendak mencari mobil listrik
13 Februari 2026, 09:00 WIB
SMK dan Studds Helmets Indonesia meluncurkan produk terbarunya yang inovatif dan nyaman dipakai harian
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Honda berusaha untuk membangun kepercayaan para konsumen di Tanah Air terhadap lini motor listrik mereka
13 Februari 2026, 07:00 WIB
Skema DP rendah LCGC di IIMS 2026 bisa jaring SPK yang punya peluang batal atau tak sampai ke pengiriman unit
13 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dengan pengawasan kepolisian