Michelin Buka Suara Usai Pelek Marc Marquez Pecah di Thailand
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez menggila di MotoGP Austin 2022 karena sempat tercecer namun berhasil bangkit dan finish keenam
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Marc Marquez menggila di MotoGP Austin 2022 meskipun sempat mengalami masalah misterius saat start. Sempat melorot hingga posisi paling belakang, namun pebalap tim Repsol Honda tersebut berhasil bangkit dan finish di posisi keenam.
Sebagai pebalap yang memiliki rapor paling mentereng di COTA (Circuit of the America), Marquez digadang-gadang akan memenangkan balapan. Ia diyakini bisa menyingkirkan para rider Ducati yang berada di depannya.
Namun apa yang terjadi saat start berubah drastis, karena motor Honda RC213V miliknya tidak berfungsi baik. Walhasil Ia langsung tertinggal oleh pebalap lain di belakangnya.
Berbekal memori manis di sirkuit COTA, Marquez melibas para pebalap di depannya dengan mudah. Hanya butuh beberapa lap saja Ia sudah berada di urutan 10 besar.
Hal ini berkat pengembangan motor yang brilian dari tim Honda. Bahkan dikatakan pengembangan motor hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Marquez seorang.
“Mulai sekarang, hanya Marc yang akan didengarkan dalam pengembangan motor. Itu jelas terlihat,” kata Stefan Bradl seperti dikutip Speedweek.
Meskipun tampil oke di MotoGP Austin 2022, namun pihak Honda masih melakukan penyelidikan. Khususnya pada insiden yang menyebabkan Marquez terlempar hingga posisi buncit.
“Kami mengalami masalah teknis pada saat start. Honda menginvestigasi apa yang terjadi karena semenjak start motornya menggila,” ucap Marquez.
Ia mengatakan bahwa terdapat alarm menyala pada bagian dashboard motor. Hal tersebut mulai tampak setelah Ia mengaktifkan fitur launch control.
“Saya takut motor mengalami masalah yang lebih serius, karena tidak bisa berakselerasi dengan sempurna. Saya seperti berjalan dengan pembatasan kecepatan namun setelah tikungan pertama mulai membaik,” jelas Marquez.
Ia menyebut bahwa motornya mulai membaik setelah tikungan pertama, namun tidak dalam kondisi sempurna. Dikatakan kemudian Ia balapan dengan kondisi alarm menyala di motornya.
“Setelah tikungan pertama balapan baru dimulai bagi saya, seperti balapan sprint. Saya tahu bahwa membalap 20 putaran dengan 100 persen risiko,” tuturnya.
Ketika balapan menyisakan enam putaran lagi, fisik Marquez mulai kewalahan sehingga tidak bisa lagi merangsek ke depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 09:00 WIB
02 Maret 2026, 08:03 WIB
01 Maret 2026, 15:59 WIB
28 Februari 2026, 15:54 WIB
26 Februari 2026, 10:39 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit