Livery Baru Pertamina Enduro VR46 di MotoGP 2026, Makin Maskulin
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez angkat bicara setelah alami kecelakaan pertamanya bersama Ducati saat tes resmi di Malaysia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Buat pertama kalinya Marc Marquez alami kecelakaan bersama Ducati saat melakukan tes MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 6 Februari 2024.
Meski begitu insiden tersebut diklaim sebagai kecelakaan minor. Tidak lama setelah kejadian Marquez sudah bisa kembali menggunakan motornya dan kembali ikuti tes.
Namun memang ia mengalami beberapa kendala selama pengujian di Selasa. Pada Turn 4 ia sempat berhenti meski pihak Gresini sebut tidak ada masalah berarti.
Bahkan Gigi Dall’Igna selaku bos Ducati sampai ikut turun menghampiri Marquez untuk memantau masalah yang dialaminya beberapa kali sepanjang tes berlangsung.
Saat ini Marquez mengaku masih harus terus beradaptasi dengan motor yang digunakannya, mulai dari foot rest sampai handlebars.
Karena motor digunakan saat ini masih merupakan set-up standar dari Ducati. Sehingga masih perlu penyesuaian dengan motor dan teknisi.
Kemudian di Turn 15 Marquez sempat terjatuh. Hanya saja pasca tes selesai ia menepis berita tersebut dan mengatakan hal itu bukan kecelakaan berarti.
“Ada sebuah isu teknis, saya berada di gravel. Tapi tetap itu bukan kecelakaan,” ungkap Marc Marquez seperti dikutip Crash.net, Rabu (7/2).
Ia kemudian menceritakan insiden yang dialaminya itu kemudian jadi pembelajaran sendiri untuk dia.
“Akan datang masanya (kecelakaan), tapi bukan hari ini,” tegas Marquez.
Menurut Marquez, pihak Ducati selalu memberikan pelayanan terbaik buat seluruh motor dan pembalap. Sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Bisa dibilang pengujian di Sirkuit Sepang bukan hari yang baik buat Marquez. Ia kerap mengalami masalah teknis.
Akibat beberapa kendala serta kecelakaan minor itu di akhir Marquez menempati posisi kesembilan, 0.670 detik lebih lambat dari Jorge Martin.
“Yang terpenting ini adalah hari pertama pengetesan dan tim kami bekerja sangat baik untuk menyelesaikan masalah dengan sangat profesional,” ungkap Marquez.
Selain faktor motor Marquez mengaku Sirkuit Sepang memang jadi tantangan tersendiri buat dia.
“Saya sudah terbiasa balapan pakai Honda, menggunakan Ducati secara maksimal di sirkuit ini terasa sangat beda,” ucap Marquez.
Sebelumnya rival Valentino Rossi itu sempat melontarkan prediksi kecelakaan pertama bersama Ducati di MotoGP 2024.
Rider 30 tahun tersebut mengungkapkan ada dua sirkuit yang bakal menjadi batu sandungan. Sehingga dia bisa mengalami kecelakaan di sana.
“Awalnya saya akan mencoba melaju perlahan, namun saya yakin bakal mengalami kecelakaan pertama di Malaysia (Sepang) atau Qatar (Losail),” kata Marquez beberapa waktu lalu.
Sekadar informasi para pembalap MotoGP tengah mejalani sesi test resmi di Sirkuit Sepang Malaysia pada 6-8 Februari 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 07:00 WIB
13 Januari 2026, 15:37 WIB
12 Januari 2026, 18:00 WIB
08 Januari 2026, 17:00 WIB
06 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Avanza jadi mobil terlaris di 2025 namun BYD mulai merangsek naik dengan memasukkan dua model ke 20 besar
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Sepanjang periode tahun lalu pasar motor baru menunjukan kinerja cukup positif, termasuk dirasakan oleh Yamaha
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Libur akhir pekan datang lebih awal namun pemerintah tetap menggelar ganjil genap Jakarta secara ketat