Ketahui Hal Ini Sebelum Beli Helm Arai Bekas, Jangan Tertipu
20 Agustus 2025, 10:00 WIB
Helm pembalap MotoGP dikembangkan seara khusus untuk bisa melindungi kepala ketika terjadi kecelakaan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Helm pembalap MotoGP memiliki banderol sangat mahal. Hal ini dikarenakan fungsinya sangat vital dan salah satunya adalah melindungi kepala rider.
MotoGP sendiri dikenal sebagai ajang balap motor paling kencang di dunia. Menggunakan kuda besi prototipe, motor yang berlaga di MotoGP mampu menembus kecepatan hingga lebih dari 300 km/jam.
Oleh karena itu dibutuhkan perlindungan maksimal untuk para pembalap. Tidak sedikit insiden kecelakaan fatal juga mengerikan terjadi di kejuaraan balap motor tersebut.
Namun berkat perlindungan maksimal dari berbagai perlengkapan dan salah satunya helm. Para pembalap merasa aman menjalani profesinya tersebut.
Kecelakaan fatal belum lama terjadi adalah ketika Marc Marquez kehilangan traksi ban belakang motornya di Aragon, Spanyol. Kejadian tersebut membuat Fabio Quartararo dan berada di belakangnya menabrak motor Marquez.
Quartararo terjatuh dan sempat berguling-guling di aspal sirkuit Aragon. Visor helm yang Ia gunakan sampai copot namun sang pembalap tidak mengalami luka serius pada kepalanya.
Lalu kecelakaan yang lebih mengerikan adalah ketika Takaaki Nakagami dengan kencang menabrak Francesco Bagnaia. Meskipun terhantam cukup keras, namun sang pembalap tidak mengalami luka serius pada kepalanya.
“Pagi ini saya melihat helm dan ini benar-benar buruk. Saya sangat, sangat beruntung masih hidup karena mereka (helm Arai) menyelamatkan hidup saya,” ujar Taka usai kecelakaan kala itu.
Helm untuk para pembalap MotoGP dirancang secara khusus untuk menahan benturan keras. Inti polystyrene EPS, polystyrene sinter dari helm memiliki fungsi sebagai bantalan.
Hal tersebut diklaim mampu menjamin penyerapan energi benturan yang sempurna. Pada akhirnya kepala para pembalap akan terlindungi secara maksimal.
Seluruh pembalap MotoGP menggunakan helm full face terbuat dari bahan serat karbon. Material tersebut diyakini memiliki kemampuan terbaik dalam memberikan perlindungan juga ringan bobotnya.
Selain itu, setiap helm disesuaikan dengan kebutuhan para pembalap. Hal ini guna mendapatkan kenyamanan terbaik selama balapan berlangsung.
Dikutip dari Tuttomoriweb, helm pembalap MotoGP dirancang untuk menghindari kabut pada visor. Lalu helm juga memiliki ventilasi lebih besar untuk memberikan pasokan yang lebih besar.
Kemudian helm MotoGP saat ini juga dilengkapi dengan Advanced Ballistic Protection (ABP). Perangkat tersebut digunakan untuk menambah tingkat keamanan tambahan.
Disebutkan bahwa harga helm pembalap MotoGP bervariasi mulai dari 3.000 hingga 12.000 euro atau senilai Rp43 juta hingga Rp175 juta. Banderol termahal helm tersebut setara dengan Toyota Calya yang dipasarkan mulai Rp158.6 juta sampai 181.1 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2025, 10:00 WIB
21 Januari 2024, 19:19 WIB
10 Januari 2024, 12:30 WIB
01 Januari 2024, 07:39 WIB
29 Desember 2023, 15:58 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025