Fabio Quartararo Buka Suara soal Rumor Honda: Belum Ada Kontrak
03 Februari 2026, 16:00 WIB
Andrea Dovizioso alami masalah yang sama dengan Valentino Rossi saat dirinya masih bersama Yamaha di MotoGP
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Andrea Dovizioso tidak berhasil menemukan performa terbaiknya bersama Yamaha di MotoGP. Dovizioso alami masalah sama dengan Valentino Rossi saat menggunakan motor berlambang Garpu Tala.
Sebagai tiga kali runner-up juara dunia MotoGP, Dovi mengatakan dirinya menyerah untuk melanjutkan karirnya musim depan. Selain tidak kompetitif di lintasan, Ia merasa tidak ada tim yang mau menggunakan jasanya.
Setelah menjalani 11 balapan di MotoGP 2022, pembalap asal Italia tersebut hanya mengumpulkan 10 poin. Menunggangi Yamaha YZR-M1, Dovi gagal mendapatkan performa terbaiknya.
“Tampil tidak kompetitif adalah cerita yang berbeda dari karir saya sebagai pembalap profesional. Untuk pertama kalinya saya tidak berada di sana dan sulit rasanya untuk menerima kenyataan ini,” ucap Dovi dalam kesempatan wawancara dengan MotoGP.com dikutip Speedweek.
Ia mengatakan bahwa kembalinya ke ajang MotoGP, Ia tidak bisa untuk mengembangkan performa dan tampil kompetitif dalam setiap balapan.
Meskipun terdapat beberapa pihak percaya akan kemampuannya termasuk pemilik tim WithU RNF. Namun dirinya tetap tidak bisa mengembangkan potensi motor.
“Pendapat orang-orang yang mengatakan dengan Yamaha bisa lebih kompetitif adalah tidak benar. Ada beberapa alasan seperti MotoGP telah berubah, motor berubah dan kompetisi juga berbeda dengan sebelumnya,” jelasnya kemudian.
Ia menuturkan lebih lanjut bahwa ada beberapa alasan baik besar maupun kecil dan dialaminya. Situasi tersebut digambarkan seperti dialaminya belakangan.
Baca juga : Penyebab Andrea Dovizioso Melempem Bersama Yamaha
“Yamaha sangat tidak biasa saat ini karena berbagai alasan. Jika anda tidak mengemudi seperti Fabio, sangat sulit untuk bisa kompetitif,” tuturnya.
Pemilik nomor start 04 tersebut mengatakan kemenangan Quartararo adalah kunci untuk menemukan masalah Yamaha. Namun pembalap lainnya yakni Franco Morbidelli dan Darryn Binder memiliki mengeluhkan kasus serupa.
Dirinya menyimpulkan bahwa tidak ada cara lagi untuk bisa mencari solusi dan meningkat performa Yamaha. Yamaha hanya bisa tampil kompetitif di tangan Fabio Quartararo seorang.
Sulitnya mengembangkan performa bersama Yamaha YZR-M1 sebenarnya sudah terjadi selama beberapa tahun belakangan. Rossi dan Maverick Vinales yang menggunakan unit serupa kesulitan mengembangkan performa.
Morbidelli kompetitif saat berstatus pembalap satelit, berubah loyo saat diangkat tim pabrikan. Praktis hanya Quartararo yang bisa menjinakkan Yamaha.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 16:00 WIB
28 Januari 2026, 19:00 WIB
23 Januari 2026, 09:00 WIB
22 Januari 2026, 17:27 WIB
20 Januari 2026, 17:41 WIB
Terkini
03 Februari 2026, 21:00 WIB
Changan resmikan tiga diler yang tersebar di Jakarta dan Tangerang untuk mudahkan pelanggan melakukan pembelian
03 Februari 2026, 20:41 WIB
Pelanggan mobil listrik Aletra bisa menikmati layanan after sales memadai di sejumlah outlet Geely di Indonesia
03 Februari 2026, 18:00 WIB
Belum dikirim ke pelanggan, mobil PHEV Lepas L8 jadi sorotan karena insiden CV Joint patah belum lama ini
03 Februari 2026, 17:00 WIB
Tingginya penggunaan mobil listrik di Indonesia, mendorong Massiv meluncurkan aki khusus EV di Indonesia
03 Februari 2026, 16:00 WIB
Meskipun belum ada kesepakatan, Fabio Quartararo tak menampik Honda jadi salah satu tim yang dia pertimbangkan
03 Februari 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah seperti Mercedes-Benz menilai konsumen tunda pembelian karena ketidakstabilan ekonomi
03 Februari 2026, 14:00 WIB
Di awal Februari 2026, harga motor matic murah terpantau stabil tidak mengalami kenaikan seperti di Januari
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Jetour T2 dilalap si jago merah akibat menghantam pembatas jalan di tol Jagorawi KM 31 pada Minggu (01/02)