Bos BMW Motorrad Lirik MotoGP, Kandidat Kuat Gantikan Suzuki

Kabar bos BMW Motorrad lirik MotoGP disambut dengan tangan terbuka sejumlah pihak, seperti dari Aprilia

Bos BMW Motorrad Lirik MotoGP, Kandidat Kuat Gantikan Suzuki
Satrio Adhy

KatadataOTO – Kabar BMW Motorrad lirik MotoGP mulai menguat di kalangan pencinta balap. Hal itu terjadi setelah pabrikan asal Jerman memiliki bos baru.

Markus Flasch, Head of BMW Motorrad mengatakan tidak ingin fokus di WorldSBK saja. Mereka mau berkecimpung di dunia balap kelas dunia lainnya.

"BMW telah lama menjadi mitra MotoGP selama bertahun-tahun. Sebagai pimpinan saya mengenal orang-orang yang bertanggung jawab di sana," ungkap Falsch di Crash pada Selasa (19/3).

Menurut kabar beredar salah satu faktor membuat BMW lirik MotoGP adalah format baru milik Dorna Sport, yakni Sprint Race. Hal itu menarik minat mereka bersaing dengan pabrikan lain.

Bos BMW Motorrad Lirik MotoGP, Kandidat Kuat Gantikan Suzuki
Photo : Instagram

Akan tetapi produsen otomotif tersebut tidak mau gegabah memutuskan. Sehingga BMW masih membaca peluang yang ada.

"Jelas bahwa ini harus masuk akal bagi kami, itulah mengapa kita mencermati. Saya tidak bakal mengesampingkan MotoGP," tambah Flasch.

Kandidat Kuat Pengganti Suzuki

Sementara itu Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing menyambut gembira kabar BMW lirik MotoGP. Bahkan dia menyebut kalau kehadiran pabrikan benua biru tersebut bagus guna menggantikan Suzuki.

Menurut Rivola, BMW mampu kompetitif di gelaran para raja. Sehingga dapat bersaing dengan pabrikan Aprilai, Ducati dan lain-lain.

"Saya melihat BMW cukup cepat dalam tes Superbike bersama Toprak Razgatlioglu. Jadi itu akan sangat menyenangkan bagi kami," kata bos Aprilia.

Ditambah Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna sempat melontarkan pernyataan terdapat slot kosong buat pabrikan anyar. Namun dirinya meyakinkan tidak ada tempat bagi tim satelit.

“Di BMW Motorrad dan BMW AG, MotoGP selalu dipertimbangkan. Tapi tergantung siapa yang mengambil keputusan,” Ezpeleta mengungkapkan.

Ia mengungkapkan sejumlah petinggi BMW Motorrad sudah setuju untuk terjun ke MotoGP. Namun keputusannya tak kunjung dibuat sampai sekarang.

Suzuki Mundur dari MotoGP
Photo : MotoGP

Dorna Sport sendiri kabarnya masih ingin menarik BMW buat mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Suzuki beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui dalam gelaran kelas premier, hanya ada lima pabrikan yang ambil bagian. Sebut saja Aprilia, Ducati, Yamaha, Honda serta KTM.

Dengan begitu terbuka lebar jalan BMW mentas di MotoGP dan bersaing dengan jenama asal Eropa maupun Jepang.


Terkini

mobil
Denza D9

BYD Punya 6 Opsi Nama Baru Denza untuk Pasar Indonesia

BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia

news
Harga BBM

Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap

Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter

news
ACC Carnival

ACC Carnival Samarinda Tawarkan Sejumlah Promo Andalan

ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana

mobil
Wuling Eksion

Peluncuran Wuling Eksion Semakin Dekat, Segini Kisaran Harganya

Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV

mobil
Mobil LCGC

5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya

Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit

mobil
BMW Festival of Joy

Pameran Khusus BMW Digelar di Jakarta, Ada Mini Edisi Spesial

Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya

otosport
Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross

mobil
Ford Everest Sport

Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat

Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka