Kata Rossi Soal Peraturan MotoGP 2027, Tetap Andalkan Ducati
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Bagnaia pakai nomor 1 di MotoGP 2023, dia mengaku senang bisa menggunakan nomor keramat tersebut di motornya
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Akhirnya pembalap Francesco Bagnaia pakai nomor 1 untuk MotoGP 2023. Hal itu ia umumkan saat peluncurkan tim serta livery motor balap baru Desmosedici GP23 di Italia pada Senin (23/1).
Joki Ducati tersebut mengaku sangat suka mengarungi ajang adu cepat para raja dengan angka keramat. Sebab ia sudah lama tidak melihatnya di lintasan.
“Nomor 1 adalah hal selalu saya kagumi. Soalnya sebagai bentuk penghormatan serta kenyataan bahwa seorang juara dunia yang menggunakannya,” ujar Bagnaia seperti dikutip dari Speedweek, Selasa (24/1).
Namun ada sesuatu yang unik di dalam nomor 1 tersemat angka 63 berukuran kecil. Hal ini agar tidak menghilangkan kesan pembalap asal Italia tersebut.
“Jadi itu adalah hal baik bagi saya untuk memberikan penghormatan kepada juara dunia. 63 selalu jadi nomor balap bakal dikenang,” lanjutnya
Dari segi tampilan tidak ada perubahan signifikan dengan livery merah khas tim Borgo Panigale. Hanya ada tambahan beberapa logo sponsor di dalamnya.
Tidak hanya Bagnaia menggunakan angka keramat pada musim ini. Sebab ada satu pembalap Ducati lagi mengunakan nomor 1, yakni Alvaro Bautista pada kejuaraan dunia World Superbike atau WSBK 2023.
Sebagai juara dunia di 2022, dia memutuskan hal yang sama seperti Bagnaia. Langkah ini dinilai tepat dilakukannya, sebab dapat memberi kesan positif bagi timnya.
“Ducati harus memakai angka 1 di fairing itu bakal menjadi tantangan besar bagi saya. Nomor 19 akan selalu menjadi milik kami,” tutur Bautista.
Seperti diketahui, nomor 1 merupakan angka spesial. Soalnya tidak bisa dipakai oleh sembarang pembalap.
Hanya mereka yang sukses meraih juara dunia saja boleh memakainya di musim berikutnya. Bahkan di MotoGP hanya segelintir orang pernah memakainya.
Sebut saja Nicky Hayden pada 2008, Jorge Lorenzo 2011 serta terakhir Casey Stoner 2012. Tetapi mereka gagal mempertahankan gelar juara pada musim selanjutnya.
Menurut catatan sejarah hanya Mick Dohan yang bisa meraih juara dunia saat menggunakan nomor 1 pada musim 1998. Makanya nomor tersebut terbilang keramat dan tidak banyak orang ingin mengunakan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 17:00 WIB
15 Januari 2026, 07:00 WIB
13 Januari 2026, 15:37 WIB
12 Januari 2026, 18:00 WIB
08 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan