MobileTech Pamer Sejumlah Produk Terbaru

MobileTech pamer sejumlah produk terbaru yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan pasar di Indonesia

MobileTech Pamer Sejumlah Produk Terbaru

KatadataOTO – MobileTech Indonesia memperkenalkan sejumlah produk terbarunya untuk pasar Tanah Air. Berbagai inovasi dikembangkan guna memberikan kemudahan bagi para konsumen.

Bertempat di Dome, Senayan Park, Jakarta, MobileTech memboyong seluruh jajaran produk andalan. Acara bertajuk Seamless Journey, Through Technology ini diawali dengan kontes audio.

“Pasca GIIAS 2024 kami melihat antusiasme pada Dashcam/DVR meningkat. Dalam acara ini kami juga memperkenalkan Head Unit Android Quantum,” ucap Erik Jeo, Managing Director Mobile Technology Indonesia (09/09).

Urusan DVR atau Dashcam, MobileTech memamerkan Furio DVR, Treca DVR dan Mobi DVR. Ketiganya sudah diluncurkan pada ajang GIIAS 2024 dengan harga mulai Rp 1 jutaan.

MobileTech pamer sejumlah produk terbaru
Photo : KatadataOTO

Terobosan terbaru MobileTech dalam hal hiburan di dalam kendaraan adalah memperkenalkan Head Unit Android Quantum. Spesifikasinya meliputi Android 13, RAM 4/ROM 64, Layar QLED, Built-in DSP, Optical Output, Mirror Link, Wireless Car Play plus Android Auto dan Split Screen Mode.

Head Unit terbaru dari MobileTech tersebut di atas dipasarkan dengan harga Rp 2.5 juta.

Lalu mereka juga memperlihatkan kembali Head Unit Android MGS (MobileTech Gaming Society). Perangkat tersebut diklaim sebagai solusi terbaik dalam menghadirkan hiburan di dalam kendaraan.

“Head Unit ini bukan untuk para sopir yang sedang menyetir tapi berguna saat menunggu seseorang. Sehingga bisa menghilangkan rasa bosan,” jelas Erik.

Inovasi MobileTech selanjutnya adalah modul Android Box Arora. Perangkat ini dikembangkan bagi mobil yang tidak bisa ganti Head Unit.

Dengan menggunakan modul Android Box Arora, head unit bawaan pabrik bisa memiliki fitur Android Auto dan Apple Car Play secara wireless. Lalu juga sudah bisa mendukung AVM 360 untuk bisa lebih leluasa saat manuver parkir.

“Modul ini dikembangkan untuk Wuling EV yang belum support Android Auto dan Apple Car Play. Head Unit mobil listrik Wuling tidak bisa dibongkar, jadi solusinya pakai modul,” tutur Erik.

MobileTech pamer sejumlah produk terbaru
Photo : KatadataOTO

Lebih lanjut dikatakan selain Wuling EV, mobil yang tidak bisa diganti Head Unit bawaan adalah Hyundai Stargazer. Apalagi MPV asal Korea Selatan tersebut sudah memiliki sistem konektivitas terkini.

“Hyundai Stargazer tidak bisa ganti Head Unit. Kalau dilepas Bluelink-nya tidak berfungsi maka itu kita hadirkan modul ini,” ungkap Erik kemudian.


Terkini

otosport
Aprilia

Aprilia Diyakini Menjadi Ancaman Serius Bagi Ducati di MotoGP 2026

Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP

mobil
Honda City Hatchback

City Hatchback Tak Lagi Disuplai ke Diler, Honda Buka Suara

Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong

mobil
BYD

BYD Punya Sub Merek Baru, Tawarkan Mobil buat Armada Taksi

BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi

mobil
Mobil Cina

BYD Jadi Merek Mobil Cina Terlaris di 2025, Jual 44 Ribu Unit

BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu

mobil
PHEV Chery

Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu

Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi

otopedia
Honda Super One

Mengenal COE yang Buat Harga Honda Super One Melambung Tinggi

Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE

mobil
Ekspor Suzuki

Suzuki Optimis Ekspor 40 Ribu Kendaraan di 2026

Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru

news
Rekayasa lalu lintas

Awas Macet, Ada Rekayasa Lalu Lintas Saat Pembongkaran Tiang Monorel

Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari