Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Luhut yakin Indonesia tidak impor BBM fosil di 2045 karena minyak sawit telah menjadi bahan bakar alternatif
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah tengah mengembangkan potensi minyak kelapa sawit sebagai alternatifnya. Tidak heran bila Luhut yakin Indonesia tidak impor BBM fosil di 2045.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan bahan bakar alternatif merupakan satu dari lima pilar ekonomi hijau yang digencarkan Indonesia. Keempat pilar lainnya yaitu dekarbonisasi sektor kelistrikan, transportasi rendah karbon termasuk adopsi kendaraan listrik, industri hijau dan carbon sinks (meliputi carbon capture serta carbon offset market).
“Kami sedang mengembangkan minyak kelapa sawit karena dipercaya pada 2045 jumlah produksinya sekitar 100 juta ton. 30 persen akan diarahkan untuk pangan dan sisa 70 persen bisa dibuat etanol sehingga kita tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu," ungkapnya.
Lebih lanjut Menko Luhut juga menyebut percepatan pencapaian net zero emission 2060 didorong melalui transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Dengan demikian kebutuhan bahan bakar alternatif akan semakin tinggi.
"Makanya peran minyak sawit akan sangat besar di tahun-tahun mendatang," katanya.
Dilansir Antara, Pemerintah Indonesia pun telah melakukan moratorium izin perkebunan kelapa sawit agar tingkat produktivitas bisa ditingkatkan dari 2.3 ton per hektare menjadi 8 hingga 10 ton per hektare dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Kebijakan moratorium sendiri juga dilakukan untuk menekan angka deforestasi akibat ekspansi kebun kelapa sawit.
Sebagai produsen CPO dan biodiesel terbesar di dunia, Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori penggunaan biodiesel berbasis CPO sejak 2008. Program mandatori dilakukan dengan tujuan mengurangi impor bahan bakar fosil khususnya diesel, meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi emisi.
"Indonesia sudah membangun kolaborasi dengan Malaysia, saya rasa 74 persen akan berasal dari dua negara ini," kata Menko Luhut.
Penerapan bahan bakar alternatif sendiri sebenarnya sudah dilakukan pemerintah secara bertahap. Salah satunya adalah dengan aturan B30 yang sudah berjalan saat ini kemudian ditingkatkan menjadi B35 pada Februari mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air