Pertamina Pastikan Pasokan BBM Selama Libur Lebaran 2026 Terjaga
04 Maret 2026, 15:00 WIB
Luhut yakin Indonesia tidak impor BBM fosil di 2045 karena minyak sawit telah menjadi bahan bakar alternatif
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah tengah mengembangkan potensi minyak kelapa sawit sebagai alternatifnya. Tidak heran bila Luhut yakin Indonesia tidak impor BBM fosil di 2045.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan bahan bakar alternatif merupakan satu dari lima pilar ekonomi hijau yang digencarkan Indonesia. Keempat pilar lainnya yaitu dekarbonisasi sektor kelistrikan, transportasi rendah karbon termasuk adopsi kendaraan listrik, industri hijau dan carbon sinks (meliputi carbon capture serta carbon offset market).
“Kami sedang mengembangkan minyak kelapa sawit karena dipercaya pada 2045 jumlah produksinya sekitar 100 juta ton. 30 persen akan diarahkan untuk pangan dan sisa 70 persen bisa dibuat etanol sehingga kita tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu," ungkapnya.
Lebih lanjut Menko Luhut juga menyebut percepatan pencapaian net zero emission 2060 didorong melalui transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Dengan demikian kebutuhan bahan bakar alternatif akan semakin tinggi.
"Makanya peran minyak sawit akan sangat besar di tahun-tahun mendatang," katanya.
Dilansir Antara, Pemerintah Indonesia pun telah melakukan moratorium izin perkebunan kelapa sawit agar tingkat produktivitas bisa ditingkatkan dari 2.3 ton per hektare menjadi 8 hingga 10 ton per hektare dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Kebijakan moratorium sendiri juga dilakukan untuk menekan angka deforestasi akibat ekspansi kebun kelapa sawit.
Sebagai produsen CPO dan biodiesel terbesar di dunia, Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori penggunaan biodiesel berbasis CPO sejak 2008. Program mandatori dilakukan dengan tujuan mengurangi impor bahan bakar fosil khususnya diesel, meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi emisi.
"Indonesia sudah membangun kolaborasi dengan Malaysia, saya rasa 74 persen akan berasal dari dua negara ini," kata Menko Luhut.
Penerapan bahan bakar alternatif sendiri sebenarnya sudah dilakukan pemerintah secara bertahap. Salah satunya adalah dengan aturan B30 yang sudah berjalan saat ini kemudian ditingkatkan menjadi B35 pada Februari mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Maret 2026, 15:00 WIB
01 Maret 2026, 18:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
23 Februari 2026, 16:00 WIB
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
12 Maret 2026, 21:00 WIB
PLN menegaskan bakal menambah jumlah SPKLU saat musim mudik Lebaran 2026 untuk beri ketenangan sepanjang perjalanan
12 Maret 2026, 17:00 WIB
MG Motor Indonesia bakal menghadirkan beberapa produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia pada tahun ini
12 Maret 2026, 16:00 WIB
GAC Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas gratis, seperti contoh bengkel siaga di beberapa lokasi strategis
12 Maret 2026, 11:00 WIB
VOID Chapter bogor menggelar aksi sosial di Ramadan, yakni buka bersama dan memberi santunan kepada anak yatim
12 Maret 2026, 08:43 WIB
Harga Denza B5 di Indonesia nanti diyakini tidak akan berbeda jauh dari estimasinya yakni Rp 1,2 miliar
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian sengaja menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memfasilitasi para pengendara di Kota Kembang
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan ketat dari berbagai titik termasuk kamera ETLE
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Persyaratannya mirip perpanjangan di kantor Satpas, simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini