Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Mobil dan Motor pribadi dilarang beli bensin karena krisis Sri Lanka setidaknya selama dua pekan ke depan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Krisis Sri Lanka membuat pemerintah mereka melarang masyarakat untuk membeli bahan bakar minya (BBM) untuk sementara waktu. Mobil dan motor pribadi yang tidak esensial dilarang untuk membeli bensin.
Seperti dilansir Carscoops, disebutkan bahwa selama dua pekan ke depan (10 Juli) hanya kendaraan tertentu saja boleh membeli BBM. Kendaraan yang diperbolehkan adalah bus, kereta api, kendaraan pengangkut makanan dan medis.
Sri Lanka merupakan negara pertama yang mengambil langkah cukup ekstrim dalam menangani krisis. Karena mereka melarang pembelian bahan bakar kepada masyarakat biasa.
“Sejak krisis minyak pada 1970-an, ketika bahan bakar dijatah di AS dan Eropa dan batas kecepatan diperkenalkan, untuk mengurangi permintaan,” ucap Nathan Piper, Kepala Penelitian Minyak dan Gas di Investec.
Selain melakukan langkah di atas, Sri Lanka juga menutup sekolah di derah perkotaan dan menyuruh orang bekerja di rumah. Hal ini dianggap bisa membantu mengurangi masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan BBM dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh disebutkan bahwa negara tersebut mengalami krisis ekonomi cukup parah. Mereka bahkan harus bertahan lama tanpa listrik karena tidak ada bahan bakar yang cukup.
Pejabat di sana mengatakan bahwa pada akhir pekan lalu mereka hanya memiliki 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Persediaan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan esensial.
Disebutkan bahwa jika pemerintah mereka tidak melakukan larangan tersebut, stok bahan bakar Sri Lanka akan habis dalam sepekan.
Krisis di negara tersebut merupakan imbas dari kenaikan biaya energi, hilangnya pendapatan akibat pemotongan pajak dan efek pandemi. Ketiga masalah di atas membuat negara itu kesulitan untuk membayar biaya impor.
“Kami melakukan segalanya untuk bisa mendapatkan stok baru. Tetapi kami tidak tahu kapan hal itu akan terjadi,”ucap Kanchana Wijesekera, Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka.
Dilaporkan pemerintah Sri Lanka telah mengirim pejabat mereka untuk bertemu dengan kepala produsen energi utama di Rusia dan Qatar. Hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan minyak murah.
Selain itu mereka juga meminta bantuan dari India dan China untuk mengimpor barang-barang penting lainnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi