Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Mobil dan Motor pribadi dilarang beli bensin karena krisis Sri Lanka setidaknya selama dua pekan ke depan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Krisis Sri Lanka membuat pemerintah mereka melarang masyarakat untuk membeli bahan bakar minya (BBM) untuk sementara waktu. Mobil dan motor pribadi yang tidak esensial dilarang untuk membeli bensin.
Seperti dilansir Carscoops, disebutkan bahwa selama dua pekan ke depan (10 Juli) hanya kendaraan tertentu saja boleh membeli BBM. Kendaraan yang diperbolehkan adalah bus, kereta api, kendaraan pengangkut makanan dan medis.
Sri Lanka merupakan negara pertama yang mengambil langkah cukup ekstrim dalam menangani krisis. Karena mereka melarang pembelian bahan bakar kepada masyarakat biasa.
“Sejak krisis minyak pada 1970-an, ketika bahan bakar dijatah di AS dan Eropa dan batas kecepatan diperkenalkan, untuk mengurangi permintaan,” ucap Nathan Piper, Kepala Penelitian Minyak dan Gas di Investec.
Selain melakukan langkah di atas, Sri Lanka juga menutup sekolah di derah perkotaan dan menyuruh orang bekerja di rumah. Hal ini dianggap bisa membantu mengurangi masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan BBM dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh disebutkan bahwa negara tersebut mengalami krisis ekonomi cukup parah. Mereka bahkan harus bertahan lama tanpa listrik karena tidak ada bahan bakar yang cukup.
Pejabat di sana mengatakan bahwa pada akhir pekan lalu mereka hanya memiliki 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Persediaan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan esensial.
Disebutkan bahwa jika pemerintah mereka tidak melakukan larangan tersebut, stok bahan bakar Sri Lanka akan habis dalam sepekan.
Krisis di negara tersebut merupakan imbas dari kenaikan biaya energi, hilangnya pendapatan akibat pemotongan pajak dan efek pandemi. Ketiga masalah di atas membuat negara itu kesulitan untuk membayar biaya impor.
“Kami melakukan segalanya untuk bisa mendapatkan stok baru. Tetapi kami tidak tahu kapan hal itu akan terjadi,”ucap Kanchana Wijesekera, Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka.
Dilaporkan pemerintah Sri Lanka telah mengirim pejabat mereka untuk bertemu dengan kepala produsen energi utama di Rusia dan Qatar. Hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan minyak murah.
Selain itu mereka juga meminta bantuan dari India dan China untuk mengimpor barang-barang penting lainnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Terkini
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya