Harga BBM Pertamina Juli 2026, Solar dan Pertamax Turbo Turun
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Mobil dan Motor pribadi dilarang beli bensin karena krisis Sri Lanka setidaknya selama dua pekan ke depan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Krisis Sri Lanka membuat pemerintah mereka melarang masyarakat untuk membeli bahan bakar minya (BBM) untuk sementara waktu. Mobil dan motor pribadi yang tidak esensial dilarang untuk membeli bensin.
Seperti dilansir Carscoops, disebutkan bahwa selama dua pekan ke depan (10 Juli) hanya kendaraan tertentu saja boleh membeli BBM. Kendaraan yang diperbolehkan adalah bus, kereta api, kendaraan pengangkut makanan dan medis.
Sri Lanka merupakan negara pertama yang mengambil langkah cukup ekstrim dalam menangani krisis. Karena mereka melarang pembelian bahan bakar kepada masyarakat biasa.
“Sejak krisis minyak pada 1970-an, ketika bahan bakar dijatah di AS dan Eropa dan batas kecepatan diperkenalkan, untuk mengurangi permintaan,” ucap Nathan Piper, Kepala Penelitian Minyak dan Gas di Investec.
Selain melakukan langkah di atas, Sri Lanka juga menutup sekolah di derah perkotaan dan menyuruh orang bekerja di rumah. Hal ini dianggap bisa membantu mengurangi masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan BBM dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh disebutkan bahwa negara tersebut mengalami krisis ekonomi cukup parah. Mereka bahkan harus bertahan lama tanpa listrik karena tidak ada bahan bakar yang cukup.
Pejabat di sana mengatakan bahwa pada akhir pekan lalu mereka hanya memiliki 9.000 ton solar dan 6.000 ton bensin. Persediaan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan esensial.
Disebutkan bahwa jika pemerintah mereka tidak melakukan larangan tersebut, stok bahan bakar Sri Lanka akan habis dalam sepekan.
Krisis di negara tersebut merupakan imbas dari kenaikan biaya energi, hilangnya pendapatan akibat pemotongan pajak dan efek pandemi. Ketiga masalah di atas membuat negara itu kesulitan untuk membayar biaya impor.
“Kami melakukan segalanya untuk bisa mendapatkan stok baru. Tetapi kami tidak tahu kapan hal itu akan terjadi,”ucap Kanchana Wijesekera, Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka.
Dilaporkan pemerintah Sri Lanka telah mengirim pejabat mereka untuk bertemu dengan kepala produsen energi utama di Rusia dan Qatar. Hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan minyak murah.
Selain itu mereka juga meminta bantuan dari India dan China untuk mengimpor barang-barang penting lainnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 16:32 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya