Ramaikan IIMS 2026, Motul Hadirkan Sejumlah Inovasi
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Gonta-ganti merek oli ternyata bisa menyebabkan masalah pada mesin dan membuat performa kendaraan menjadi tidak optimal
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Oli atau pelumas merupakan salah satu komponen penting dalam ruang bakar sebuah mesin. Mesin memiliki kinerja optimal, salah satunya merupakan peran oli yang baik dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Secara teknis, pelumas memiliki beberapa tugas penting di dalam mesin. Diantaranya adalah melumasi seluruh bagian mesin untuk meminimalisir gesekan.
Lalu pelumas juga berguna untuk melapisi dinding mesin maupun piston agar tidak saling bergesekan. Setelah gesekan mampu dikurangi maka akan tercipta suhu yang lebih stabil dalam ruang bakar.
Oli juga bisa membersihkan ruang bakar dari sisa-sisa gesekan yang terjadi. Dengan segala kemampuan di atas, maka suara mesin akan menjadi halus seperti saat baru dibeli.
Dari penjelasan di atas, oli yang dipilih untuk kendaraan mutlak harus memiliki kualitas terbaik. Jika tidak maka dikhawatirkan akan memperpendek usia mesin.
Paling tidak oli yang tidak bagus akan secara perlahan-lahan mengalami kerusakan. Jika sudah terjadi, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen akan sangat banyak.
Sementara, saat ini dipasaran cukup banyak produsen oli yang menawarkan produk-produk unggulannya. Mereka mengklaim produknya memiliki kualitas terbaik dan bisa membuat mesin lebih awet.
Ditambah lagi banyak pabrikan oli yang menawarkan produk dengan viskositas berbeda dari manufaktur kendaraan. Adapula yang menawarkan dengan harga lebih murah, sehingga membingungkan calon konsumen.
“Saat ini banyak orang tertarik tawaran oli dengan harga yang lebih murah. Padahal kinerja optimal mesin itu selalu sangat baik ketika sesuai dengan arahan buku manual,” kata Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, dalam kesempatan virtual interview MMKSI (29/09).
Menurutnya konsumen seharusnya menggunakan oli atau pelumas yang dianjurkan pabrikan. Ia menyarankan agar konsumen tidak mudah tergiur dengan penawaran yang ada di luar sana.
“Pakailah oli yang sesuai panduan di buku servis. Jangan coba-coba karena kita ingin mengoptimalkan program garansi yang ada di kendaraan kita,” jelasnya kemudian.
Lalu Ia menyarankan bahwa setiap kendaraan pasti ada cara manual untuk melakukan pengecekan, khusunya oli mesin. Berangkat dari sana, konsumen bisa lebih waspada ketika terdapat hal yang ganjil pada kendaraannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 20:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
27 Juli 2025, 08:00 WIB
23 Mei 2025, 11:39 WIB
18 Mei 2025, 12:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda