Insentif Bisa Bawa RI Keluar dari Stagnasi Penjualan Mobil
11 Juli 2024, 15:00 WIB
Menjadi faktor pendorong industri otomotif di masa pandemi, PPnBM DTP akan dilanjutkan Pemerintah tahun depan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP 100 persen dinilai efektif mendorong pertumbuhan industri otomotif di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
Terbukti peningkatan penjualan mobil terjadi sepanjang tahun ini. Melihat kebijakan tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menegaskan, insentif tersebut akan diperpanjang hingga 2022 mendatang.
“Jadi memang insentif fiskal ini sangat efektif untuk mendorong dunia usaha. Bukan hanya untuk bertahan tapi juga pemulihan, terutama di sektor manufaktur. Karena itu kita akan lanjutkan kembali insentif dunia usaha ini, insentif fiskal yang terkait dengan PPnBM DTP masih akan kita lanjutkan kembali,” ujarnya.
Meski memastikan akan ada perpanjangan kebijakan PPnBM DTP, Susiwijono masih enggan mengungkapkan secara rinci syarat dan ketentuan apa saja yang akan meliputi pemberian insentif ini.
“Memang alokasinya masih belum kita khususkan tapi kemarin suda kita diskusikan. Tapi paling tidak di semester 1 ini masih akan kita berikan insentif fiskal ini,” tuturnya.
Dalam penjelasannya, Ia juga menyebut penerimaan insentif PPnBM DTP untuk sektor otomotif sangat baik. Peningkatan di awal penerapan kebijakan ini saja mencapai 600 persen.
“Kalau kita lihat insentif usaha ini masih sangat dibutuhkan di masa pandemi. Jadi memang insentif fiskal ini realisasainya sangat bagus, salah satunya kemarin PPnBM DTP untuk otomotif, itu luar biasa karena bisa meningkatkan penjualan di sektor otomotif. Pada bulan bulan awal diaplikasikan itu naiknya bisa sampai 600 persen,” katanya.
Menyambut tahun 2022, Susiwijono optimis pertumbuhan ekonomi akan Kembali terjadi dan lebih baik di seluruh sektor, salah satunya industry otomotif.
“Kalau kita lihat, mestinya akan lebih optimis di 2022. Seperti yang diungkapkan oleh Lembaga internasional mereka memberi output untuk ekonomi Indonesia itu tumbuhnya 4,9 sampai 5,9 persen. jadi target kita terkait pertumbuhan ekonomi di 5,2 persen bisa tercapai,” ungkapnya.
Sebelumnya, kendaraan yang mendapatkan PPnBM DTP 100 persen, ialah mobil penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc. Sedangkan kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc - 2.500 cc berhak mendapatkan PPnBM DTP 50 persen. Terakhir, kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc sampai dengan 2.500 cc mendapatkan PPnBM DTP 25 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2024, 15:00 WIB
12 Februari 2022, 08:16 WIB
09 Februari 2022, 12:22 WIB
09 Februari 2022, 07:04 WIB
21 Januari 2022, 08:37 WIB
Terkini
04 April 2025, 08:00 WIB
Kondisinya semakin membaik, Jorge Martin bersiap kembali berlaga membela Aprilia di MotoGP Qatar 2025
04 April 2025, 06:00 WIB
Versi terbaru dari Hyundai Ioniq 6 resmi dirilis di negara asalnya, varian N Line hadir menambah pilihan
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia