NTB Bakal Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Nilainya Besar
25 Juni 2025, 07:00 WIB
Menjadi faktor pendorong industri otomotif di masa pandemi, PPnBM DTP akan dilanjutkan Pemerintah tahun depan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP 100 persen dinilai efektif mendorong pertumbuhan industri otomotif di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
Terbukti peningkatan penjualan mobil terjadi sepanjang tahun ini. Melihat kebijakan tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menegaskan, insentif tersebut akan diperpanjang hingga 2022 mendatang.
“Jadi memang insentif fiskal ini sangat efektif untuk mendorong dunia usaha. Bukan hanya untuk bertahan tapi juga pemulihan, terutama di sektor manufaktur. Karena itu kita akan lanjutkan kembali insentif dunia usaha ini, insentif fiskal yang terkait dengan PPnBM DTP masih akan kita lanjutkan kembali,” ujarnya.
Meski memastikan akan ada perpanjangan kebijakan PPnBM DTP, Susiwijono masih enggan mengungkapkan secara rinci syarat dan ketentuan apa saja yang akan meliputi pemberian insentif ini.
“Memang alokasinya masih belum kita khususkan tapi kemarin suda kita diskusikan. Tapi paling tidak di semester 1 ini masih akan kita berikan insentif fiskal ini,” tuturnya.
Dalam penjelasannya, Ia juga menyebut penerimaan insentif PPnBM DTP untuk sektor otomotif sangat baik. Peningkatan di awal penerapan kebijakan ini saja mencapai 600 persen.
“Kalau kita lihat insentif usaha ini masih sangat dibutuhkan di masa pandemi. Jadi memang insentif fiskal ini realisasainya sangat bagus, salah satunya kemarin PPnBM DTP untuk otomotif, itu luar biasa karena bisa meningkatkan penjualan di sektor otomotif. Pada bulan bulan awal diaplikasikan itu naiknya bisa sampai 600 persen,” katanya.
Menyambut tahun 2022, Susiwijono optimis pertumbuhan ekonomi akan Kembali terjadi dan lebih baik di seluruh sektor, salah satunya industry otomotif.
“Kalau kita lihat, mestinya akan lebih optimis di 2022. Seperti yang diungkapkan oleh Lembaga internasional mereka memberi output untuk ekonomi Indonesia itu tumbuhnya 4,9 sampai 5,9 persen. jadi target kita terkait pertumbuhan ekonomi di 5,2 persen bisa tercapai,” ungkapnya.
Sebelumnya, kendaraan yang mendapatkan PPnBM DTP 100 persen, ialah mobil penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc. Sedangkan kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc - 2.500 cc berhak mendapatkan PPnBM DTP 50 persen. Terakhir, kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc sampai dengan 2.500 cc mendapatkan PPnBM DTP 25 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juni 2025, 07:00 WIB
11 Juli 2024, 15:00 WIB
12 Februari 2022, 08:16 WIB
09 Februari 2022, 12:22 WIB
09 Februari 2022, 07:04 WIB
Terkini
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi