Perhatikan Hal Ini sebelum Perjalanan Jauh Pakai Mobil Listrik
04 April 2025, 12:00 WIB
Menjadi kendaraan ramah lingkungan, Gaikindo menilai Indonesia perlu memiliki mobil listrik harga terjangkau untuk konsumen
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mobil listrik harga terjangkau di Indonesia masih sangat jarang ditemui. Meski semakin diminati konsumen, rata-rata banderol yang ditetapkan berada di atas Rp500 juta.
Melihat hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menegaskan insentif yang diberikan Pemerintah bagi konsumen mobil listrik perlu ditingkatkan. Hal ini tak terlepas dari strategi mendongkrak permintaan pasar.
Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo menyebut ada tiga hal yang harus dilakukan secara beriringan untuk mendongkrak permintaan mobil listrik di Indonesia, tak terkecuali dari sisi harga.
"Sudah ada insentif pajak, tapi itu belum bisa mendongkrak penjualan mobil listrik karena tetap saja harganya masih lebih mahal,” katanya dalam keterangan resmi.
Meski saat ini telah tersedia mobil listrik di bawah Rp300 juta, namun kendaraan tersebut memiliki ukuran kecil dan waktu tempuh kurang maksimal. Sebaliknya, untuk mobil listrik yang mampu menampung banyak penumpang dan memiliki jarak tempuh maksimal harganya masih sangat mahal.
Yohanes juga menyabut permintaan kendaraan listrik saat ini masih sangat terbatas, karena digunakan untuk operasional dalam kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Meski begitu, masa depan kendaraan listrik akan semakin diminati pasar karena berkaitan dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan serta hemat dari sisi operasional.
“Mau tak mau kita akan lari ke sana, karena bahan bakar fosil akan semakin langka. Kita bisa melihat gonjang-ganjing pemerintah menaikkan harga BBM, bahkan di Eropa sudah berteriak, apalagi Amerika Serikat yang sudah naik dua kali lipat,” katanya.
Selain dari sisi harga, waktu pengisian baterai (charging) juga perlu diperhatikan. Membutuhkan waktu hingga 8 jam, Yohannes menilai masa pengisian perlu diperpendek.
Tak hanya itu, masa pemakaian kendaraan juga menjadi perhatian calon konsumen. Saat ini masih banyak yang meragukan usia kendaraan listrik terlebih dari sisi baterai.
"Waktu charging perlu diperpendek. Masa pemakaian kendaraan yang lebih lama, dan harga. Kalau itu beriringan akan mendongkrak permintaan,” katanya seusai konferensi pers GIIAS Surabaya 2022.
Menurutnya, dalam waktu dekat tren otomotif akan mengarah pada kendaraan listrik ataupun hybrid yang memanfaatkan dua jenis energi baik BBM maupun listrik. Indonesia sendiri memiliki kekuatan pada sumber daya alam yakni nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai mobil.
“Terus terang kita tak punya pengalaman mobil listrik, tetapi kita coba buka penjelasan seluas-luasnya ke masyarakat melalui pameran GIIAS 2022 Surabaya, karena pada saat GIIAS di Jakarta ada 20 kendaraan listrik di-launching dan ordernya mencapai 1.274 unit,” tuturnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 April 2025, 12:00 WIB
04 April 2025, 06:00 WIB
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
Terkini
04 April 2025, 14:00 WIB
Jasa Marga mencatat bahwa sudah ada 455.994 balik ke Jabotabek sehingga rekayasa lalu lintas sudah harus disiapkan
04 April 2025, 12:00 WIB
Penting bagi pemudik pengguna mobil listrik untuk selalu melakukan pengecekan ke bengkel sebelum perjalanan
04 April 2025, 10:00 WIB
Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 bakal dimulai pada Sabtu (05/04) sampai Senin
04 April 2025, 08:00 WIB
Kondisinya semakin membaik, Jorge Martin bersiap kembali berlaga membela Aprilia di MotoGP Qatar 2025
04 April 2025, 06:00 WIB
Versi terbaru dari Hyundai Ioniq 6 resmi dirilis di negara asalnya, varian N Line hadir menambah pilihan
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas