Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Menjadi kendaraan ramah lingkungan, Gaikindo menilai Indonesia perlu memiliki mobil listrik harga terjangkau untuk konsumen
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mobil listrik harga terjangkau di Indonesia masih sangat jarang ditemui. Meski semakin diminati konsumen, rata-rata banderol yang ditetapkan berada di atas Rp500 juta.
Melihat hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menegaskan insentif yang diberikan Pemerintah bagi konsumen mobil listrik perlu ditingkatkan. Hal ini tak terlepas dari strategi mendongkrak permintaan pasar.
Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo menyebut ada tiga hal yang harus dilakukan secara beriringan untuk mendongkrak permintaan mobil listrik di Indonesia, tak terkecuali dari sisi harga.
"Sudah ada insentif pajak, tapi itu belum bisa mendongkrak penjualan mobil listrik karena tetap saja harganya masih lebih mahal,” katanya dalam keterangan resmi.
Meski saat ini telah tersedia mobil listrik di bawah Rp300 juta, namun kendaraan tersebut memiliki ukuran kecil dan waktu tempuh kurang maksimal. Sebaliknya, untuk mobil listrik yang mampu menampung banyak penumpang dan memiliki jarak tempuh maksimal harganya masih sangat mahal.
Yohanes juga menyabut permintaan kendaraan listrik saat ini masih sangat terbatas, karena digunakan untuk operasional dalam kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Meski begitu, masa depan kendaraan listrik akan semakin diminati pasar karena berkaitan dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan serta hemat dari sisi operasional.
“Mau tak mau kita akan lari ke sana, karena bahan bakar fosil akan semakin langka. Kita bisa melihat gonjang-ganjing pemerintah menaikkan harga BBM, bahkan di Eropa sudah berteriak, apalagi Amerika Serikat yang sudah naik dua kali lipat,” katanya.
Selain dari sisi harga, waktu pengisian baterai (charging) juga perlu diperhatikan. Membutuhkan waktu hingga 8 jam, Yohannes menilai masa pengisian perlu diperpendek.
Tak hanya itu, masa pemakaian kendaraan juga menjadi perhatian calon konsumen. Saat ini masih banyak yang meragukan usia kendaraan listrik terlebih dari sisi baterai.
"Waktu charging perlu diperpendek. Masa pemakaian kendaraan yang lebih lama, dan harga. Kalau itu beriringan akan mendongkrak permintaan,” katanya seusai konferensi pers GIIAS Surabaya 2022.
Menurutnya, dalam waktu dekat tren otomotif akan mengarah pada kendaraan listrik ataupun hybrid yang memanfaatkan dua jenis energi baik BBM maupun listrik. Indonesia sendiri memiliki kekuatan pada sumber daya alam yakni nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai mobil.
“Terus terang kita tak punya pengalaman mobil listrik, tetapi kita coba buka penjelasan seluas-luasnya ke masyarakat melalui pameran GIIAS 2022 Surabaya, karena pada saat GIIAS di Jakarta ada 20 kendaraan listrik di-launching dan ordernya mencapai 1.274 unit,” tuturnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
Terkini
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal