BYD Jual Lebih Dari 4,5 Juta Kendaraan Sepanjang 2025
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Diskon PPnBM 0 persen menjadi stimulus ampuh untuk meningkatan industri otomotif di masa pandemi tahun ini
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, implementasi stimulus Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) atau diskon PPnBM 0 persen untuk sektor kendaraan bermotor terbukti mampu memulihkan sektor industri otomotif.
Terbukti, hingga Oktober 2021, produksi kendaraan bermotor roda empat untuk tahun sudah mencapai 890 ribu unit. Angka tersebut meningkat 62,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dan telah melampaui target tahun ini, yakni 850 ribu unit.
”Saya memberikan penghargaan kepada pabrik otomotif dan para dealer yang turut membantu, mendorong, memfasilitasi para pembeli untuk mendapatkan dan memanfaatkan stimulus ini dengan tambahan promosi dan potongan harga lainnya,” kata Agus.
Melalui insentif tersebut, sepanjang Maret hingga November 2021, penjualan mobil terdongkrak hingga 487 ribu unit atau naik sebesar 71,02 persen secara year-on-year.
Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi peserta program PPnBM DTP yang telah memberdayakan 319 perusahaan industri komponen tier 1. Upaya ini mampu mendorong peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3, termasuk industri kecil dan menengah.
”Semua ini adalah bagian dari pemenuhan persyaratan penggunaan komponen lokal atau local purchase pada proses produksi dengan nilai minimal sebesar 60 persen. Hal ini tentunya berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier efek yang cukup luas bagi sektor industri lainnya sehingga mampu men-jumpstart perekonomian nasional,” paparnya.
Melihat keberhasilan ini, Kemenperin terus melalukan pendalaman struktur manufaktur di sektor tersebut, salah satunya insentif PPnBM 0 persen secara permanen untuk produk otomotif dengan local purchase mencapai 80 persen.
“Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,” tuturnya.
Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2.35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. Total investasi yang telah tertanam mencapai Rp140 triliun, dan memberikan penghidupan kepada 1,5 juta orang.
”Saya sangat bangga, bahwa saat ini produk otomotif kita telah berhasil diekspor ke lebih dari 80 negara. Selama Januari-Oktober 2021 tercatat sebanyak 235 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp43 triliun, 79 ribu set CKD dengan nilai sebesar Rp1 triliun, dan 72 juta unit komponen dengan nilai sebesar Rp24 triliun,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2025, ekspor kendaraan CBU dapat mencapai 1 juta unit.
”Belajar dari pengalaman industri ini selama beberapa dekade, ada satu hal terpenting, yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 07:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
16 Desember 2025, 15:00 WIB
16 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026