Sambut Musim Mudik, Bridgestone Gelar Promo Ciamik di IIMS 2026
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone jual pabrik di Rusia pada perusahaan lokal karena sudah berhenti beroperasi setelah perang pecah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bridgestone jual pabrik di Rusia kepada S8 Capital, sebuah perusahaan yang telah mengambil alih beberapa aset merek asing karena hengkang dari negeri Beruang Merah. Keputusan ini diambil setelah fasilitas tersebut berhenti beroperasi sejak Maret 2022.
Penjualan Bridgestone menambah panjang daftar perusahaan internasional meninggalkan Rusia. Kondisi ini disebabkan oleh keputusan penyerangan terhadap Ukraina dan berakibat sulitnya mendapat bahan baku.
Dilansir dari Reuters, Bridgestone akan memindahkan seluruh karyawan di Rusia yang berjumlah 1.000 orang ke S8 Capital. Sayangnya nilai penjualan aset tidak disampaikan.
“Perjanjian sudah mencakup pabrik ban di Ulyanovsk serta kantor penjualan dan pemasaran di Moskow. Dampak pengalihan aset ke S8 Capital terhadap proyeksi konsolidasi di 2023 adalah kecil,” tulis Bridgestone.
Sementara itu S8 Capital menyebut bahwa pabrik Ulyanovsk memiliki kapasitas produksi 2.4 juta ban per tahun. Ke depan pabrik ini akan digunakan oleh produsen ban Continental dan Cordian sehingga jumlah produk yang bisa dibuat meningkat jadi 15 juta per tahun.
“Sesuai dengan ketentuan kesepakatan, merek dagang serta merek Bridgestone tidak dialihkan ke pemilik baru,” kata S8 Capital.
Perlu diketahui bahwa S8 Capital dimiliki oleh Armen Sarkisian, seorang pengusaha asli Rusia. Perusahaan itu biasanya fokus untuk mengembangkan teknologi di bidang keuangan, ritel serta telekomunikasi.
Perusahaan juga sudah mengakuisisi beberapa aset asing milik Otis Worldwide Corp serta Bosch.
Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa perusahaan melepas pabrik mereka di Rusia setelah berhenti beroperasi. Hyundai merupakan salah satu yang melepas fasilitas produksi dengan harga 10.000 rubel atau setara Rp1.7 juta.
Transaksi ini membuat Hyundai harus menelan kerugian hingga 287 miliar won atau sekitar Rp3.4 triliun. Seluruh kesepakatan pun dikabarkan selesai pada 28 Desember 2023.
Murahnya harga tersebut tentu menyedihkan karena pabrik memiliki kapasitas tahunan sekitar 200.000 unit. Fasilitas itu memproduksi Hyundai Solaris, Hyundai Creta, Kia Rio dan Kia Rio X-Line yang merupakan model unggulan di Negara Beruang Merah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 08:00 WIB
11 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 18:30 WIB
10 Februari 2026, 09:00 WIB
06 Februari 2026, 10:58 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM