Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
ADAS di mobil listrik jadi salah satu usaha preventif kecelakaan fatal yang dapat menyebabkan mobil terbakar
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan pada mobil listrik khususnya yang menggunakan baterai tipe Lithium-Ion bisa dibilang lebih berbahaya. Pasalnya material baterai itu mudah terbakar.
Sebelumnya dijelaskan bahwa sumber daya berbasis Lithium-Ion belakangan kerap mengalami Thermal Run Out dan terbakar sampai meledak.
Karena baterai tersebut menggunakan kobalt oksida atau nikel mangan kobalt oksida dengan kepadatan energi tinggi. Artinya baterai semakin reaktif dan sensitif terhadap benturan maupun panas berlebih.
Terbarunya kecelakaan Tesla Cybertruck di Texas, Amerika Serikat membuat truk bertenaga listrik itu terbakar habis sampai menewaskan pengemudi. Diketahui Cybertruck pakai baterai NMC (Nickel Cobalt Manganese) yang tergabung dalam sistem Lithium-Ion.
Pengamat otomotif mengungkapkan bahwa hal itu membuat beberapa manufaktur kemudian menggunakan LFP (LiFePO4 atau Lithium Ferro Phosphate) karena memiliki densitas energi lebih rendah dibandingkan Lithium-Ion.
Meski tetap memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, LFP diklaim lebih aman karena memiliki stabilitas kimia baik dan memiliki risiko kegagalan rendah.
Mengingat kecelakaan mobil listrik berpeluang sebabkan kebakaran yang hampir mustahil dipadamkan, keberadaan ADAS (Advanced Driver Assistance System) penting sebagai langkah preventif kecelakaan.
“Torsi instan merupakan salah satu keunggulan EV disukai pemakainya, memberikan akselerasi cepat dan memang bisa mengejutkan pengemudi baru yang terbiasa dengan mobil konvensional,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO belum lama ini.
ADAS bukan menjamin keamanan namun membantu pengemudi agar lebih berhati-hati dalam mengendalikan kendaraannya. Menurut Yannes saat ini banyak EV (Electric Vehicle) sudah dilengkapi ADAS.
Rangkaian fitur-fitur keselamatan sama seperti pada mobil konvensional seperti Traction Control, Forward Collision Warning sampai Automatic Emergency Braking.
“(ADAS) dapat membantu pengemudi mengontrol kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain,” tegas Yannes.
Sekadar informasi masih ada sejumlah model mobil listrik tak dilengkapi ADAS. Misal Citroen E-C3 dan sedan GAC Aion ES.
Dari pihak Citroen sendiri mengaku absennya ADAS pada E-C3 adalah karena pertimbangan untuk mempertahankan harga jual akhir kompetitif di Rp 300 jutaan.
GAC Aion juga membeberkan alasan serupa. Menurut mereka pasar yang ditargetkan buat Aion ES dirasa belum membutuhkan teknologi tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif