Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
ADAS di mobil listrik jadi salah satu usaha preventif kecelakaan fatal yang dapat menyebabkan mobil terbakar
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan pada mobil listrik khususnya yang menggunakan baterai tipe Lithium-Ion bisa dibilang lebih berbahaya. Pasalnya material baterai itu mudah terbakar.
Sebelumnya dijelaskan bahwa sumber daya berbasis Lithium-Ion belakangan kerap mengalami Thermal Run Out dan terbakar sampai meledak.
Karena baterai tersebut menggunakan kobalt oksida atau nikel mangan kobalt oksida dengan kepadatan energi tinggi. Artinya baterai semakin reaktif dan sensitif terhadap benturan maupun panas berlebih.
Terbarunya kecelakaan Tesla Cybertruck di Texas, Amerika Serikat membuat truk bertenaga listrik itu terbakar habis sampai menewaskan pengemudi. Diketahui Cybertruck pakai baterai NMC (Nickel Cobalt Manganese) yang tergabung dalam sistem Lithium-Ion.
Pengamat otomotif mengungkapkan bahwa hal itu membuat beberapa manufaktur kemudian menggunakan LFP (LiFePO4 atau Lithium Ferro Phosphate) karena memiliki densitas energi lebih rendah dibandingkan Lithium-Ion.
Meski tetap memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, LFP diklaim lebih aman karena memiliki stabilitas kimia baik dan memiliki risiko kegagalan rendah.
Mengingat kecelakaan mobil listrik berpeluang sebabkan kebakaran yang hampir mustahil dipadamkan, keberadaan ADAS (Advanced Driver Assistance System) penting sebagai langkah preventif kecelakaan.
“Torsi instan merupakan salah satu keunggulan EV disukai pemakainya, memberikan akselerasi cepat dan memang bisa mengejutkan pengemudi baru yang terbiasa dengan mobil konvensional,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO belum lama ini.
ADAS bukan menjamin keamanan namun membantu pengemudi agar lebih berhati-hati dalam mengendalikan kendaraannya. Menurut Yannes saat ini banyak EV (Electric Vehicle) sudah dilengkapi ADAS.
Rangkaian fitur-fitur keselamatan sama seperti pada mobil konvensional seperti Traction Control, Forward Collision Warning sampai Automatic Emergency Braking.
“(ADAS) dapat membantu pengemudi mengontrol kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain,” tegas Yannes.
Sekadar informasi masih ada sejumlah model mobil listrik tak dilengkapi ADAS. Misal Citroen E-C3 dan sedan GAC Aion ES.
Dari pihak Citroen sendiri mengaku absennya ADAS pada E-C3 adalah karena pertimbangan untuk mempertahankan harga jual akhir kompetitif di Rp 300 jutaan.
GAC Aion juga membeberkan alasan serupa. Menurut mereka pasar yang ditargetkan buat Aion ES dirasa belum membutuhkan teknologi tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 14:00 WIB
12 Januari 2026, 13:00 WIB
11 Januari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 07:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari