Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
ADAS di mobil listrik jadi salah satu usaha preventif kecelakaan fatal yang dapat menyebabkan mobil terbakar
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan pada mobil listrik khususnya yang menggunakan baterai tipe Lithium-Ion bisa dibilang lebih berbahaya. Pasalnya material baterai itu mudah terbakar.
Sebelumnya dijelaskan bahwa sumber daya berbasis Lithium-Ion belakangan kerap mengalami Thermal Run Out dan terbakar sampai meledak.
Karena baterai tersebut menggunakan kobalt oksida atau nikel mangan kobalt oksida dengan kepadatan energi tinggi. Artinya baterai semakin reaktif dan sensitif terhadap benturan maupun panas berlebih.
Terbarunya kecelakaan Tesla Cybertruck di Texas, Amerika Serikat membuat truk bertenaga listrik itu terbakar habis sampai menewaskan pengemudi. Diketahui Cybertruck pakai baterai NMC (Nickel Cobalt Manganese) yang tergabung dalam sistem Lithium-Ion.
Pengamat otomotif mengungkapkan bahwa hal itu membuat beberapa manufaktur kemudian menggunakan LFP (LiFePO4 atau Lithium Ferro Phosphate) karena memiliki densitas energi lebih rendah dibandingkan Lithium-Ion.
Meski tetap memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, LFP diklaim lebih aman karena memiliki stabilitas kimia baik dan memiliki risiko kegagalan rendah.
Mengingat kecelakaan mobil listrik berpeluang sebabkan kebakaran yang hampir mustahil dipadamkan, keberadaan ADAS (Advanced Driver Assistance System) penting sebagai langkah preventif kecelakaan.
“Torsi instan merupakan salah satu keunggulan EV disukai pemakainya, memberikan akselerasi cepat dan memang bisa mengejutkan pengemudi baru yang terbiasa dengan mobil konvensional,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO belum lama ini.
ADAS bukan menjamin keamanan namun membantu pengemudi agar lebih berhati-hati dalam mengendalikan kendaraannya. Menurut Yannes saat ini banyak EV (Electric Vehicle) sudah dilengkapi ADAS.
Rangkaian fitur-fitur keselamatan sama seperti pada mobil konvensional seperti Traction Control, Forward Collision Warning sampai Automatic Emergency Braking.
“(ADAS) dapat membantu pengemudi mengontrol kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain,” tegas Yannes.
Sekadar informasi masih ada sejumlah model mobil listrik tak dilengkapi ADAS. Misal Citroen E-C3 dan sedan GAC Aion ES.
Dari pihak Citroen sendiri mengaku absennya ADAS pada E-C3 adalah karena pertimbangan untuk mempertahankan harga jual akhir kompetitif di Rp 300 jutaan.
GAC Aion juga membeberkan alasan serupa. Menurut mereka pasar yang ditargetkan buat Aion ES dirasa belum membutuhkan teknologi tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung