Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Catat hasil apik pada kuartal pertama 2023, Adira Finance berencana meningkatkan penjualan kendaraan listrik.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil mencatatkan hasil positif pada kuartal pertama 2023. Perusahaan tersebut membukukan pembiayaan baru sebesar Rp10.6 triliun.
Jumlahnya meningkat 48 persen dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan untuk kendaraan listrik juga ikut naik.
Tentu hal ini disambut baik oleh Adira Finance. Terlebih mobil dan motor elektrik sekarang makin digemari oleh masyarakat di Indonesia.
“Buat penjualan kendaraan listrik meningkatkan sekitar 3.600 persen dibanding periode yang sama tahun lalu di angka Rp500 juta saja,” ujar Harry Latif, Direktur Portofolio PT Adira Dinamika Multi Finance di Jakarta, Selasa (9/5).
Lebih jauh hal tersebut terjadi karena dipicu perekonomian Tanah Air terus tumbuh konsisten di angka lima persen. Selain itu berakhirnya pembatasan mobilitas masyarakat berperan besar juga.
Sehingga banyak orang yang mau mengeluarkan uangnya. Ditambah adanya subsidi kendaraan listrik dari pemerintah.
“Subsisi juga berpengaruh, kenaikan permintaan cukup signifikan. Ya angkanya sekitar di atas dua persen,” tegasnya.
Berangkat dari hal tersebut, Adira Finance tingkatkan target penjualan kendaraan listrik. Sebab mereka yakin bisa tembus sampai Rp100 miliar.
Hal ini tidak lepas dari semakin banyaknya produsen otomotif baik di roda dua maupun roda empat, menawarkan berbagai kendaraan elektrik mereka untuk pasar otomotif Indonesia.
"Kita memang mematok target di Rp70 miliar sampai Rp80 miliar, akan tetapi dengan perkembangan yang terus positif kami yakin bisa tembus Rp 90 hingga Rp100 miliar,” pungkasnya.
Harry juga menyebutkan sudah terdapat peningkatan permintaan. Terlebih para diler dinilai dapat mendukung ketersedian stok.
“Kalau tahun lalu permintaan ada tapi pemenuhan unitnya belum sebaik sekarang. Sekarang demand-nya dan supply-nya terlihat,” tambahnya.
Dari sisi jenis kendaraan, Harry menyebut mobil listrik masih mendominasi dibandingkan motor listrik, baik secara nilai maupun unitnya.
Dari jumlahnya, penjualan mobil listrik lebih dari 2.000 unit, sedangkan motor elektrik sekitar 1.000 kendaraan.
Dilihat sisi penggunanya, Harry memang menilia bahwa mobil listrik dalam taraf untuk penggunaan pribadi. Sementara motor setrum terbatas pada kebutuhan secara korporasi.
Meski demikian, dirinya mengakui tetap berhati-hati dengan naiknya minat masyarakat. Sebab, banyak agen pemegang merek masih kewalahan memenuhi pesanan yang sudah ada.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat