Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Yamaha dukung pembatasan pertalite yang akan disahkan pemerintah dalam waktu dekat agar tepat sasaran
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah tengah menggodok wacana pembatasan penerima BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi RON 90 jenis Pertalite. Nantinya aturan tersebut bakal diterapkan pada 2024.
Kebijakan itu tertuang dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
Di dalamnya dijelaskan kalau aturan di atas dibuat agar BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Kemudian guna menekan beban anggaran belanja negara.
Mengingat dana yang disiapkan untuk belanja BBM subsidi saat ini di atas Rp 600 triliun. Tentu jumlah tersebut masih cukup tinggi.
“Kami tengah mengupayakan, pembahasan masih sama seperti sebelumnya, mudah-mudahan bisa dibahas terus,” kata Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, seperti diberitakan Katadata.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau hingga saat ini belum ada perubahan kriteria penerima atau pengguna pertalite.
“Buat penerima BBM subsidi masih sama seperti sebelumnya,” Tutuka menambahkan.
Di sisi lain Yamaha dukung pembatasan Pertalite jika diterapkan tahun ini. Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing Public Relations PT YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) menilai hal itu penting dilakukan.
Sehingga penerima BBM subsidi jenis Pertalite lebih tepat sasaran. Terlebih pemerintah memiliki dasar yang kuat saat merancang kebijakan tersebut.
“Kalau itu menjadi imbauan pemerintah atau disahkan sebagai peraturan, ya dibalikan lagi ke konsumen. Kalau kami (Yamaha) mendukung,” ungkap Anton di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Anton mengungkapkan jika Pertalite dibatasi maka konsumen turut diuntungkan. Sebab akan memakai BBM dengan kadar oktan lebih baik.
Pembakaran di ruang mesin jadi maksimal saat digunakan. Kemudian dapat mengurangi emisi gas buang kendaraan.
"Artinya mesin butuh asupan BBM yang sesuai. Apakah diisi Pertalite tidak bisa? Ya tentu saja bisa," tegas Anton.
Sementara Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan revisi Perpres 191 selesai pada 2024. Sehingga pembatasan Pertalite bisa segera diterapkan.
“Dalam beberapa bulan ini selesai, karena draftnya sudah satu tahun,” ucap Arifin.
Di dalam revisi tersebut, pemerintah bakal mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi BBM subsidi. Lalu membuat perbedaan harga Pertalite sesuai jenis kendaraan.
“Semua harus tepat sasaran kalau tidak nanti pemerintah akan rugi,” Arifin menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin