Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Yamaha dukung pembatasan pertalite yang akan disahkan pemerintah dalam waktu dekat agar tepat sasaran
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah tengah menggodok wacana pembatasan penerima BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi RON 90 jenis Pertalite. Nantinya aturan tersebut bakal diterapkan pada 2024.
Kebijakan itu tertuang dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
Di dalamnya dijelaskan kalau aturan di atas dibuat agar BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Kemudian guna menekan beban anggaran belanja negara.
Mengingat dana yang disiapkan untuk belanja BBM subsidi saat ini di atas Rp 600 triliun. Tentu jumlah tersebut masih cukup tinggi.
“Kami tengah mengupayakan, pembahasan masih sama seperti sebelumnya, mudah-mudahan bisa dibahas terus,” kata Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, seperti diberitakan Katadata.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau hingga saat ini belum ada perubahan kriteria penerima atau pengguna pertalite.
“Buat penerima BBM subsidi masih sama seperti sebelumnya,” Tutuka menambahkan.
Di sisi lain Yamaha dukung pembatasan Pertalite jika diterapkan tahun ini. Antonius Widiantoro, Asst. General Manager Marketing Public Relations PT YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) menilai hal itu penting dilakukan.
Sehingga penerima BBM subsidi jenis Pertalite lebih tepat sasaran. Terlebih pemerintah memiliki dasar yang kuat saat merancang kebijakan tersebut.
“Kalau itu menjadi imbauan pemerintah atau disahkan sebagai peraturan, ya dibalikan lagi ke konsumen. Kalau kami (Yamaha) mendukung,” ungkap Anton di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Anton mengungkapkan jika Pertalite dibatasi maka konsumen turut diuntungkan. Sebab akan memakai BBM dengan kadar oktan lebih baik.
Pembakaran di ruang mesin jadi maksimal saat digunakan. Kemudian dapat mengurangi emisi gas buang kendaraan.
"Artinya mesin butuh asupan BBM yang sesuai. Apakah diisi Pertalite tidak bisa? Ya tentu saja bisa," tegas Anton.
Sementara Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan revisi Perpres 191 selesai pada 2024. Sehingga pembatasan Pertalite bisa segera diterapkan.
“Dalam beberapa bulan ini selesai, karena draftnya sudah satu tahun,” ucap Arifin.
Di dalam revisi tersebut, pemerintah bakal mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi BBM subsidi. Lalu membuat perbedaan harga Pertalite sesuai jenis kendaraan.
“Semua harus tepat sasaran kalau tidak nanti pemerintah akan rugi,” Arifin menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
11 November 2025, 19:12 WIB
01 November 2025, 05:42 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026