Pertamina Lubricants Bantu Korban Banjir Sumatera, Ada Oli Gratis
04 Desember 2025, 20:00 WIB
Shell Indonesia bereaksi mengenai kabar PHK massal yang terjadi imbas kelangkaan stok BBM di seluruh SPBU
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi terjadi beberapa waktu lalu. Salah satu yang mengalami adalah Shell.
Bahkan perusahaan dikabarkan sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas tidak ada produk yang bisa mereka jual.
Shell Indonesia pun buka suara mengenai isu yang tengah beredar satu ini. Menurut mereka hal tersebut tidak terjadi.
“Shell Indonesia mengklarifikasi bahwa informasi yang disampaikan adalah tidak benar,” ungkap manajemen Shell Indonesia di Antara, Senin (29/09).
Menurut mereka, ada tiga nama pengguna Instagram yang menyebarkan informasi di atas. Seperti infotangerang.id, lawakscience maupun awreceh.id.
Lebih jauh Shell menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi. Mereka mengungkapkan dalam video tersebut, para tim sedang menjalankan kegiatan pengarahan rutin.
Kemudian merayakan perpisahan salah satu anggota tim untuk perpindahan lokasi kerja ke SPBU Shell yang lain.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” lanjut mereka.
Sebagai informasi sebelumnya Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia mengatakan kalau mereka melakukan sejumlah penyesuaian operasional.
Terutama ketika terjadi kelangkaan BBM selama beberapa waktu belakangan. Mulai dari penyesuaian jam kerja, jumlah hari kerja hingga merumahkan karyawan.
Sementara terkait penutupan sejumlah SPBU Shell, Inggrid menerangkan kalau mereka tetap melayani masyarakat. Seperti untuk pembelian Shell V-Power Diesel.
Selain itu Shell juga masih melayani Shell Recharge, bengkel, Shell Select hingga lini pelumas yang bisa dibeli para pengendara.
Pada tempat berbeda Yuliot Tanjung, Wakil Menteri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Shell sudah menyampaikan data kebutuhan impor BBM.
Shell juga telah menyepakati akan membeli base fuel yang diimpor oleh Pertamina. Lalu menambah zat aditif secara mandiri sesuai spesifikasi pabrikan.
“Semua itu B to B (business to business), kalau tidak tercapai (kesepakatannya), kami akan evaluasi apa yang membuat tidak tercapai,” kata Yuliot.
Yuliot turut mengatakan bahwa target Kementerian ESDM adalah BBM dapat tersedia kembali di SPBU Shell, BP AKR sampai Vivo dalam waktu dekat.
Sehingga pengendara motor dan mobil tidak kesulitan lagi ketika membeli BBM di SPBU swasta seperti Shell.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Desember 2025, 20:00 WIB
01 Desember 2025, 10:25 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
26 November 2025, 22:30 WIB
25 November 2025, 17:29 WIB
Terkini
05 Desember 2025, 21:00 WIB
Motor yang terendam banjir Sumatera dan Malang berisiko terjadi kerusakan jika tidak ditangani secara benar
05 Desember 2025, 20:05 WIB
Mahindra berencana bawa mobil penumpang ke Indonesia tahun depan untuk menarik lebih banyak pelanggan
05 Desember 2025, 19:00 WIB
PUBG Mobile dan Porsche resmi jalin kerja sama, hadirkan pengalaman baru dan unik buat para penggunanya
05 Desember 2025, 18:00 WIB
Belasan ribu masyarakat umum beserta komunitas hadiri Gesrek Festival yang digelar di akhir November 2025
05 Desember 2025, 17:00 WIB
Memiliki banyak fasilitas unggulan, Krida Toyota tawarkan sensasi lebih dari sebuah diler mobil baru
05 Desember 2025, 16:00 WIB
Astra Auto Fest 2025 menyuguhkan berbagai lini kendaraan dari Daihatsu, Toyota, Lexus, BMW dan motor Honda
05 Desember 2025, 15:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid dipasarkan dalam empat pilihan varian yang berbeda, kenali masing-masing tipe yang sesuai
05 Desember 2025, 14:00 WIB
Mengawali Desember 2025, ganjil genap Puncak Bogor kembali diterapkan di akhir pekan guna mengurai kemacetan