Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Shell Indonesia bereaksi mengenai kabar PHK massal yang terjadi imbas kelangkaan stok BBM di seluruh SPBU
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi terjadi beberapa waktu lalu. Salah satu yang mengalami adalah Shell.
Bahkan perusahaan dikabarkan sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas tidak ada produk yang bisa mereka jual.
Shell Indonesia pun buka suara mengenai isu yang tengah beredar satu ini. Menurut mereka hal tersebut tidak terjadi.
“Shell Indonesia mengklarifikasi bahwa informasi yang disampaikan adalah tidak benar,” ungkap manajemen Shell Indonesia di Antara, Senin (29/09).
Menurut mereka, ada tiga nama pengguna Instagram yang menyebarkan informasi di atas. Seperti infotangerang.id, lawakscience maupun awreceh.id.
Lebih jauh Shell menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi. Mereka mengungkapkan dalam video tersebut, para tim sedang menjalankan kegiatan pengarahan rutin.
Kemudian merayakan perpisahan salah satu anggota tim untuk perpindahan lokasi kerja ke SPBU Shell yang lain.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” lanjut mereka.
Sebagai informasi sebelumnya Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia mengatakan kalau mereka melakukan sejumlah penyesuaian operasional.
Terutama ketika terjadi kelangkaan BBM selama beberapa waktu belakangan. Mulai dari penyesuaian jam kerja, jumlah hari kerja hingga merumahkan karyawan.
Sementara terkait penutupan sejumlah SPBU Shell, Inggrid menerangkan kalau mereka tetap melayani masyarakat. Seperti untuk pembelian Shell V-Power Diesel.
Selain itu Shell juga masih melayani Shell Recharge, bengkel, Shell Select hingga lini pelumas yang bisa dibeli para pengendara.
Pada tempat berbeda Yuliot Tanjung, Wakil Menteri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Shell sudah menyampaikan data kebutuhan impor BBM.
Shell juga telah menyepakati akan membeli base fuel yang diimpor oleh Pertamina. Lalu menambah zat aditif secara mandiri sesuai spesifikasi pabrikan.
“Semua itu B to B (business to business), kalau tidak tercapai (kesepakatannya), kami akan evaluasi apa yang membuat tidak tercapai,” kata Yuliot.
Yuliot turut mengatakan bahwa target Kementerian ESDM adalah BBM dapat tersedia kembali di SPBU Shell, BP AKR sampai Vivo dalam waktu dekat.
Sehingga pengendara motor dan mobil tidak kesulitan lagi ketika membeli BBM di SPBU swasta seperti Shell.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
31 Januari 2026, 13:00 WIB
28 Januari 2026, 18:00 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 15:00 WIB
GWM Tank 500 diesel yang baru saja diluncurkan, disebutkan telah mengumpulkan puluhan pemesanan di IIMS 2026
10 Februari 2026, 14:00 WIB
Ipone meluncurkan empat pelumas baru dalam ajang IIMS 2026 demi menjawab kebutuhan para pengendara motor
10 Februari 2026, 13:00 WIB
Wuling Air ev berhasil memikat para konsumen di Indonesia berkat sejumlah keunggulan yang dibenamkan
10 Februari 2026, 12:00 WIB
Vinfast pastikan meluncurkan motor listrik di awal semester kedua 2026 guna memperkuat posisinya di Tanah Air
10 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Mazda 2 resmi dihentikan karena perusahaan kini sepenuhnya fokus jual mobil SUV di Indonesia
10 Februari 2026, 10:00 WIB
Pengiriman Lepas L8 dilakukan mulai April 2026, manufaktur masih terus tampung pemesanan baru dari konsumen
10 Februari 2026, 09:00 WIB
Bridgestone Indonesia meluncurkan dua ukuran anyar untuk menjawab kebutuhan para pengguna mobil harian
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Penjualan mobil catatkan hasil positif di Januari 2026, alami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu