Perang Iran Buat Ekspor Mobil Cina Melonjak, EV Jadi Pilihan
13 April 2026, 11:00 WIB
Beberapa SPBU Shell di Bekasi dan Bogor mengalami kehabisan BBM, kondisi ini sudah terjadi selama tiga hari
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) milik Shell mengalami kehabisan stok BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga mereka tidak bisa melayani masyarakat.
Menurut pantauan KatadataOTO di daerah Kranggan, Bekasi, Jawa Barat semua produk bensin mereka tidak tersedia. Seperti Shell Super, V-Power, V-Power Diesel sampai V-Power Nitro+.
“Lagi habis BBM sudah tiga hari ini, semuanya kosong,” ungkap seorang tenaga penjual saat ditemui, Jumat (31/1).
Dia mengungkapkan kalau mereka tidak menerima pasokan BBM tiga hari belakangan. Jadi tidak dapat melayani pembelian.
Menurut dia pertama-tama hanya Shell V-Power, V-power Diesel, Diesel Extra dan V-Power Nitro+ yang habis stoknya.
“Untuk V-Power hampir dua mingguan kosong. Sementara Shell super baru tiga hari ini kita kehabisan,” tutur dia.
Pihak SPBU pun tidak bisa menjelaskan kenapa mereka tidak menerima pasokan BBM selama berhari-hari seperti sekarang.
Namun kalau kondisi normal, biasanya mereka mendapatkan hampir setiap hari kiriman Shell Super dan kawan-kawan.
“Ada beberapa SPBU Shell yang mengalami kaya kami. Terkecuali SPBU yang besar mereka masih punya, tetapi jumlahnya (BBM) terbatas,” lanjut dia.
Hal senada turut dilontarkan oleh salah seorang wiraniaga di SPBU Shell di Jalan Alternatif Cibubur, Bogor, Jawa Barat. Mereka turut kehabisan bahan bakar buat dijual.
“Semua BBM kosong, kalau kita baru dari kemarin sekitar jam setengah sepuluhan udah habis,” ungkap dia.
Buat petugas yang satu ini menjelaskan bahwa pengiriman BBM mengalami keterlambatan. Sehingga mereka tidak punya bahan bakar untuk dijajakan.
Mereka pun belum memberikan kepastian kapan akan dikirimkan Shell Super, V-Power dan lain-lain. Jadi masih belum bisa melayani pembelian.
Meski begitu sejumlah fasilitas masih tetap dibuka hari ini. Sebut saja seperti Shell Select maupun bengkel jika masyarakat memerlukan perbaikan kendaraan.
Kemudian bila ingin melakukan perawatan seperti ganti oli mesin, oli gardan, kampas rem maupun komponen lain.
Sebagai informasi, sejumlah masyarakat sebelumnya mengeluhkan sulit mendapatkan BBM di SPBU Shell selama beberapa hari belakangan.
Beberapa tempat pengisian tidak memiliki stok buat dibeli. Sehingga memaksa para pengendara beralih ke merek lain atau ke Pertamina.
Sementara itu Shell Indonesia coba merespon atas kondisi yang sedang dialami dengan sejumlah SPBU mereka.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk BBM,” ujar Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia ketika dihubungi KatadataOTO.
Ingrid pun menjelaskan kalau pihaknya terus berusaha memperbaiki keadaan. Hal tersebut agar masyarakat bisa segera membeli BBM Shell.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 April 2026, 06:14 WIB
SIM keliling Jakarta merupakan fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan masyarakat di Ibu Kota
15 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini diterapkan dengan pengawasan ketat dari pilhak kepolisian yang ada di lapangan
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026