Cara Agar Harga BBM Tak Naik Imbas Konflik Iran dan Amerika
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Beberapa SPBU Shell di Bekasi dan Bogor mengalami kehabisan BBM, kondisi ini sudah terjadi selama tiga hari
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) milik Shell mengalami kehabisan stok BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga mereka tidak bisa melayani masyarakat.
Menurut pantauan KatadataOTO di daerah Kranggan, Bekasi, Jawa Barat semua produk bensin mereka tidak tersedia. Seperti Shell Super, V-Power, V-Power Diesel sampai V-Power Nitro+.
“Lagi habis BBM sudah tiga hari ini, semuanya kosong,” ungkap seorang tenaga penjual saat ditemui, Jumat (31/1).
Dia mengungkapkan kalau mereka tidak menerima pasokan BBM tiga hari belakangan. Jadi tidak dapat melayani pembelian.
Menurut dia pertama-tama hanya Shell V-Power, V-power Diesel, Diesel Extra dan V-Power Nitro+ yang habis stoknya.
“Untuk V-Power hampir dua mingguan kosong. Sementara Shell super baru tiga hari ini kita kehabisan,” tutur dia.
Pihak SPBU pun tidak bisa menjelaskan kenapa mereka tidak menerima pasokan BBM selama berhari-hari seperti sekarang.
Namun kalau kondisi normal, biasanya mereka mendapatkan hampir setiap hari kiriman Shell Super dan kawan-kawan.
“Ada beberapa SPBU Shell yang mengalami kaya kami. Terkecuali SPBU yang besar mereka masih punya, tetapi jumlahnya (BBM) terbatas,” lanjut dia.
Hal senada turut dilontarkan oleh salah seorang wiraniaga di SPBU Shell di Jalan Alternatif Cibubur, Bogor, Jawa Barat. Mereka turut kehabisan bahan bakar buat dijual.
“Semua BBM kosong, kalau kita baru dari kemarin sekitar jam setengah sepuluhan udah habis,” ungkap dia.
Buat petugas yang satu ini menjelaskan bahwa pengiriman BBM mengalami keterlambatan. Sehingga mereka tidak punya bahan bakar untuk dijajakan.
Mereka pun belum memberikan kepastian kapan akan dikirimkan Shell Super, V-Power dan lain-lain. Jadi masih belum bisa melayani pembelian.
Meski begitu sejumlah fasilitas masih tetap dibuka hari ini. Sebut saja seperti Shell Select maupun bengkel jika masyarakat memerlukan perbaikan kendaraan.
Kemudian bila ingin melakukan perawatan seperti ganti oli mesin, oli gardan, kampas rem maupun komponen lain.
Sebagai informasi, sejumlah masyarakat sebelumnya mengeluhkan sulit mendapatkan BBM di SPBU Shell selama beberapa hari belakangan.
Beberapa tempat pengisian tidak memiliki stok buat dibeli. Sehingga memaksa para pengendara beralih ke merek lain atau ke Pertamina.
Sementara itu Shell Indonesia coba merespon atas kondisi yang sedang dialami dengan sejumlah SPBU mereka.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk BBM,” ujar Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia ketika dihubungi KatadataOTO.
Ingrid pun menjelaskan kalau pihaknya terus berusaha memperbaiki keadaan. Hal tersebut agar masyarakat bisa segera membeli BBM Shell.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 08:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
13 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 11:12 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
Terkini
29 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
29 Januari 2026, 19:08 WIB
Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi
29 Januari 2026, 16:00 WIB
Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026
29 Januari 2026, 15:00 WIB
Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar
29 Januari 2026, 14:00 WIB
Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya
29 Januari 2026, 13:00 WIB
Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja
29 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan