Modal Pertamina Pertahankan Daya Saing di Industri Pelumas
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pramono Anung mengatakan proyek galian serta tamu negara menjadi biang kerok atau penyebab macet Jakarta
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Macet di Jakarta tidak menunjukan tanda-tanda akan membaik. Bahkan cenderung memburuk dari hari ke hari.
Terutama ketika jam-jam orang sibuk berkegiatan. Seperti pergi bekerja ke kantor serta bersekolah.
Tentu macet Jakarta membuat masyarakat gerah. Sebab seluruh kegiatan yang ada jadi terhambat.
Mendengar hal tersebut Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan ada beberapa faktor penyebab padatnya lalu lintas.
Misal proyek galian atau pekerjaan lapangan yang mangkrak di sejumlah lokasi membuat macet Jakarta semakin parah.
“Seperti kemarin kami secara khusus mengadakan rapat. Pekerjaan di Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, penggalian kabel dan sebagainya ini yang mengganggu,” ungkap Pramono Anung di Antara, Kamis (12/06).
Oleh sebab itu Pramono meminta adanya koordinasi lebih intensif dengan kementerian lembaga terkait.
Mengingat ia menilai kalau keberadaan galian terbengkalai yang tetap dipagari atau diberi penyekat memperburuk arus lalu lintas.
Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar lokasi proyek yang tidak aktif segera dibuka untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
Jika pekerjaan galian belum dilanjut, Pramono mengatakan seyogianya bedeng atau penyekat di proyek bisa dibuka.
“Supaya tidak menimbulkan kemacetan. Ini yang saya minta untuk ditertibkan,” Pramono Anung menegaskan.
Lebih jauh Pramono menekankan perlu adanya integrasi kerja antar instansi. Termasuk dengan kementerian pusat dalam pengaturan maupun penjadwalan proyek infrastruktur agar tidak saling tumpang tindih.
“Kami sedang upayakan agar koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperkuat. Jangan sampai proyek pusat bikin macet daerah, tetapi tidak ada solusi,” pungkas dia.
Di sisi lain tamu negara juga disebut-sebut menjadi salah satu biang kerok macet di Jakarta. Sebab perjalanan masyarakat terganggu.
“Memang harus terus terang kalau ada kejadian-kejadian khusus seperti tamu negara, habis banjir, kecelakaan dan sebagainya kemacetan masih menjengkelkan,” tutur Pramono Anung.
Sementara itu DPRD DKI Jakarta mengatakan kalau kebijakan ganjil genap (gage) kurang efektif guna mengatasi macet Jakarta.
Dwi Rio Sambodo, Anggota DPRD DKI Jakarta menilai bahwa ganjil genap Jakarta hanya solusi jangka pendek.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah dan para pemangku kebijakan perlu menyiapkan strategi lain.
“Permasalahan kemacetan Jakarta adalah soal struktural bukan sekedar teknis rekayasa lalu lintas,” ungkap Rio dalam kesempatan terpisah.
Rio menemukan bahwa banyak masyarakat memilih untuk membeli dua kendaraan untuk menghindari ganjil genap Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
Terkini
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki ikut gencarkan adopsi lini elektrifikasi, bawa lini mobil hybrid di pameran GIIAS Makassar 2026
30 Oktober 2026, 07:59 WIB
Asuransi Astra berikan manfaat lebih bagi para pelanggan setia untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan
29 Oktober 2026, 21:16 WIB
AiMOGA RObotics terus kembangkan teknologi AI untuk bisa memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat
29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara
29 Oktober 2026, 09:00 WIB
Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda