Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Polisi bakal gelar sistem buka tutup di jalur Puncak saaat musim mudik Lebaran 2025 untuk hindari kepadatan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Rekayasa lalu lintas pada jalur Puncak, Bogor akan lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini untuk mengantisipasi kemacetan parah yang biasanya terjadi di kawasan tersebut.
Apalagi jalur Puncak merupakan salah satu rute alternatif ke sejumlah kota besar di Jawa Barat seperti Bandung. Tak hanya itu, kawasan tersebut pun diperkirakan juga menjadi tempat pemudik untuk berwisata sehingga kepadatan jadi makin parah.
“Kami pastikan rekayasa lalu lintas di Gadog untuk skenario pada saat Lebaran 2025 sudah matang,” ujar ungkap Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri dilansir dilansir dari Korlantas Polri (11/03).
Skenario yang sudah disiapkan diantaranya adalah sistem one way dan buka tutup. Pelaksanaannya bakal dilakukan mulai H-7, H-2, hingga H+2 serta H+5 libur Idul Fitri 2025.
Oleh sebab itu diharapkan masyarakat melakukan penyesuaian jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan lalu lintas.
Agar kemacetan parah bisa terhindari maka petugas akan ditempatkan pada sejumlah lokasi rawan seperti Pasar Cisarua dan pertigaan Megamendung. Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai pusat kepadatan sehingga harus mendapat perhatian khusus dari petugas.
“Kondisi lalu lintas sudah diprediksi kapan akan dilakukan buka tutup atau one way. Seluruh situasi puncak arus dihitung di Pasar Cisarua dan pertigaan Megamendung,” tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kementerian Perhubungan memprediksi ada 114,54 juta orang mudik pada Lebaran 2025. Mereka bakal menggunakan beragam moda transportasi baik pribadi maupun umum.
Dari jumlah itu, mobil pribadi diperkirakan menjadi moda transportasi paling digemari. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan bakal ada 33,69 juta orang atau 23 persen yang memakainya buat ke kampung halaman.
Sementara itu bus menjadi alat transportasi favorit berikutnya. Tercatat ada 24,76 juta orang atau 16,9 persen memakai bus disusul oleh kereta api sebanyak 23,58 juta orang (16,1 persen).
Pemudik yang memakai pesawat diperkirakan mencapai 19,77 juta orang (13,5 persen). Sementara 12,74 juta orang (8,7 persen) memanfaatkan sepeda motor.
Sementara lonjakan arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3. Ketika itu kemungkinan pemudik yang berangkat akan mencapai 16,8 juta orang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif