Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Kemenperin sorot masalah limbah kendaraan listrik yang salah satu penghambat komitmen net zero emission
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Percepatan elektrifikasi harus didukung beragam komitmen lain. Hal ini tidak terbatas pada penggunaan kendaraan listrik saja namun juga proses produksi ramah lingkungan demi mencapai NZE (Net Zero Emission).
Untuk diketahui pemakaian kendaraan listrik memang tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan mesin konvensional, mengeluarkan emisi dan bergantung dari jenis bahan bakar digunakan.
Namun produksi baterai kendaraan listrik baik itu BEV maupun hybrid memiliki jejak karbon. Beruntungnya perkembangan inovasi membuat dampak itu mulai berkurang.
Menyoroti hal tersebut, Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa emisi kendaraan listrik akan lebih rendah jika energi listrik saat produksi dan mengisi baterai berasal dari energi ramah lingkungan.
Limbah kendaraan listrik menjadi satu hal perlu diperhatikan oleh berbagai pihak agar tidak menjadi masalah baru di masa mendatang.
“Sehingga harapannya dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat membantu mengurangi penggunaan fase emisi pada BEV,” ungkap dia dikutip dari Antara, Jumat (13/10).
Selain limbah kendaraan listrik strategi dekarbonisasi juga termasuk pemanfaatan teknologi hemat energi dan rendah emisi, penggunaan energi baru dan terbarukan, efisiensi energi sampai manajemen limbah dan ekonomi sirkular.
Hal ini juga menjadi salah satu tantangan percepatan elektrifikasi di Tanah Air, seperti pernah disampaikan oleh Dian Asmahani selaku Brand & Marketing Director Wuling Motors.
Jika dilihat dari sisi industri otomotif, Dian menjelaskan transisi dari kendaraan listrik khususnya mobil dari ICE ke EV sudah mulai didukung pemerintah. Namun tetap ada hambatan lain.
“Tantangan banyak tapi kita harus memikirkan seluruh ekosistem. Mulai dari supply chain kemudian dari produksi sendiri, kita juga pasti memikirkan limbah baterai,” ujar Dian.
Sri Agung Handayani, Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor juga pernah mengatakan hal serupa. Pengolahan limbah mobil listrik jadi salah satu aspek penting yang tidak boleh ketinggalan.
“Kebetulan kami Daihatsu mengurus sampai ke limbahnya. Akhirnya kita requirement-nya global,” tegas Sri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan