Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Kemenperin sorot masalah limbah kendaraan listrik yang salah satu penghambat komitmen net zero emission
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Percepatan elektrifikasi harus didukung beragam komitmen lain. Hal ini tidak terbatas pada penggunaan kendaraan listrik saja namun juga proses produksi ramah lingkungan demi mencapai NZE (Net Zero Emission).
Untuk diketahui pemakaian kendaraan listrik memang tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan mesin konvensional, mengeluarkan emisi dan bergantung dari jenis bahan bakar digunakan.
Namun produksi baterai kendaraan listrik baik itu BEV maupun hybrid memiliki jejak karbon. Beruntungnya perkembangan inovasi membuat dampak itu mulai berkurang.
Menyoroti hal tersebut, Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa emisi kendaraan listrik akan lebih rendah jika energi listrik saat produksi dan mengisi baterai berasal dari energi ramah lingkungan.
Limbah kendaraan listrik menjadi satu hal perlu diperhatikan oleh berbagai pihak agar tidak menjadi masalah baru di masa mendatang.
“Sehingga harapannya dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat membantu mengurangi penggunaan fase emisi pada BEV,” ungkap dia dikutip dari Antara, Jumat (13/10).
Selain limbah kendaraan listrik strategi dekarbonisasi juga termasuk pemanfaatan teknologi hemat energi dan rendah emisi, penggunaan energi baru dan terbarukan, efisiensi energi sampai manajemen limbah dan ekonomi sirkular.
Hal ini juga menjadi salah satu tantangan percepatan elektrifikasi di Tanah Air, seperti pernah disampaikan oleh Dian Asmahani selaku Brand & Marketing Director Wuling Motors.
Jika dilihat dari sisi industri otomotif, Dian menjelaskan transisi dari kendaraan listrik khususnya mobil dari ICE ke EV sudah mulai didukung pemerintah. Namun tetap ada hambatan lain.
“Tantangan banyak tapi kita harus memikirkan seluruh ekosistem. Mulai dari supply chain kemudian dari produksi sendiri, kita juga pasti memikirkan limbah baterai,” ujar Dian.
Sri Agung Handayani, Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor juga pernah mengatakan hal serupa. Pengolahan limbah mobil listrik jadi salah satu aspek penting yang tidak boleh ketinggalan.
“Kebetulan kami Daihatsu mengurus sampai ke limbahnya. Akhirnya kita requirement-nya global,” tegas Sri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi