10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Kemenperin sorot masalah limbah kendaraan listrik yang salah satu penghambat komitmen net zero emission
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Percepatan elektrifikasi harus didukung beragam komitmen lain. Hal ini tidak terbatas pada penggunaan kendaraan listrik saja namun juga proses produksi ramah lingkungan demi mencapai NZE (Net Zero Emission).
Untuk diketahui pemakaian kendaraan listrik memang tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan mesin konvensional, mengeluarkan emisi dan bergantung dari jenis bahan bakar digunakan.
Namun produksi baterai kendaraan listrik baik itu BEV maupun hybrid memiliki jejak karbon. Beruntungnya perkembangan inovasi membuat dampak itu mulai berkurang.
Menyoroti hal tersebut, Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa emisi kendaraan listrik akan lebih rendah jika energi listrik saat produksi dan mengisi baterai berasal dari energi ramah lingkungan.
Limbah kendaraan listrik menjadi satu hal perlu diperhatikan oleh berbagai pihak agar tidak menjadi masalah baru di masa mendatang.
“Sehingga harapannya dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat membantu mengurangi penggunaan fase emisi pada BEV,” ungkap dia dikutip dari Antara, Jumat (13/10).
Selain limbah kendaraan listrik strategi dekarbonisasi juga termasuk pemanfaatan teknologi hemat energi dan rendah emisi, penggunaan energi baru dan terbarukan, efisiensi energi sampai manajemen limbah dan ekonomi sirkular.
Hal ini juga menjadi salah satu tantangan percepatan elektrifikasi di Tanah Air, seperti pernah disampaikan oleh Dian Asmahani selaku Brand & Marketing Director Wuling Motors.
Jika dilihat dari sisi industri otomotif, Dian menjelaskan transisi dari kendaraan listrik khususnya mobil dari ICE ke EV sudah mulai didukung pemerintah. Namun tetap ada hambatan lain.
“Tantangan banyak tapi kita harus memikirkan seluruh ekosistem. Mulai dari supply chain kemudian dari produksi sendiri, kita juga pasti memikirkan limbah baterai,” ujar Dian.
Sri Agung Handayani, Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor juga pernah mengatakan hal serupa. Pengolahan limbah mobil listrik jadi salah satu aspek penting yang tidak boleh ketinggalan.
“Kebetulan kami Daihatsu mengurus sampai ke limbahnya. Akhirnya kita requirement-nya global,” tegas Sri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika