Cara Mencari Kaca Film Untuk Mobil Listrik, Tak Boleh Asal Pilih
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Bahlil menjelaskan kalau pendataan penerima subsidi BBM dari pemerintah sudah berjalan sampai 98 persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah sepertinya semakin serius membatasi penerima subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak). Hal tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh golongan yang berhak.
Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) pun mengaku terus memperbarui data terkait siapa saja penerima bantuan dari pemerintah.
“Ya, 98 persen lah, sekarang datanya semua dikumpulkan ke satu pintu lewat BPS (Badan Pusat Statistik),” ungkap Bahlil Lahadalia di Antara, Rabu (8/1).
Bahlil pun menjelaskan bahwa seluruh data penerima subsidi BBM didapatkan dari berbagai sumber. Seperti milik Kementerian Sosial, PLN, Pertamina sampai pemangku kepentingan lain.
Pihaknya pun mengumpulkan semua dan menyatukan data-data tersebut melalui BPS. Sehingga langkah ini akan segera rampung.
“Sudah tiga kali perubahaan, sudah hampir (selesai) tinggal sedikit lagi,” lanjut salah satu menteri Presiden Prabowo Subianto itu.
Sebagai informasi, penyatuan data berbagai pemangku kepentingan bertujuan untuk mencegah terjadi tumpah tindih. Dengan begitu subsidi diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Sementara jika pemerintah telah selesai melakukan pendataan, maka Kementerian ESDM akan segera mengumumkan skema dan siapa saja penerima subsidi BBM.
Terkait bentuk bantuan serta bagaimana penyalurannya, Bahlil mengaku tidak bakal terlalu jauh dari apa yang sudah pernah ia sampaikan beberapa waktu lalu.
Memang pada pertengahan Desember 2024, dia sempat menuturkan bahwa kajian mengenai skema baru penyaluran bantuan dari pemerintah telah rampung.
Terdapat tiga cara disiapkan oleh Bahlil seperti mengalikan seluruh subsidi BBM dalam bentuk BLT (Bantuan Langsung Tunai).
Kedua adalah mempertahankan subsidi BBM berbentuk barang untuk digunakan oleh seluruh transportasi sampai fasilitas umum.
Hal tersebut dilakukan demi menahan laju inflasi, sementara sebagian besar bantuan bagi masyarakat akan dialihkan ke dalam bentuk BLT.
Sedangkan alternatif yang ketiga atau terakhir, pemerintah berencana menaikan harga BBM subsidi seperti Pertalite serta Bio Solar.
Sekadar mengingatkan, harga BBM subsidi jenis Pertalite masih berada di Rp 10.000 per liter. Kemudian Bio Solar dijual Rp 6.800 per liter di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
Memang sebelumnya pemerintah diminta berbagai pihak buat mengidentifikasi dengan akurat siapa masyarakat berhak menerima bantuan.
Selain itu mesti jelas kriteria pengguna bahan bakar dengan harga terjangkau. Sehingga dapat mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika