Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Hingga H-2 Lebaran 2024 pemudik motor terpantau masih padati kawasan pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mudik naik motor masih menjadi primadona bagi banyak orang di Indonesia. Meskipun pemerintah mengimbau untuk tidak menggunakan moda transportasi tersebut.
Pemudik motor dari tahun ke tahun selalu menjadi penyumbang angka kecelakaan terbanyak. Tingginya risiko membuat kendaraan jenis ini tidak disarankan untuk pulang kampung.
Sebagai solusi dari permasalahan di atas, pemerintah didukung beberapa pihak menggelar mudik gratis. Fasilitas ini menyasar pengguna sepeda motor agar beralih ke bus.
Namun upaya itu belum sepenuhnya berhasil. Karena terbukti penunggang kuda besi masih padat terlihat pada mudik lebaran 2024.
Dua hari jelang hari raya Idul Fitri 1445 H, pemudik motor masih memadati area Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten. Dilansir dari Antara, Kawasan Ciwandan masih dipadati pengguna kendaraan R2 hingga hari ini (08/04).
Seperti tradisi pulang ke kampung halaman, barang bawaan para pemudik juga banyak. Terlihat mereka memboyong kardus yang diikat pada bagian depan maupun belakang motor.
Mengandalkan kuda besi dalam bepergian memang menguntungkan. Salah satunya adalah terhindar dari kemacetan.
Saepi bersama istri dan anaknya mengaku tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan. Pemudik tujuan Kalianda, Lampung ini tetap merasa nyaman.
Sementara pemudik motor lain memutuskan moda transportasi tersebut dengan alasan khusus. Ia memilih kendaraan roda dua karena sudah terlambat berangkat.
“Saya belajar dari mudik tahun lalu, kalau mudik pas puncaknya pasti kejebak macet parah. Maka milih mepet menjelang lebaran, alhamdulillah perjalanan lancar," kata salah seorang pemudik dari Bekasi.
Mudik Lebaran 2024 dikatakan terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. Jutaan orang akan berpindah dari Jakarta hingga daerah masing-masing.
Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik mengalami kenaikan 5.94 persen. Sehingga kemacetan dipastikan terjadi.
Seperti terjadi pada tol Merak yang mengalami kemacetan panjang pada Sabtu silam. Pelabuhan Merak disambangi 29 ribu orang setiap harinya sehingga menampilkan penumpukkan.
Angka di atas juga tidak berbanding dengan jumlah kapal laut pengangkut. Sehingga terjadi penumpukan hingga berjam-jam.
Antrean kendaraan juga terjadi dari tol hingga Pelabuhan dikatakan mencapai 11 kilometer. Hal ini membuat para pemudik mobil dan lain-lain mengalami kelelahan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
26 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial