Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Penjualan mobil listrik China perlahan semakin menjamur, terkhusus di wilayah Asia dan Amerika Utara
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mobil listrik China sudah mulai banyak di sejumlah negara terkhusus Asia dan Amerika Selatan. Ada beberapa keunggulan ditawarkan namun faktor yang bermain penting ialah harga.
Contoh terdekat adalah Wuling Air ev yang sudah dijual di Indonesia. Mendapat respon positif dari konsumen, mobil listrik berukuran kompak itu dibanderol Rp180 jutaan sampai Rp300 jutaan tergantung varian dan jarak tempuh.
Sementara di negara asal, nama besar seperti BYD disebut mulai menyalip penjualan Tesla. Merek itu juga digadang sebagai kompetitor terkuat Tesla saat ini perlu jadi perhatian Elon Musk, CEO Tesla.
Data dari JATO Dynamics, sebuah badan riset pasar otomotif menegaskan bahwa mobil listrik China tengah mendominasi penjualan di banyak negara Asia Selatan sampai Amerika Selatan.
Dikutip dari Insideevs, Selasa (7/11) berikut adalah penjualan mobil listrik China di berbagai negara.
Di Rusia persentase mobil listrik China banyak karena dipengaruhi oleh perang, di mana banyak pabrikan Barat menghentikan sementara penjualan EV di tempat tersebut
Meski dengan harga lebih rendah pabrik mobil listrik China bisa menawarkan beragam hal menarik buat calon konsumen seperti kualitas, desain dan teknologi ataupun fitur di dalamnya.
Padahal di 2015 harga mobil listrik China jauh lebih mahal ketimbang model produksi merek Eropa atau Amerika Serikat. Namun dalam waktu 8 tahun keadaan justru berbalik.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan MotorTrend, Stella Li selaku Executive President BYD & CEO BYD Amerika pernah membeberkan rahasia sukses produsen China.
“Kalau Anda berkunjung ke pameran otomotif China bisa dilihat para produsen EV berfokus pada inovasi. Mereka berkompetisi untuk membawa fitur teknologi tinggi dan desain mewah agar mobil dapat lebih dinikmati,” ujar dia.
Sehingga meski dengan harga lebih rendah banyak hal bisa ditawarkan dan bisa jadi bahan pertimbangan buat calon konsumen. Strategi BYD yakni menyeimbangkan lini produk harga terjangkau dengan yang premium.
“Kita bisa menyematkan teknologi khusus untuk kendaraan premium, tapi juga punya kemampuan untuk mengembangkan sistem serupa dengan biaya produksi lebih rendah sehingga mobil tersebut jadi kompetitif,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra