Penjualan Merek Mobil Mewah Agustus 2026: BMW dan Lexus Sumringah
17 September 2026, 15:00 WIB
Hadapi persaingan ketat dari Tiongkok, Uni Eropa mau terapkan tarif impor mobil listrik China seperti di AS
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tidak hanya di Amerika Serikat, kini Uni Eropa memberlakukan tarif impor mobil listrik China guna menghadapi persaingan yang semakin ketat. Besarannya ada di kisaran 17,4 persen sampai 38,1 persen.
Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (19/6) tarif impor mobil listrik direncakan berlaku mulai 4 Juli 2024. Keputusan itu diambil setelah melihat banyak manufaktur mobil listrik membalap kompetitor asal Eropa.
Namun hal ini turut menuai protes dari sejumlah pihak pabrikan terkhusus manufaktur Jerman. Mengingat banyak merek menjadikan China sebagai salah satu pasar terpenting mereka seperti Mercedes-Benz, BMW dan Volkswagen.
Maximilian Butek, Direktur Eksekutif Kamar Dagang Jerman di China Barat mengungkapkan pemberlakuan tarif tidak melindungi atau menjaga persaingan sehat bagi merek Jerman.
“Kita mengadvokasi pentingnya investasi pada persaingan di Uni Eropa ketimbang melindungi industri otomotif (dengan tarif impor),” ungkap dia di sela konferensi pers, dikutip Rabu.
Pihak China sendiri bakal merespon lewat pemberlakuan kebijakan serupa menghadapi hal tersebut. Sampai November mendatang, pihak Uni Eropa harus menetapkan apakah tarif impor mobil listrik berlaku permanen atau sementara.
Perwakilan dari Jerman disebut akan berkunjung ke China guna mendiskusikan tarif impor mobil listrik yang akan segera berlaku dalam waktu dekat. Maximilian berharap ada jalan tengah bisa diambil lewat negosiasi kedua pihak.
“Market Share mobil listrik China di Uni Eropa masih sangat kecil. Jadi saya pikir masih ada ruang untuk bernegosiasi daripada mengikuti eskalasi tarif impor,” tegas dia.
Clas Neumann, Ketua Dewan Kamar Dagang Jerman di China Barat mengatakan pemerintah Jerman harus mendorong persaingan sehat antar merek Eropa di Tiongkok.
Saat ini yang jadi tantangan utama buat manufaktur Jerman adalah perang harga terkhusus di industri otomotif.
“Ada tekanan harga yang signifikan di pasar karena banyaknya jumlah kompetitor atau hasil produksi dari para pesaing tersebut,” kata Neumann.
Sektor otomotif Tiongkok memang disebut memulai perang harga mobil listrik dalam selama dua tahun belakangan. Sehingga banyak manufaktur ikut berlomba menjual kendaraan dengan banderol paling kompetitif agar bisa bersaing di pasaran.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 15:00 WIB
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan