Mobil Listrik China Dijegal Tarif Impor Uni Eropa

Hadapi persaingan ketat dari Tiongkok, Uni Eropa mau terapkan tarif impor mobil listrik China seperti di AS

Mobil Listrik China Dijegal Tarif Impor Uni Eropa
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Tidak hanya di Amerika Serikat, kini Uni Eropa memberlakukan tarif impor mobil listrik China guna menghadapi persaingan yang semakin ketat. Besarannya ada di kisaran 17,4 persen sampai 38,1 persen.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (19/6) tarif impor mobil listrik direncakan berlaku mulai 4 Juli 2024. Keputusan itu diambil setelah melihat banyak manufaktur mobil listrik membalap kompetitor asal Eropa.

Namun hal ini turut menuai protes dari sejumlah pihak pabrikan terkhusus manufaktur Jerman. Mengingat banyak merek menjadikan China sebagai salah satu pasar terpenting mereka seperti Mercedes-Benz, BMW dan Volkswagen.

Maximilian Butek, Direktur Eksekutif Kamar Dagang Jerman di China Barat mengungkapkan pemberlakuan tarif tidak melindungi atau menjaga persaingan sehat bagi merek Jerman.

Mobil listrik China, BYD
Photo : BYD

“Kita mengadvokasi pentingnya investasi pada persaingan di Uni Eropa ketimbang melindungi industri otomotif (dengan tarif impor),” ungkap dia di sela konferensi pers, dikutip Rabu.

Pihak China sendiri bakal merespon lewat pemberlakuan kebijakan serupa menghadapi hal tersebut. Sampai November mendatang, pihak Uni Eropa harus menetapkan apakah tarif impor mobil listrik berlaku permanen atau sementara.

Perwakilan dari Jerman disebut akan berkunjung ke China guna mendiskusikan tarif impor mobil listrik yang akan segera berlaku dalam waktu dekat. Maximilian berharap ada jalan tengah bisa diambil lewat negosiasi kedua pihak.

“Market Share mobil listrik China di Uni Eropa masih sangat kecil. Jadi saya pikir masih ada ruang untuk bernegosiasi daripada mengikuti eskalasi tarif impor,” tegas dia.

Perang Harga Mobil Listrik China

Clas Neumann, Ketua Dewan Kamar Dagang Jerman di China Barat mengatakan pemerintah Jerman harus mendorong persaingan sehat antar merek Eropa di Tiongkok.

Saat ini yang jadi tantangan utama buat manufaktur Jerman adalah perang harga terkhusus di industri otomotif.

Spesifikasi Neta X
Photo : Carnewschina

“Ada tekanan harga yang signifikan di pasar karena banyaknya jumlah kompetitor atau hasil produksi dari para pesaing tersebut,” kata Neumann.

Sektor otomotif Tiongkok memang disebut memulai perang harga mobil listrik dalam selama dua tahun belakangan. Sehingga banyak manufaktur ikut berlomba menjual kendaraan dengan banderol paling kompetitif agar bisa bersaing di pasaran.


Terkini

otosport
MotoGP Jepang 2026

Martin Tak Mau Kehilangan Momentum di MotoGP Jepang 2026

Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara

news
Lokasi SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal Oktober 2026, Ada di 2 Tempat

Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 Oktober 2026, Masih Efektif Atasi Macet

Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Biaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 1 Oktober

Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda

news
Shell Helix Ultra

Shell Lubricants Kembali Pimpin Pasar Pelumas Global

Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade

mobil
Daihatsu

Daihatsu Jaga Laju Pertumbuhan Penjualan di Pasar Jawa Tengah

Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya

news
Ganjil Genap Jakarta

10 Tahun Diterapkan, Ganjil Genap Jakarta Bakal Dievaluasi

Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade

mobil
Jaecoo J5 EV Genuine Body Kit

Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen

Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan