Mercedes-Benz Diduga Curangi Hasil Emisi Pakai Alat Defeat

Bukan pertama kali, Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi pakai defeat device untuk kendaraan dieselnya

Mercedes-Benz Diduga Curangi Hasil Emisi Pakai Alat Defeat
Serafina Ophelia

TRENOTO – Kejadian Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi bukan pertama kali terjadi. Baru-baru ini kembali terungkap hal serupa yang diungkapkan oleh German Federal Motor Transport Authority.

Pada memo bertanggal 7 Juli 2023 disebut ada tiga alat defeat berbasis software ditemukan pada mesin diesel OM642 mobil Mercedes-Benz E350 BlueTec. Dua di antaranya disesuaikan untuk beroperasi berdasarkan temperatur mesin.

Deutsche Umwelthilfe (DUH) sebagai grup perlindungan konsumen bagian lingkungan hidup memberikan bocoran surat diterima dari saksi pelapor atau whistleblower anonim.

Untuk diketahui defeat device merupakan alat terlarang di Eropa, merupakan elemen desain yang dapat mendeteksi temperatur, kecepatan kendaraan, RPM, gir transmisi atau parameter lain untuk mengaktivasi, modulasi sampai menon-aktifkan sistem pengontrol emisi.

Skema cicilan Mercedes-Benz C200 Avantgarde
Photo : Mercedes

Penggunaan alat itu dalam beberapa kondisi diperbolehkan jika untuk melindungi mesin dari kerusakan parah atau berkaitan keselamatan pengguna kendaraan.

Diberitakan oleh Reuters, pihak Mercedes-Benz akan bekerja sama pihak terkait. Dalam sebuah pernyataan disebutkan Mercedes telah mengembangkan teknologi untuk menghadapi isu tersebut lewat software.

“Saat ini kami berasumsi software update untuk beberapa kendaraan mungkin mempengaruhi hasil akhir terkait fungsionalitas kendaraan,” tulis perwakilan Mercedes-Benz.

Pernah Terjadi Tahun Lalu

Ada tuntutan terhadap Mercedes-Benz karena telah menyebabkan kerugian ribuan dolar imbas penggunaan ‘alat curang’ memanipulasi emisi diesel.

Terdaftar di pengadilan Victoria, kasusnya melibatkan beribu-ribu kendaraan dijual di Australia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lansiran Januari 2008 sampai Desember 2018 baik unit baru maupun bekas.

Alat tersebut dikatakan memanipulasi level emisi mesin diesel pada mobil Mercedes sehingga gas berbahaya termasuk nitrogen oxide bisa ditekan demi lolos tes.

Skema cicilan Mercedes-Benz C200 Avantgarde
Photo : Istimewa

“Berdasarkan penemuan kami dari sejumlah laporan pengadilan serta penyelidikan pemerintah, kami sangat percaya Mercedes punya kasus serius yang harus dijawab,” ucap Gerard Malouf, GMP (Gerard Malouf and Partners) Chairman.

Kebijakan emisi tersebut ditegakan untuk memperhatikan kesehatan dan lingkungan konsumen. Pihak Gerard saat itu menyebut akan berdiri untuk melindungi hak-hak konsumen.


Terkini

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil genap Jakarta Hari ini Kamis 30 April 2026, Terakhir Pekan Ini

Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Penghujung April 2026

SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Ada di 5 Tempat Hari Ini 30 April 2026

Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi

mobil
Mitsubishi Xforce

5 Fitur Mitsubishi Xforce yang Manjakan Konsumen

Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari

mobil
Jetour

Bocoran Mobil Baru Jetour di Indonesia, Ada T1 dan T2 PHEV

Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri

mobil
Jetour

JETOUR Bawa Lini Produk Lengkap di Auto China 2026

Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga

mobil
Chery

Kabar Terbaru Akuisisi Pabrik Handal Pondok Ungu Oleh Chery

Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025

mobil
Kia

Strategi Baru Kia untuk Pasar Indonesia

Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air