Mercedes-Maybach EQS 680 SUV Listrik Penggoda Sultan Tanah Air
06 November 2025, 18:00 WIB
Bukan pertama kali, Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi pakai defeat device untuk kendaraan dieselnya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Kejadian Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi bukan pertama kali terjadi. Baru-baru ini kembali terungkap hal serupa yang diungkapkan oleh German Federal Motor Transport Authority.
Pada memo bertanggal 7 Juli 2023 disebut ada tiga alat defeat berbasis software ditemukan pada mesin diesel OM642 mobil Mercedes-Benz E350 BlueTec. Dua di antaranya disesuaikan untuk beroperasi berdasarkan temperatur mesin.
Deutsche Umwelthilfe (DUH) sebagai grup perlindungan konsumen bagian lingkungan hidup memberikan bocoran surat diterima dari saksi pelapor atau whistleblower anonim.
Untuk diketahui defeat device merupakan alat terlarang di Eropa, merupakan elemen desain yang dapat mendeteksi temperatur, kecepatan kendaraan, RPM, gir transmisi atau parameter lain untuk mengaktivasi, modulasi sampai menon-aktifkan sistem pengontrol emisi.
Penggunaan alat itu dalam beberapa kondisi diperbolehkan jika untuk melindungi mesin dari kerusakan parah atau berkaitan keselamatan pengguna kendaraan.
Diberitakan oleh Reuters, pihak Mercedes-Benz akan bekerja sama pihak terkait. Dalam sebuah pernyataan disebutkan Mercedes telah mengembangkan teknologi untuk menghadapi isu tersebut lewat software.
“Saat ini kami berasumsi software update untuk beberapa kendaraan mungkin mempengaruhi hasil akhir terkait fungsionalitas kendaraan,” tulis perwakilan Mercedes-Benz.
Ada tuntutan terhadap Mercedes-Benz karena telah menyebabkan kerugian ribuan dolar imbas penggunaan ‘alat curang’ memanipulasi emisi diesel.
Terdaftar di pengadilan Victoria, kasusnya melibatkan beribu-ribu kendaraan dijual di Australia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lansiran Januari 2008 sampai Desember 2018 baik unit baru maupun bekas.
Alat tersebut dikatakan memanipulasi level emisi mesin diesel pada mobil Mercedes sehingga gas berbahaya termasuk nitrogen oxide bisa ditekan demi lolos tes.
“Berdasarkan penemuan kami dari sejumlah laporan pengadilan serta penyelidikan pemerintah, kami sangat percaya Mercedes punya kasus serius yang harus dijawab,” ucap Gerard Malouf, GMP (Gerard Malouf and Partners) Chairman.
Kebijakan emisi tersebut ditegakan untuk memperhatikan kesehatan dan lingkungan konsumen. Pihak Gerard saat itu menyebut akan berdiri untuk melindungi hak-hak konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 November 2025, 18:00 WIB
02 November 2025, 13:00 WIB
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
21 Oktober 2025, 13:00 WIB
08 Oktober 2025, 16:00 WIB
Terkini
29 November 2025, 17:28 WIB
Mobil listrik J5 EV terpesan ribuan unit, Jaecoo terus kejar pengiriman agar bisa penuhi kebutuhan konsumen
29 November 2025, 15:04 WIB
Pengguna mobil listrik sampai hybrid Toyota dan Lexus bakal dimanjakan dengan berbagai fasilitas disediakan
29 November 2025, 13:00 WIB
Selama GJAW 2025, diler memberikan diskon sampai Rp 150 juta untuk mobil listrik Hyundai Kona Electric
29 November 2025, 11:00 WIB
QJMotor luncurkan 2 motor baru yang spesifikasinya dirancang untuk mendukung mobilitas harian penggunanya
29 November 2025, 09:00 WIB
Kepolisian ungkap jumlah kecelakaan lalu lintas pada semester I 2025 mengalami penurunan dibanding 2024
29 November 2025, 08:00 WIB
Selama GJAW 2025, banyak tenaga penjual yang menawarkan potongan harga untuk pembelian semua mobil LCGC
29 November 2025, 07:00 WIB
Daihatsu ungkap salah satu program CSR, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan berupa konservasi penyu
29 November 2025, 06:07 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia