Mercedes-Benz Masih Tunggu Kepastian Juklak IEU-CEPA di Indonesia
02 Desember 2025, 11:00 WIB
Bukan pertama kali, Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi pakai defeat device untuk kendaraan dieselnya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Kejadian Mercedes-Benz diduga curangi hasil emisi bukan pertama kali terjadi. Baru-baru ini kembali terungkap hal serupa yang diungkapkan oleh German Federal Motor Transport Authority.
Pada memo bertanggal 7 Juli 2023 disebut ada tiga alat defeat berbasis software ditemukan pada mesin diesel OM642 mobil Mercedes-Benz E350 BlueTec. Dua di antaranya disesuaikan untuk beroperasi berdasarkan temperatur mesin.
Deutsche Umwelthilfe (DUH) sebagai grup perlindungan konsumen bagian lingkungan hidup memberikan bocoran surat diterima dari saksi pelapor atau whistleblower anonim.
Untuk diketahui defeat device merupakan alat terlarang di Eropa, merupakan elemen desain yang dapat mendeteksi temperatur, kecepatan kendaraan, RPM, gir transmisi atau parameter lain untuk mengaktivasi, modulasi sampai menon-aktifkan sistem pengontrol emisi.
Penggunaan alat itu dalam beberapa kondisi diperbolehkan jika untuk melindungi mesin dari kerusakan parah atau berkaitan keselamatan pengguna kendaraan.
Diberitakan oleh Reuters, pihak Mercedes-Benz akan bekerja sama pihak terkait. Dalam sebuah pernyataan disebutkan Mercedes telah mengembangkan teknologi untuk menghadapi isu tersebut lewat software.
“Saat ini kami berasumsi software update untuk beberapa kendaraan mungkin mempengaruhi hasil akhir terkait fungsionalitas kendaraan,” tulis perwakilan Mercedes-Benz.
Ada tuntutan terhadap Mercedes-Benz karena telah menyebabkan kerugian ribuan dolar imbas penggunaan ‘alat curang’ memanipulasi emisi diesel.
Terdaftar di pengadilan Victoria, kasusnya melibatkan beribu-ribu kendaraan dijual di Australia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lansiran Januari 2008 sampai Desember 2018 baik unit baru maupun bekas.
Alat tersebut dikatakan memanipulasi level emisi mesin diesel pada mobil Mercedes sehingga gas berbahaya termasuk nitrogen oxide bisa ditekan demi lolos tes.
“Berdasarkan penemuan kami dari sejumlah laporan pengadilan serta penyelidikan pemerintah, kami sangat percaya Mercedes punya kasus serius yang harus dijawab,” ucap Gerard Malouf, GMP (Gerard Malouf and Partners) Chairman.
Kebijakan emisi tersebut ditegakan untuk memperhatikan kesehatan dan lingkungan konsumen. Pihak Gerard saat itu menyebut akan berdiri untuk melindungi hak-hak konsumen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Desember 2025, 11:00 WIB
01 Desember 2025, 13:00 WIB
06 November 2025, 18:00 WIB
02 November 2025, 13:00 WIB
28 Oktober 2025, 19:00 WIB
Terkini
13 Desember 2025, 22:00 WIB
Mitsubishi Fuso berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki situasi pasar kendaraan niaga di Indonesia
13 Desember 2025, 21:00 WIB
Mobil rakyat memiliki konsep yang serupa dengan AMMDes, membantu mobilitas dan logistik masyarakat desa
13 Desember 2025, 20:00 WIB
Mobil rakyat dari PT Pindad bakal bertenaga listrik, harganya kompetitif guna menjangkau masyarakat pedesaan
13 Desember 2025, 19:00 WIB
Menurut data Gaikindo, pasar mobil LCGC mengalami penurunan sampai 0,7 persen sepanjang November 2025
13 Desember 2025, 18:07 WIB
Kemenhub menghadirkan angkutan motor gratis selama libur Nataru demi memudahkan perjalanan masyarakat
13 Desember 2025, 17:41 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Bitung digelar di Sulawesi Utara, berbagai komunitas otomotif ikut meramaikan
13 Desember 2025, 13:00 WIB
Ducati Indonesia menyiapkan program potongan harga di penghujung 2025, nominalnya tembus Rp 200 juta
13 Desember 2025, 11:00 WIB
Cicido hadir menawarkan aksesoris untuk meningkatkan kenyamanan berkendara saat libur Natal dan tahun baru 2025