Penjualan Mobil 2025 Lampaui Target, Desember Rekor Tertinggi
10 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menilai, insentif dari pemerintah bisa membuat pasar kendaraan niaga kembali bergairah di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya mobil penumpang yang turun penjualannya di 2025. Namun kendaraan niaga turut mengalami hal serupa.
Situasi ini mendorong beberapa pihak untuk mendesak pemerintah, memberikan insentif bagi segmen komersial di 2026.
Seperti dilontarkan oleh Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku produsen Mitsubishi Fuso di Indonesia.
“Ya benar, positif (usulan insentif). Memang harus ada langkah-langkah strategis pemerintah bagaimana industri otomotif, khususnya komersial ini bisa recover,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Menurut Aji, segmen kendaraan niaga perlu stimulus dari pemerintah. Mengingat penurunan penjualan tidak hanya terlihat di tahun ini saja.
Kondisi serupa bahkan sudah berlangsung sejak 2022. Kemudian berlanjut pada 2023, 2024 sampai ke 2025.
“Kalau tidak ada action apa-apa, ya mungkin bisa turun lagi (penjualan) ke depannya,” tegas Aji.
Oleh sebab itu, Mitsubishi Fuso mendorong pemerintah buat juga mengguyur insentif bagi pasar kendaraan komersial.
Hal ini penting agar di 2026 pasar kembali bergairah. Kemudian penjualan dapat menunjukkan kinerja positif.
Sebelumnya, memang usulan insentif turut dilontarkan oleh Kalista. Akan tetapi mereka meminta stimulus buat kendaraan listrik niaga.
“Mungkin perlu ada insentif seperti di kendaraan penumpang yang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya 10 persen atau motor (insentif) Rp 7 juta,” kata Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista dalam kesempatan berbeda.
Penggunaan kendaraan listrik untuk keperluan niaga disebut mampu membantu menekan emisi. Mengingat rute operasional di segmen tersebut cukup tinggi.
Menurut Albert di sejumlah negara lain seperti Singapura dan Malaysia, insentif diberikan buat Electric Vehicle (EV) lintas segmen. Sehingga adopsinya jadi lebih merata.
“Itu bisa menjadi salah satu cara untuk percepatan. Karena kalau orang atau perusahaan diberikan insentif pasti lebih cepat berubah,” pungkas dia.
Di sisi lain, Kalista turut mendorong pembangunan persebaran infrastruktur yang lebih merata. Sehingga konsumen fleet bisa semakin yakin dalam menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan armada.
Sebagai informasi, Mitsubishi Fuso sejatinya juga memiliki kendaraan listrik niaga. Mereka telah memasarkan eCanter buat konsumen di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 07:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
05 Januari 2026, 12:00 WIB
03 Januari 2026, 19:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
10 Januari 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa faktor mengapa AISI menetapkan target penjualan motor baru di 6,7 juta buat periode 2026
10 Januari 2026, 07:00 WIB
Pada periode Januari-Desember 2025 penjualan mobil mencapai 800 ribu unit lebih, banyak merek alami kenaikan
09 Januari 2026, 19:00 WIB
Sejumlah komunitas motor berkumpul di kawasan Sentul, Jawa Barat untuk kamping bersama menyambut silahturahmi
09 Januari 2026, 18:00 WIB
Nama Hyundai Ioniq 5 N ramai jadi perbincangan pasca terbakar di Medan, diduga milik Gubernur Sumatera Utara
09 Januari 2026, 17:00 WIB
Hyundai mengalami penurunan penjualan mobil di penghujung tahun, menjadi capaian terendahnya sepanjang 2025
09 Januari 2026, 16:00 WIB
Ada syarat yang harus dipenuhi untuk memanfaatkan diskon Suzuki Jimny 5 pintu sebesar Rp 100 juta di awal 2026
09 Januari 2026, 15:00 WIB
Model edisi khusus Toyota GR Yaris Morizo RR hanya bisa dibeli melalui aplikasi GR App, unitnya terbatas
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Demi mengurai kemacetan yang sering terjadi, kepolisian menyiapkan ganjil genap Puncak Bogor dan one way