Periklindo Akhirnya Sebut Mobil Hybrid Berhak Dapat Insentif
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi Fuso menilai, insentif dari pemerintah bisa membuat pasar kendaraan niaga kembali bergairah di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya mobil penumpang yang turun penjualannya di 2025. Namun kendaraan niaga turut mengalami hal serupa.
Situasi ini mendorong beberapa pihak untuk mendesak pemerintah, memberikan insentif bagi segmen komersial di 2026.
Seperti dilontarkan oleh Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku produsen Mitsubishi Fuso di Indonesia.
“Ya benar, positif (usulan insentif). Memang harus ada langkah-langkah strategis pemerintah bagaimana industri otomotif, khususnya komersial ini bisa recover,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Menurut Aji, segmen kendaraan niaga perlu stimulus dari pemerintah. Mengingat penurunan penjualan tidak hanya terlihat di tahun ini saja.
Kondisi serupa bahkan sudah berlangsung sejak 2022. Kemudian berlanjut pada 2023, 2024 sampai ke 2025.
“Kalau tidak ada action apa-apa, ya mungkin bisa turun lagi (penjualan) ke depannya,” tegas Aji.
Oleh sebab itu, Mitsubishi Fuso mendorong pemerintah buat juga mengguyur insentif bagi pasar kendaraan komersial.
Hal ini penting agar di 2026 pasar kembali bergairah. Kemudian penjualan dapat menunjukkan kinerja positif.
Sebelumnya, memang usulan insentif turut dilontarkan oleh Kalista. Akan tetapi mereka meminta stimulus buat kendaraan listrik niaga.
“Mungkin perlu ada insentif seperti di kendaraan penumpang yang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya 10 persen atau motor (insentif) Rp 7 juta,” kata Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista dalam kesempatan berbeda.
Penggunaan kendaraan listrik untuk keperluan niaga disebut mampu membantu menekan emisi. Mengingat rute operasional di segmen tersebut cukup tinggi.
Menurut Albert di sejumlah negara lain seperti Singapura dan Malaysia, insentif diberikan buat Electric Vehicle (EV) lintas segmen. Sehingga adopsinya jadi lebih merata.
“Itu bisa menjadi salah satu cara untuk percepatan. Karena kalau orang atau perusahaan diberikan insentif pasti lebih cepat berubah,” pungkas dia.
Di sisi lain, Kalista turut mendorong pembangunan persebaran infrastruktur yang lebih merata. Sehingga konsumen fleet bisa semakin yakin dalam menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan armada.
Sebagai informasi, Mitsubishi Fuso sejatinya juga memiliki kendaraan listrik niaga. Mereka telah memasarkan eCanter buat konsumen di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
25 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026
27 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sejumlah pembalap disebut menolak untuk melakoni MotoGP Qatar 2026 pekan depan karena masalah keamanan
27 Oktober 2026, 18:59 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang dan mendulang poin sempurna di MotoGP Malaysia 2026
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals