Sirkuit All-Terrain BYD Tawarkan Pengalaman Unik Buat Pengunjung
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
Tercatat ada empat koleksi kendaraan Henri Alfiandi yang ada di LHKPN milik KPK seperti Livina sampai pesawat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, Kabasarnas (Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) ditetapkan KPK menjadi tersangka. Dia tersandung kasus dugaan suap proyek pengadaan barang pada medio 2021-203.
Penetapannya tak berselang lama setelah komisi antirasuah melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap Letkol Arif Budi Cahyanto yang merupakan Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Basarnas.
Kasus korupsi tersebut diduga terkait dengan pemenangan sejumlah proyek di Basarnas. Satu diantaranya adalah pengadaan alat deteksi korban reruntuhan senilai Rp9.9 miliar.
Selanjutnya pengadaan public safety diving equipment dengan nilai kontrak Rp17.4 miliar serta kendaraan kendali jarak jauh (remotely operated vehicle/ROV) untuk KN SAR Ganesha (multiyears 2023-2024) sebesar Rp89.9 miliar.
Proyeknya diikuti oleh PT Intertekno Grafika Sejati (IGS), PT Multi Grafika Cipta Sejati (MGCS) maupun PT Kindah Abadi Utama (KAU).
Kemudian para petinggi perusahaan mendekati Henri Alfiandi untuk dimenangkan lelang proyek. Hal itu dilakukan melalui perantara Afri Budi Cahyanto.
Dalam beberapa kali pertemuan antara para bos perusahaan dengan Kabasarnas menghasilkan kesepakatan penetapan jatah komisi sebesar 10 persen.
Lantas KPK mendapatkan laporan mengenai kesepakatan di atas. Mereka langsung menggelar OTT di dua tempat yang disebutkan sebelumnya.
Di luar kasusnya, Henri merupakan seorang perwira tinggi militer. Pria tersebut tercatat memiliki harta senilai Rp10 miliar di LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang dilaporkan terakhir pada 24 Maret 2023.
Di dalamnya dijelaskan jenderal bintang tiga ini memiliki beberapa aset. Seperti tanah dan bangunan dengan taksiran Rp4.8 miliar.
Jumlah tersebut terbagi di sejumlah lokasi. Mulai dari Pekanbaru sampai Kampar berstatus hasil sendiri.
Kemudian harta bergerak lainnya sebanyak Rp452 juta. Kas serta setara kas senilai Rp4 miliar, tak ketinggalan harta lainnya Rp600 juta.
Sementara buat alat transportasi dan mesin dia tercatat memiliki beberapa kendaraan. Semuanya ditaksir Rp1 miliar.
Kendaraan Henri Alfiandi pertama ada Nissan Grand Livina. Mobil tersebut lansiran 2012 berstatus hasil sendiri senilai Rp60 juta.
Kedua Fin Komodo IV produksi 2019. Sama seperti sebelumnya merupakan hasil sendiri dengan harga Rp60 juta.
Kendaraan Henri Alfiandi yang ketiga datang dari pabrikan Jepang. Di garasinya terdapat Honda CR-V 2019 hasil sendiri senilai Rp275 juta.
Terakhir yang bikin unik koleksi kendaraan Henri Alfiandi adalah pesawat terbang Zenith 750 Stol rakitan 2019. Dijelaskan sebagai hasil sendiri dan ditebus dengan uang Rp650 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan