Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
Tercatat ada empat koleksi kendaraan Henri Alfiandi yang ada di LHKPN milik KPK seperti Livina sampai pesawat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, Kabasarnas (Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) ditetapkan KPK menjadi tersangka. Dia tersandung kasus dugaan suap proyek pengadaan barang pada medio 2021-203.
Penetapannya tak berselang lama setelah komisi antirasuah melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap Letkol Arif Budi Cahyanto yang merupakan Koordinator Staf Administrasi (Koorsmin) Basarnas.
Kasus korupsi tersebut diduga terkait dengan pemenangan sejumlah proyek di Basarnas. Satu diantaranya adalah pengadaan alat deteksi korban reruntuhan senilai Rp9.9 miliar.
Selanjutnya pengadaan public safety diving equipment dengan nilai kontrak Rp17.4 miliar serta kendaraan kendali jarak jauh (remotely operated vehicle/ROV) untuk KN SAR Ganesha (multiyears 2023-2024) sebesar Rp89.9 miliar.
Proyeknya diikuti oleh PT Intertekno Grafika Sejati (IGS), PT Multi Grafika Cipta Sejati (MGCS) maupun PT Kindah Abadi Utama (KAU).
Kemudian para petinggi perusahaan mendekati Henri Alfiandi untuk dimenangkan lelang proyek. Hal itu dilakukan melalui perantara Afri Budi Cahyanto.
Dalam beberapa kali pertemuan antara para bos perusahaan dengan Kabasarnas menghasilkan kesepakatan penetapan jatah komisi sebesar 10 persen.
Lantas KPK mendapatkan laporan mengenai kesepakatan di atas. Mereka langsung menggelar OTT di dua tempat yang disebutkan sebelumnya.
Di luar kasusnya, Henri merupakan seorang perwira tinggi militer. Pria tersebut tercatat memiliki harta senilai Rp10 miliar di LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang dilaporkan terakhir pada 24 Maret 2023.
Di dalamnya dijelaskan jenderal bintang tiga ini memiliki beberapa aset. Seperti tanah dan bangunan dengan taksiran Rp4.8 miliar.
Jumlah tersebut terbagi di sejumlah lokasi. Mulai dari Pekanbaru sampai Kampar berstatus hasil sendiri.
Kemudian harta bergerak lainnya sebanyak Rp452 juta. Kas serta setara kas senilai Rp4 miliar, tak ketinggalan harta lainnya Rp600 juta.
Sementara buat alat transportasi dan mesin dia tercatat memiliki beberapa kendaraan. Semuanya ditaksir Rp1 miliar.
Kendaraan Henri Alfiandi pertama ada Nissan Grand Livina. Mobil tersebut lansiran 2012 berstatus hasil sendiri senilai Rp60 juta.
Kedua Fin Komodo IV produksi 2019. Sama seperti sebelumnya merupakan hasil sendiri dengan harga Rp60 juta.
Kendaraan Henri Alfiandi yang ketiga datang dari pabrikan Jepang. Di garasinya terdapat Honda CR-V 2019 hasil sendiri senilai Rp275 juta.
Terakhir yang bikin unik koleksi kendaraan Henri Alfiandi adalah pesawat terbang Zenith 750 Stol rakitan 2019. Dijelaskan sebagai hasil sendiri dan ditebus dengan uang Rp650 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta