Daihatsu Jaga Laju Pertumbuhan Penjualan di Pasar Jawa Tengah
30 September 2026, 20:53 WIB
Belum temui titik terang, Kemendag masih investigasi dan minta klarifikasi atas skandal uji tabrak Daihatsu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Skandal uji tabrak Daihatsu yang belum lama ini ramai diperbincangkan masih belum temui titik terang di Indonesia. Namun pihak PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sudah bertemu Kemendag (Kementerian Dalam Negeri) jelang akhir 2023.
Melalui Ditjen PKTN (Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga), Kemendag meminta pihak pabrikan untuk lakukan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.
Moga Simatupang, Direktur Jenderal PKTN menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan kepada setiap pelaku usaha agar memperhatikan keamanan serta keselamatan produk dijual.
“Kementerian Perdagangan juga meminta PT ADM lebih memperhatikan kendaraan bermotor diproduksi dan dipasarkan di Indonesia agar aman digunakan oleh konsumen Indonesia,” ucap Moga dalam siaran resmi, dikutip Selasa (2/1).
Ia mengungkapkan bahwa Ditjen PKTN memastikan pelaku usaha memenuhi kewajiban menjaga keselamatan konsumen atas barang dagangannya di Indonesia.
“Sembari menunggu hasil uji pencuplikan akan dilakukan Kementerian Perhubungan, konsumen diharapkan tetap tenang dan menggunakan kendaraan seperti biasa. Kemendag dan pemangku kepentingan lain akan terus berupaya menegakkan perlindungan konsumen,” lanjut dia.
Sementara itu, Johan selaku Executive Officer Corporate Function Directorate PT ADM memastikan bahwa setiap kendaraan Daihatsu diproduksi dan didistribusikan di Tanah Air tidak punya masalah kualitas dan sudah penuhi regulasi.
“Produk-produk Daihatsu di Indonesia telah memenuhi syarat teknis keselamatan dan keamanan sesuai standar ketentuan di Indonesia. Selain itu, produk yang diisukan tersebut dapat dipastikan tidak diperdagangkan di Indonesia,” ucap Johan.
Menurut dia produk Daihatsu telah melalui pengujian dari pihak terkait agar kendaraan aman. PT ADM juga menyediakan layanan perlindungan konsumen untuk melakukan pengaduan.
Akibat skandal uji tabrak tersebut, Daihatsu bahkan berpotensi rugi 100 miliar yen atau setara Rp10.9 triliun dalam kurs rupiah saat ini.
Sejumlah pabrik perlu ditutup dan ada kompensasi kepada 423 pemasok komponen di Jepang yang menjalin bisnis langsung dengan pabrik.
Di Jepang sendiri, Kementerian Transportasi di Jepang masih lakukan penelusuran secara mandiri dan mengarahkan Daihatsu buat menghentikan sementara pengiriman mobil sampai tingkat keselamatan kendaraan sudah terverifikasi benar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 20:53 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
23 September 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik