Daihatsu Bukukan 591 SPK di GIIAS 2026, Sigra Paling Diburu
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Belum temui titik terang, Kemendag masih investigasi dan minta klarifikasi atas skandal uji tabrak Daihatsu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Skandal uji tabrak Daihatsu yang belum lama ini ramai diperbincangkan masih belum temui titik terang di Indonesia. Namun pihak PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sudah bertemu Kemendag (Kementerian Dalam Negeri) jelang akhir 2023.
Melalui Ditjen PKTN (Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga), Kemendag meminta pihak pabrikan untuk lakukan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.
Moga Simatupang, Direktur Jenderal PKTN menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan kepada setiap pelaku usaha agar memperhatikan keamanan serta keselamatan produk dijual.
“Kementerian Perdagangan juga meminta PT ADM lebih memperhatikan kendaraan bermotor diproduksi dan dipasarkan di Indonesia agar aman digunakan oleh konsumen Indonesia,” ucap Moga dalam siaran resmi, dikutip Selasa (2/1).
Ia mengungkapkan bahwa Ditjen PKTN memastikan pelaku usaha memenuhi kewajiban menjaga keselamatan konsumen atas barang dagangannya di Indonesia.
“Sembari menunggu hasil uji pencuplikan akan dilakukan Kementerian Perhubungan, konsumen diharapkan tetap tenang dan menggunakan kendaraan seperti biasa. Kemendag dan pemangku kepentingan lain akan terus berupaya menegakkan perlindungan konsumen,” lanjut dia.
Sementara itu, Johan selaku Executive Officer Corporate Function Directorate PT ADM memastikan bahwa setiap kendaraan Daihatsu diproduksi dan didistribusikan di Tanah Air tidak punya masalah kualitas dan sudah penuhi regulasi.
“Produk-produk Daihatsu di Indonesia telah memenuhi syarat teknis keselamatan dan keamanan sesuai standar ketentuan di Indonesia. Selain itu, produk yang diisukan tersebut dapat dipastikan tidak diperdagangkan di Indonesia,” ucap Johan.
Menurut dia produk Daihatsu telah melalui pengujian dari pihak terkait agar kendaraan aman. PT ADM juga menyediakan layanan perlindungan konsumen untuk melakukan pengaduan.
Akibat skandal uji tabrak tersebut, Daihatsu bahkan berpotensi rugi 100 miliar yen atau setara Rp10.9 triliun dalam kurs rupiah saat ini.
Sejumlah pabrik perlu ditutup dan ada kompensasi kepada 423 pemasok komponen di Jepang yang menjalin bisnis langsung dengan pabrik.
Di Jepang sendiri, Kementerian Transportasi di Jepang masih lakukan penelusuran secara mandiri dan mengarahkan Daihatsu buat menghentikan sementara pengiriman mobil sampai tingkat keselamatan kendaraan sudah terverifikasi benar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
07 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 17:58 WIB
05 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E