Daihatsu Gran Max Torehkan Penjualan Positif Sepanjang Maret 2026
24 April 2026, 07:00 WIB
Belum temui titik terang, Kemendag masih investigasi dan minta klarifikasi atas skandal uji tabrak Daihatsu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Skandal uji tabrak Daihatsu yang belum lama ini ramai diperbincangkan masih belum temui titik terang di Indonesia. Namun pihak PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sudah bertemu Kemendag (Kementerian Dalam Negeri) jelang akhir 2023.
Melalui Ditjen PKTN (Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga), Kemendag meminta pihak pabrikan untuk lakukan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.
Moga Simatupang, Direktur Jenderal PKTN menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan kepada setiap pelaku usaha agar memperhatikan keamanan serta keselamatan produk dijual.
“Kementerian Perdagangan juga meminta PT ADM lebih memperhatikan kendaraan bermotor diproduksi dan dipasarkan di Indonesia agar aman digunakan oleh konsumen Indonesia,” ucap Moga dalam siaran resmi, dikutip Selasa (2/1).
Ia mengungkapkan bahwa Ditjen PKTN memastikan pelaku usaha memenuhi kewajiban menjaga keselamatan konsumen atas barang dagangannya di Indonesia.
“Sembari menunggu hasil uji pencuplikan akan dilakukan Kementerian Perhubungan, konsumen diharapkan tetap tenang dan menggunakan kendaraan seperti biasa. Kemendag dan pemangku kepentingan lain akan terus berupaya menegakkan perlindungan konsumen,” lanjut dia.
Sementara itu, Johan selaku Executive Officer Corporate Function Directorate PT ADM memastikan bahwa setiap kendaraan Daihatsu diproduksi dan didistribusikan di Tanah Air tidak punya masalah kualitas dan sudah penuhi regulasi.
“Produk-produk Daihatsu di Indonesia telah memenuhi syarat teknis keselamatan dan keamanan sesuai standar ketentuan di Indonesia. Selain itu, produk yang diisukan tersebut dapat dipastikan tidak diperdagangkan di Indonesia,” ucap Johan.
Menurut dia produk Daihatsu telah melalui pengujian dari pihak terkait agar kendaraan aman. PT ADM juga menyediakan layanan perlindungan konsumen untuk melakukan pengaduan.
Akibat skandal uji tabrak tersebut, Daihatsu bahkan berpotensi rugi 100 miliar yen atau setara Rp10.9 triliun dalam kurs rupiah saat ini.
Sejumlah pabrik perlu ditutup dan ada kompensasi kepada 423 pemasok komponen di Jepang yang menjalin bisnis langsung dengan pabrik.
Di Jepang sendiri, Kementerian Transportasi di Jepang masih lakukan penelusuran secara mandiri dan mengarahkan Daihatsu buat menghentikan sementara pengiriman mobil sampai tingkat keselamatan kendaraan sudah terverifikasi benar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 April 2026, 07:00 WIB
11 April 2026, 13:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
13 Maret 2026, 13:12 WIB
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan