Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Pasca skandal uji tabrak yang terungkap belum lama ini, Daihatsu disebut berpotensi rugi sampai Rp10 triliun
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Skandal uji tabrak Daihatsu, satu hal yang tengah jadi perhatian di dunia otomotif saat ini. Pabrikan asal Jepang tersebut bahkan mengaku manipulasi hasil tes sudah dilakukan bahkan sejak 30 tahun silam.
Beberapa model Toyota terkait juga harus terkena imbas. Buntut kasus itu, laporan dari Nikkei Asia menyebut Daihatsu berpotensi merugi sampai 100 miliar yen, dalam kurs rupiah setara sekitar Rp10.9 triliun.
Ini terjadi karena pihak pabrikan perlu menutup sejumlah pabrik serta memberikan kompensasi keuangan buat 423 pemasok komponen di Jepang yang punya bisnis langsung dengan pabrik.
Untuk diketahui investigasi keamanan sudah dilakukan oleh panel independen. Hasilnya ditemukan bahwa ada masalah melibatkan 64 model produksi.
Kementerian Transportasi di Jepang sendiri tengah melakukan penelusuran secara mandiri lalu mengarahkan Daihatsu untuk menghentikan sementara pengiriman sampai tingkat keselamatan kendaraan sudah bisa diverifikasi dengan benar.
Meski di tahun fiskal 2022 Daihatsu mencatatkan keuntungan sampai 141.8 miliar yen (Rp15.4 triliun) skandal ini bisa jadi faktor penting penyebab kerugian terbesar Daihatsu sepanjang 30 tahun.
Terlepas dari skandal uji tabrak tersebut, Daihatsu di Indonesia menegaskan bahwa kendaraan di pasaran Tanah Air sudah sesuai regulasi di Tanah Air, seperti disampaikan dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.
Sri Agung Handayani, Corporate Planning and Communication Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) juga menegaskan hal serupa.
“Kami sudah memastikan pada principal bahwa semua kendaraan Daihatsu yang diproduksi, didistribusi dan dipasarkan di Indonesia tidak memiliki masalah kualitas maupun keselamatan,” ucap Sri.
Namun ADM sendiri berkomitmen siap ikut keputusan DMC (Daihatsu Motor. Co., Ltd) dan TMC (Toyota Motor Corporation).
Sekadar informasi beberapa model terdampak juga termasuk Toyota. Beberapa di antaranya adalah Toyota Agya, Rush dan Raize.
Jumlah produk terdampak manipulasi crash test itu adalah sekitar 88.000 unit. Ada kejanggalan dalam prosedur sertifikasi uji tabrak tiang di Daihatsu Rocky dan Toyota Raize Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
07 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 17:58 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya