MotoGP Australia 2027 Pindah Dari Phillip Island ke Jalan Raya
19 Februari 2026, 19:00 WIB
Sempat simpang siur, Hosting Fee MotoGP Mandalika dipastikan beres dan dilunasi setelah balapan itu selesai
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Masalah Hosting Fee MotoGP Mandalika sempat jadi perhatian berbagai pihak. Sampai menjelang balapan, dana yang harus dibayarkan ke Dorna Sports sebagai pemegang lisensi tak kunjung dilunasi.
Diketahui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dimintai bantuan ternyata memiliki kendala sendiri, yakni keterbatasan dana karena tekah dialokasikan buat kegiatan lain seperti Pilkada 2024.
Sehingga biaya sebesar Rp 231 miliar itu belum bisa dibayarkan. Namun belum lama ini Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) pastikan Hosting Fee MotoGP Mandalika bakal dirampungkan sesuai ketentuan.
“Metode pembayarannya adalah dua kali dalam periode beberapa saat sebelum MotoGP dan mungkin satu bulan setelah MotoGP,” kata Sandiaga Uno, Menparekraf seperti dikutip dari Antara pada Minggu (29/9).
Ia menegaskan pembayaran Hosting Fee kepada Dorna Sports bakal dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kemudian terlepas dari rentetan kendala Hosting Fee tahun ini, ia juga memastikan MotoGP Mandalika masih akan berlanjut sampai 2027 karena sudah ada perjanjian kesepakatan.
Sekadar informasi, pihak MGPA (Manadlika Grand Prix Association) sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa balapan bakal tetap dilangsungkan di Sirkuit Mandalika meski ada masalah Hosting Fee.
Saat itu berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi NTB serta Pemerintah Daerah Lombok Tengah diimbau untuk ikut ambil bagian dalam pelunasan Hosting Fee, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.
Memang besaran Hosting Fee MotoGP Mandalika 2024 terpaut lebih tinggi dibandingkan 2022 dan 2023.
Di 2022 dananya disediakan oleh pemerintah pusat melalui Kemenparekraf sedangkan tahun berikutnya dibantu ITDC (InJourney Tourism Development Corporation).
Guna menghindari masalah serupa tahun depan, MGPA berharap wacana IQTF (Indonesia Quick Response Tourism) bisa dimanfaatkan untuk MotoGP Mandalika.
“Seperti dana abadi, pemerintah berikan sejumlah uang nilai tertentu. Bunganya dipakai untuk membiayai kegiatan-kegiatan membawa nama baik negara,” ucap Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
IQTF sendiri bisa digunakan untuk mendanai berbagai ajang nasional maupun internasional di Indonesia yang telah disetujui oleh pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 19:00 WIB
19 Februari 2026, 18:00 WIB
14 Februari 2026, 10:00 WIB
03 Februari 2026, 16:00 WIB
02 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI
25 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga
25 Februari 2026, 08:00 WIB
Hanya ada tiga mobil senilai Rp 250 juta dilaporkan oleh Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim pada laman LHKPN
25 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut bos Agrinas Pangan Nusantara, impor pikap harus dijalankan demi memenuhi kebutuhan para petani
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan secara ketat karena mobilitas tetap tinggi di bukan Ramadan
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian coba memfasilitas kebutuhan pengendara di Kota Kembang, seperti menghadirkan SIM keliling Bandung
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta hanya dapat melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, simak syaratnya
24 Februari 2026, 19:01 WIB
Mobil yang diyakini Toyota Land Cruiser FJ terdaftar di DJKI, namun dikabarkan debut di Thailand lebih dulu