Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan truk terjadi di GT Ciawi 2 pada Kamis (04/09) dini hari, peristiwa ini diduga karena rem blong
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan kembali berulang di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 02.35 WIB, Kamis (04/09).
Insiden kali ini melibatkan dua kendaraaan, yakni light truk bernomor polisi F 8643 VW serta kontainer B 9647 UEL.
Berdasarkan kabar beredar, kecelakaan truk di GT Ciawi 2 dikarena kontainer mengalami rem blong. Lalu menabrak kendaraan yang ada di depan.
Kemudian seluruh muatannya tumpah ketika kendaraan besar tersebut menghantam gardu nomor 11.
Melihat peristiwa itu, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) buka suara. Menurut mereka kecelakaan timbul karena diduga sang sopir lalai.
"Kalau menurut saya diduga karena dia mengantuk. Karena ini (kecelakaan) jam setengah tiga malam," ungkap Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo kepada KatadataOTO.
Gemilang juga mengungkapkan kemungkinan terjadi human error. Sehingga menyebabkan kecelakaan truk di GT Ciawai 2.
Lalu Gemilang turut menyoroti kemampuan pengemudi, terutama ketika melewati medan jalan tersebut.
"Seperti tidak bisa membaca situasi dan medan jalan. Dia sudah biasa kesana atau tidak," ia melanjutkan.
Ketua Umum Aptrindo ini mencurigai kalau sang pengemudi tidak terlalu mengenal medan yang dilalui.
Dengan begitu pengendara tidak bisa mengantisipasi risiko yang bakal terjadi. Kecelakaan pun tak dapat terhindarkan.
"Jalannya kan menurun terus itu, kalau tiba-tiba mengerem tahu sendiri kontainer gimana, tidak mampu berhenti mendadak," tegas Gemilang.
Di sisi lain hal senada turut dilontarkan oleh Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).
Menurut Sony kelalaian sang sopir berperan besar, dalam terjadinya kecelakaan kali ini.
"Dari kecelakaan ini bisa disimpulkan bahwa pengemudi hanya sebatas bisa nyetir. Tetapi tidak berkopeten dalam berkendara," kata Sony.
Sony menerangkan bahwa pengemudi wajib mengetahui ilmu pengoperasian truk yang baik dan benar.
Tak lupa paham kapan harus mengurangi kecepatan maupun mengerem. Dengan begitu mampu meminimalisir potensi kecelakaan
"Mengerem juga harus tau yang mana dulu yang digunakan. Sehingga sebab akibat dari kegagalan bisa diminimalisir," pungkas Sony.
Dia pun berharap ada tindakan tegas dari pemerintah. Dengan begitu kejadian serupa tidak terulang kembali.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
Edisi terbatas dari Wuling Aira ev debut di GIIAS 2026, hanya bisa dibeli selama masa pameran berlangsung
01 Agustus 2026, 21:00 WIB
Isuzu manfaatkan momentum GIIAS 2026 untuk menghadirkan Mobile Beauty Salon modifikasi di GIIAS 2026
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
Bus Hino RM 280 ABS Retarder hadir di ajang GIIAS 2026, dilengkapi sejumlah pembaruan di sistem keselamatan
01 Agustus 2026, 19:24 WIB
BlackVue Elite 10-2CH resmi dipasarkan dan dilengkapi AI untuk membantu pengguna memahami data berkendara
01 Agustus 2026, 19:18 WIB
Toyota terus menghadirkan berbagai model kendaraan, mulai dari bermesin bensin, BEV hingga hybrid di GIIAS
01 Agustus 2026, 19:16 WIB
Chery Group kembali membawa opsi baru kendaraan ramah lingkungan di GIIAS 2026, iCar V27 berteknologi REEV
01 Agustus 2026, 12:00 WIB
All New Kia Seltos resmi dipasarkan dengan harga Rp 359 juta yang membuatnya lebih murah daripada Xforce
01 Agustus 2026, 11:00 WIB
Changan Nevo Q05 dirancang untuk menjadi SUV listrik kompak yang praktis, lincah, namun tetap kaya akan fitur