Jalur Alternatif Puncak Akan Dilebarkan, Target Desember 2023

Pelebaran jalan di jalur alternatif Puncak akhirnya dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas

Jalur Alternatif Puncak Akan Dilebarkan, Target Desember 2023
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Kamis, 21 September 2023 | 20:30 WIB

TRENOTO – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan lakukan pebaikan serta pelebaran jalan di jalur alternatif Puncak, Jawa Barat. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya di akhir pekan.

Dilansir Antara, perbaikan maupun pelebaran jalan yang akan dilakukan adalah ruas Sukamakmur-Sukawangi dan Mengker Gunung Batu. Dengan demikian masyarakat bisa menyesuaikan jalur ketika hendak berwisata ke daerah Puncak.

“Jika ingin meningkatkan potensi wisata di kawasan di Kecamatan Sukamakmur, maka jalannya harus lebih bagus. Untuk itu harus dilebarkan dengan standar sekitar 5.5 hingga 6 meter,” ujar Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR (20/09).

Ganjil genap Puncak
Photo : @ITSKabBogor

Ia pun menegaskan bahwa pekerjaan ini sudah memiliki payung hukum yaitu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Di dalamnya disampaikan ada beberapa ruas menjadi prioritas.

Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dilaksanakan di seluruh Indonesia sudah dimulai sejak akhir Juli 2023. Sedikitnya ada 2.800 km jalan raya serta 2.300 meter jembatan diperbaiki dan ditargetkan rampung seluruhnya di Desember 2023.

Sebagai informasi perbaikan jalan Sukamakmur - Sukawangi dilaksanakan sejak 30 Agustus 2023 serta memiliki nilai kontrak Rp38.96 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Prima dengan panjang penanganan 6.64 Km.

Sementara ruas Mengker Gunung Batu digarap PT Bengkel Konstruksi Mandiri dengan nilai kontrak Rp14.94 miliar. Pekerjaan sudah dimulai sejak 30 Agustus 2023 dan jenis pekerjaannya berupa rekonstruksi sepanjang 2.93 km.

Bila pekerjaan sudah rampung maka masyarakat akan memiliki lebih banyak jalur untuk menuju Puncak. Sehingga konsentrasi kepadatan lalu lintas bisa terpecah dan arus kendaraan menjadi lebih cepat.

Ganjil genap puncak
Photo : TrenOto

Situasi kemungkinan menjadi jauh lebih baik lagi bila tol Puncak-Cianjur benar digarap pemerintah. Sayangnya proyek baru di lelang tahun depan dan diperkirakan pembangunannya baru rampung di 2030-2034.

Sementara untuk mengatasi kepadatan, kepolisian harus melakukan rekayasa lalu lintas berupa ganjil genap serta sistem satu arah di waktu tertentu.


Terkini

motor
Diskon Motor matic Honda

Diskon Motor Matic Honda di Akhir Februari 2026, Ada Vario Street

Di Ramadan 2026 ada sederet diskon motor matic Honda yang dapat dimanfaatkan dengan besaran sampai Rp 2 juta

mobil
GIICOMVEC 2026

GIICOMVEC 2026 Siap Gairahkan Penjualan Kendaraan Komersial

Pameran kendaraan komersial GIICOMVEC 2026 jadi wadah untuk pelaku usaha dalam mencari armada yang sesuai

mobil
Tata Yodha

Spesifikasi Pikap Tata Yodha, Andalkan Mesin Diesel 2.200 cc

Kehadiran Tata Yodha untuk operasional Koperasi Merah Putih bakal menantang Toyota Rangga sampai Isuzu Traga

news
ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 24 Februari 2026, Pengendara Harus Waspada

Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pemerintah untuk pastikan kelancaran lalu lintas di Ibu Kota

news
SIM Keliling Jakarta

Biaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026

Tidak ada dispensasi, SIM keliling Jakarta beroperasi melayani perpanjangan masa berlaku SIM hari ini

news
SIM keliling Bandung

MCD Pasir Koja Jadi Salah Satu Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini

SIM keliling Bandung hadir untuk mengakomodir masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

mobil
Impor Pikap

Pembelian 105 Ribu Pikap untuk Koperasi Merah Putih Bakal Ditunda

Bos Agrinas mendengarkan saran dari DPR untuk menunda pembelian 105 ribu pikap buat Koperasi Merah Putih

mobil
Toyota

Toyota Raup 2.793 SPK di IIMS 2026, Mobil Hybrid Diminati

Minat konsumen terhadap deretan mobil hybrid Toyota terlihat di IIMS 2026, terpesan lebih dari 1.000 unit