Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Budiyanto menjelaskan kalau jalan alternatif puncak harus diatur agar tidak menimbulkan kemacetan panjang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Macet Puncak, Bogor, Jawa Barat belum berhasil tertangani oleh pemerintah setempat. Bahkan menjadi semakin parah dari waktu ke waktu.
Seperti contoh saat libur panjang 14-16 September 2024 menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tercatat ratusan ribu kendaraan terjebak di sana.
Penumpukan mobil, motor serta bus terjadi sampai belasan jam. Hal itu membuat beberapa pihak buka suara mengenai peristiwa tersebut.
Mereka menilai terdapat beberapa penyebab yang membuat kemacetan panjang terjadi pada akhir pekan kemarin di daerah wisata satu ini.
“Salah satunya adalah jalan alternatif Puncak bisa menimbulkan titik konflik apabila tidak dijaga serta diatur dengan baik,” ungkap Budiyanto, pemerhati transportasi dan hukum kepada KatadataOTO, Rabu (18/9).
Budiyanto menjelaskan jalur-jalur tikus tersebut harus menjadi perhatian pihak kepolisian. Sehingga dapat diatur agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Jika dibiarkan terus menerus maka kemacetan panjang pasti akan terjadi lagi. Terutama ketika ada libur panjang di akhir tahun nanti.
“Berbagai rekayasa lalu lintas kurang efektif karena masih banyak jalan alternatif mengarah ke Puncak atau sebaliknya ke Jakarta,” Budiyanto menuturkan.
Memang jika dilihat banyak masyarakat yang tidak melewati Jalan Raya Puncak. Hal ini demi menghindari kemacetan.
Namun jalan alternatif tersebut dimanfaatkan sejumlah pihak untuk terhindar dari ganjil genap puncak maupun One Way yang diterapkan.
“Pada waktu serta titik tertentu sudah dipastikan ada pertemuan kendaraan yang melemahnya kinerja lalu lintas dan berujung terjadi kemacetan,” tegas Budiyanto.
Sebelumnya memang jalan alternatif Puncak sempat dikeluhkan oleh Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat .
Ia menilai jalur tikus tersebut turut andil dalam kemacetan di Puncak Bogor. Sehingga jumlah kendaraan tidak terkendali.
“Banyak jalan alternatif menuju atau dari puncak menyulitkan pengaturan buka tutup lalu lintas. Khususnya mengatur pergerakan kendaraan roda dua,” ucap Herman di Antara.
Sebagai informasi, selama libur panjang kemarin Polres Bogor mencatat ada 487.799 kendaraan keluar-masuk kawasan Puncak.
Bila dihitung, maka rata-rata 120 ribuan mobil, motor sampai bus memadati kawasan wisata berudara dingin itu dalam satu hari.
Bisa dibilang angka tersebut sangat besar. Melebihi kapasitas jalan di Puncak yang hanya mampu menampung 70 ribu kendaraan saja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 14:00 WIB
30 Januari 2026, 14:00 WIB
23 Januari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan