Pemerintah Mengaku Masih Punya Skema Insentif Buat LCGC
13 Februari 2026, 12:00 WIB
Pemerintah meresmikan aturan insentif mobil hybrid mulai 1 Januari 2025, bisa dinikmati sejumlah merek di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merespon baiknya minat masyarakat terhadap lini HEV (Hybrid Electric Vehicle), pemerintah akhirnya resmi memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen dengan syarat tertentu.
Perlu diketahui sebelumnya insentif kendaraan ramah lingkungan hanya berlaku untuk BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni, rakitan lokal maupun impor dengan komitmen investasi.
“Saya minta agar segera para produsen mobil di Indonesia untuk segera mendaftarkan mereknya kepada kami. Agar tahun depan mulai 1 Januari 2025 bisa menikmati insentif stimulus,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI dalam tayangan resmi, dikutip Senin (16/12).
Pemberian insentif bisa membuat harga jual mobil jadi semakin kompetitif. Seperti yang telah dinikmati oleh sejumlah produsen mobil listrik di RI.
Aturan soal LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) termasuk mobil hybrid tertuang dalam Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) No. 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
Kendaraan hybrid dimaksud dalam aturan ini ada di Pasal 6 yakni Mild Hybrid dan Full Hybrid. Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa merek yang menjual mobil hybrid ke konsumen.
Nantinya salah satu syarat pemberian insentif mobil hybrid adalah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Ada sejumlah merek berpeluang menerima insentif mobil hybrid.
Manufaktur asal Jepang, Toyota punya model HEV yang paling bervariasi, salah satunya Kijang Innova Zenix Hybrid, telah dirakit lokal dengan TKDN tembus 80 persen.
Kemudian PT SIS (Suzuki Indomobil Sales) dengan Ertiga Hybrid. TKDN-nya telah mencapai 80 persen sehingga berpeluang mendapatkan insentif mobil hybrid apabila didaftarkan nanti. Lalu ada XL7 yang TKDN-nya 85 persen.
Sedangkan model lain seperi Honda CR-V e:HEV dari PT HPM (Honda Prospect Motor) masih diimpor utuh dari Thailand, belum ada rencana lebih lanjut buat melakukan perakitan lokal.
PT HPM juga disinyalir tengah menyiapkan satu produk baru yakni MPV hybrid Stepwgn. Model itu telah dipamerkan di ajang GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dan diklaim mendapatkan respon positif dari para pengunjung.
Bicara harga, survey internal Honda Indonesia mengatakan calon konsumen berminat jika Stepwgn dijual Rp 600 juta-Rp 700 jutaan. Namun mereka menunggu kesiapan dan regulasi pemerintah sebelum menghadirkan model anyar itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 12:00 WIB
12 Februari 2026, 07:00 WIB
11 Februari 2026, 17:00 WIB
11 Februari 2026, 16:43 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja