Mobil Diduga Toyota RAV4 2026 Terdaftar di Indonesia
10 Desember 2025, 13:00 WIB
Pemerintah meresmikan aturan insentif mobil hybrid mulai 1 Januari 2025, bisa dinikmati sejumlah merek di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merespon baiknya minat masyarakat terhadap lini HEV (Hybrid Electric Vehicle), pemerintah akhirnya resmi memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen dengan syarat tertentu.
Perlu diketahui sebelumnya insentif kendaraan ramah lingkungan hanya berlaku untuk BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni, rakitan lokal maupun impor dengan komitmen investasi.
“Saya minta agar segera para produsen mobil di Indonesia untuk segera mendaftarkan mereknya kepada kami. Agar tahun depan mulai 1 Januari 2025 bisa menikmati insentif stimulus,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI dalam tayangan resmi, dikutip Senin (16/12).
Pemberian insentif bisa membuat harga jual mobil jadi semakin kompetitif. Seperti yang telah dinikmati oleh sejumlah produsen mobil listrik di RI.
Aturan soal LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) termasuk mobil hybrid tertuang dalam Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) No. 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
Kendaraan hybrid dimaksud dalam aturan ini ada di Pasal 6 yakni Mild Hybrid dan Full Hybrid. Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa merek yang menjual mobil hybrid ke konsumen.
Nantinya salah satu syarat pemberian insentif mobil hybrid adalah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Ada sejumlah merek berpeluang menerima insentif mobil hybrid.
Manufaktur asal Jepang, Toyota punya model HEV yang paling bervariasi, salah satunya Kijang Innova Zenix Hybrid, telah dirakit lokal dengan TKDN tembus 80 persen.
Kemudian PT SIS (Suzuki Indomobil Sales) dengan Ertiga Hybrid. TKDN-nya telah mencapai 80 persen sehingga berpeluang mendapatkan insentif mobil hybrid apabila didaftarkan nanti. Lalu ada XL7 yang TKDN-nya 85 persen.
Sedangkan model lain seperi Honda CR-V e:HEV dari PT HPM (Honda Prospect Motor) masih diimpor utuh dari Thailand, belum ada rencana lebih lanjut buat melakukan perakitan lokal.
PT HPM juga disinyalir tengah menyiapkan satu produk baru yakni MPV hybrid Stepwgn. Model itu telah dipamerkan di ajang GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dan diklaim mendapatkan respon positif dari para pengunjung.
Bicara harga, survey internal Honda Indonesia mengatakan calon konsumen berminat jika Stepwgn dijual Rp 600 juta-Rp 700 jutaan. Namun mereka menunggu kesiapan dan regulasi pemerintah sebelum menghadirkan model anyar itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 13:00 WIB
10 Desember 2025, 10:00 WIB
09 Desember 2025, 16:00 WIB
08 Desember 2025, 18:00 WIB
08 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 20:06 WIB
Menawarkan beragam lini produk mobil listrik, BYD Indonesia terus meraih respon positif dari masyarakat
11 Desember 2025, 19:16 WIB
Mitsubishi Fuso mendominasi pasar kendaraan niaga di Tanah Air dengan menorehkan market share 39,9 persen
11 Desember 2025, 18:33 WIB
Mobil yang diyakini bakal jadi Wuling Almaz Darion di Indonesia resmi meluncur, ada tiga opsi jantung pacu
11 Desember 2025, 17:16 WIB
Gokart indoor terbaru di Jakarta, Drift.inc resmi dibuka di Central Park Mall dengan panjang trek 284 meter
11 Desember 2025, 16:00 WIB
GWM Puri memiliki fasilitas 3S (Sales, Service dan Spare Parts) untuk bisa memanjakan konsumen setia
11 Desember 2025, 15:00 WIB
Meskipun baru mendapatkan penyegaran tahun ini, X55-II tidak signifikan membantu penjualan BAIC di RI
11 Desember 2025, 14:00 WIB
Pramac Yamaha menjadi skuad pertama yang akan memamerkan tampilan motor balap baru mereka untuk MotoGP 2026
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Jaecoo J5 EV mulai didistribusikan ke konsumen, masuk tiga besar mobil listrik terlaris pada November 2025