Test Drive Toyota Veloz Hybrid, Pilihan Buat yang Males Ngecharge
23 September 2026, 17:49 WIB
Pemerintah meresmikan aturan insentif mobil hybrid mulai 1 Januari 2025, bisa dinikmati sejumlah merek di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merespon baiknya minat masyarakat terhadap lini HEV (Hybrid Electric Vehicle), pemerintah akhirnya resmi memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen dengan syarat tertentu.
Perlu diketahui sebelumnya insentif kendaraan ramah lingkungan hanya berlaku untuk BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni, rakitan lokal maupun impor dengan komitmen investasi.
“Saya minta agar segera para produsen mobil di Indonesia untuk segera mendaftarkan mereknya kepada kami. Agar tahun depan mulai 1 Januari 2025 bisa menikmati insentif stimulus,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI dalam tayangan resmi, dikutip Senin (16/12).
Pemberian insentif bisa membuat harga jual mobil jadi semakin kompetitif. Seperti yang telah dinikmati oleh sejumlah produsen mobil listrik di RI.
Aturan soal LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) termasuk mobil hybrid tertuang dalam Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) No. 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
Kendaraan hybrid dimaksud dalam aturan ini ada di Pasal 6 yakni Mild Hybrid dan Full Hybrid. Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa merek yang menjual mobil hybrid ke konsumen.
Nantinya salah satu syarat pemberian insentif mobil hybrid adalah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Ada sejumlah merek berpeluang menerima insentif mobil hybrid.
Manufaktur asal Jepang, Toyota punya model HEV yang paling bervariasi, salah satunya Kijang Innova Zenix Hybrid, telah dirakit lokal dengan TKDN tembus 80 persen.
Kemudian PT SIS (Suzuki Indomobil Sales) dengan Ertiga Hybrid. TKDN-nya telah mencapai 80 persen sehingga berpeluang mendapatkan insentif mobil hybrid apabila didaftarkan nanti. Lalu ada XL7 yang TKDN-nya 85 persen.
Sedangkan model lain seperi Honda CR-V e:HEV dari PT HPM (Honda Prospect Motor) masih diimpor utuh dari Thailand, belum ada rencana lebih lanjut buat melakukan perakitan lokal.
PT HPM juga disinyalir tengah menyiapkan satu produk baru yakni MPV hybrid Stepwgn. Model itu telah dipamerkan di ajang GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dan diklaim mendapatkan respon positif dari para pengunjung.
Bicara harga, survey internal Honda Indonesia mengatakan calon konsumen berminat jika Stepwgn dijual Rp 600 juta-Rp 700 jutaan. Namun mereka menunggu kesiapan dan regulasi pemerintah sebelum menghadirkan model anyar itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota