Cek Daftar Harga Honda Super-One, Nekat Tantang BYD Atto 1
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Di tengah naik-turun industri mobil listrik, penjualan Tesla sebagai salah satu raksasa EV turun drastis
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tesla dikenal sebagai salah satu raksasa otomotif di bidang mobil listrik. Namun sekarang posisinya terancam dengan membanjirnya manufaktur Tiongkok.
Saat ini rival Tesla yang paling dikenal adalah BYD (Build Your Dreams). Sebelumnya diberitakan, penjualan mobil listrik BYD global sepanjang kuartal kedua 2024 tembus 426.039 unit, mulai kejar Tesla di angka 443.956 unit.
Sejumlah upaya dilakukan oleh perusahaan yang dinahkodai Elon Musk itu, termasuk pemberian diskon buat model tertentu. Namun tetap mengalami kendala termasuk di pasar Eropa.
Dilansir dari Carscoops, Sabtu (6/7) Jerman merupakan pusat industri Eropa yang perlahan beralih ke kendaraan listrik. Tetapi belakangan konsumen justru meninggalkan EV, terlihat dari penjualan merosot 16,4 persen pada enam bulan pertama 2024.
Penjualan Tesla di Jerman adalah 21.249 unit sepanjang Januari-Juni. Angka itu turun 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Beberapa merek premium juga bernasib sama dengan Tesla, seperti Audi, Mercedes dan Maserati. Berbanding terbalik dengan itu, BMW, VW dan Porsche mencatat kenaikan penjualan.
BYD menjual 1.202 unit di Jerman pada periode tersebut. Masih di belakang Tesla, namun angkanya naik 427 persen dibandingkan tahun lalu meskipun mereka baru memulai kiprahnya di pasar Eropa.
Hingga sekarang industri EV (Electric Vehicle) terbilang belum stabil. Bahkan belakangan penjualan global sempat melandai.
Badan finansial Goldman Sachs ungkap ada tiga faktor penyebab turunnya penjualan mobil listrik yakni harga jual kembali yang turun drastis, pemilihan umum karena dapat mempengaruhi kebijakan terkait EV serta infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) belum merata.
"Beberapa manufaktur menyebut kekhawatiran akan jarak tempuh dan SPKLU semakin meningkat. Masalah ini membuat banyak konsumen berpikir dua kali sebelum beli kendaraan listrik," bunyi riset Goldman Sachs, dikutip pada Sabtu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
07 Agustus 2026, 07:00 WIB
Pergeseran tren belanja menjadi online berdampak positif pada penjualan kendaraan niaga termasuk Isuzu
07 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan pengendara
07 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi sebelum akhir pekan ini, jangan sampai terlewat
07 Agustus 2026, 06:00 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta hari ini berlaku untuk bisa mengurai kemacetan pada jam sibuk di jalan protokol
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
New Toyota Veloz Hybrid EV masih jadi daya tarik utama bagi para pengunjung GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang
06 Agustus 2026, 19:01 WIB
Memanfaatkan Ajang GIIAS 2026 Suzuki Boyong XL7 Dengan Pembaruan Luar Dalam Sukses Tarik Minat Pengunjung
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
Mitsubishi Fuso terus berusaha untuk meningkatkan layanan mereka, termasuk untuk urusan Zero Down Time
06 Agustus 2026, 17:58 WIB
Kemudahan yang ditawarkan Daihatsu untuk konsumen mulai dari proses pembelian, perawatan hingga jual kembali