Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Kuatnya persaingan harga mobil listrik membuat Nissan tutup pabrik di China, ada penurunan penjualan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik China memperketat kompetisi di industri otomotif berbagai negara. Di Tiongkok sendiri, perang harga yang terus terjadi akhirnya membuat sejumlah manufaktur harus terpukul mundur.
Menjelang akhir 2023, Mitsubishi Motors memutuskan untuk setop seluruh aktivitas produksi di China karena kondisi tidak mendukung dan persaingan kuat terkhusus dengan merek lokal.
Setelah stok kendaraan habis, Mitsubishi sudah tidak akan menjual model apapun lagi untuk pasar China.
Selain Mitsubishi, pabrikan Jepang lain seperti Toyota dan Honda diberitakan terpaksa mengurangi tenaga kerja serta menyesuaikan produksi lokal di negara tersebut.
Dilansir dari The Japan Times, Senin (24/6) keputusan Nissan tutup pabrik China adalah untuk mengurangi kapasitas produksi. Penjualan mereka disebut menurun menyusul tren mobil listrik yang sedang naik di negara tersebut.
Bahkan pada 2023, penjualan mobil baru Nissan turun 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terus terjadi sampai periode Januari-Mei 2024.
Pabrik yang ditutup berlokasi di Changzhou, Provinsi Jiangsu. Fasilitas itu sebenarnya relatif baru, mulai beroperasi pada November 2020 sebagai Joint Venture antara Nissan dengan Dongfeng Motor.
Ada keputusan untuk tetap melanjutkan produksi beberapa model SUV (Sport Utility Vehicle) yang sudah dirakit di Changzhou namun di fasilitas berbeda.
Fasilitas di Changzhou itu memiliki kapasitas produksi 130.000 unit kendaraan per tahun, merepresentasikan 10 persen total produksi kendaraan buatan Jepang di China.
Terlepas dari itu, perang harga mobil listrik di China masih terus terjadi. Banyak manufaktur lokal seperti BYD (Build Your Dreams) menawarkan pilihan kendaraan ramah lingkungan harga terjangkau.
Model terbaru BYD yakni Seagull EV, belum lama ini mendapatkan pengurangan harga dan dijual mulai 69.800 yuan atau setara Rp 157,8 jutaan. Sementara pesaing seperti Nissan Leaf dilego sekitar 201 ribu yuan (Rp 456 jutaan).
Sama halnya di Indonesia, mobil listrik China mulai mendominasi terlihat dari banyaknya model baru berpeluang hadir di pameran GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).
Setelah Neta dan BYD, hadir Zeekr yang bakal mengisi lini premium. Merek itu dikabarkan membawa dua model ke pasar Indonesia yakni SUV Zeekr X dan MPV Zeekr 009.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
15 Februari 2026, 16:00 WIB
14 Februari 2026, 20:24 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan