Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Seiring perkembangan zaman harga baterai mobil listrik terus turun dan membuat EV berpeluang jadi makin murah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Baterai menjadi salah satu komponen pada mobil listrik dengan biaya paling besar. Menjadi alasan mengapa harga sejumlah BEV (Battery Electric Vehicle) masih tinggi.
Namun seiring berjalannya waktu banderol EV diyakini bakal terus turun dan semakin kompetitif, bahkan menyamai harga mobil bensin atau konvensional.
Sebuah studi yang dilakukan oleh DOE (Departemen Energi bagian Teknologi Kendaraan Amerika) Serikat menunjukkan bahwa harga baterai mobil listrik saat ini sebenarnya turun 90 persen dibandingkan pada 2008.
Sehingga harga mobil listrik dipastikan semakin murah seiring berjalannya waktu. Apalagi jika jumlah peminat bertumbuh dan membuat mobil diproduksi secara masif.
Dilansir dari Carscoops, Rabu (14/8) DOE ungkap pada 2008 harga baterai mobil listrik per kWh adalah 1.415 USD atau setara Rp 22,1 jutaan dalam kurs rupiah. Sementara per 2023 turun ke 139 USD/kWh (Rp 2,1 jutaan).
Banyak manufaktur juga memprediksi bahwa harga baterai mobil listrik bakal turun konstan dalam waktu beberapa tahun ke depan, memungkinkan pabrikan buat menjual mobil listrik murah.
Menurut DOE, penyebab di balik turunnya harga baterai mobil listrik adalah perkembangan teknologi dan materialnya didukung tingginya volume produksi baterai di era elektrifikasi.
Studi lain dilakukan oleh analis Gartner memprediksi bahwa mobil listrik akan lebih murah diproduksi dibandingkan mobil bensin per 2027. Namun ada hal lain perlu jadi perhatian.
Adanya inovasi dalam pengembangan desain mobil listrik serta teknik produksi seperti Gigacasting juga dinilai membantu membuat harga jual EV jadi semakin kompetitif.
Salah satu sisi negatifnya adalah biaya perbaikan cenderung mahal. Sebagai contoh, mobil Tesla yang diproduksi pakai gigacasting guna menekan biaya produksi justru makan biaya banyak apabila terjadi kerusakan.
Perlu diketahui Gigacasting merupakan metode produksi di mana pabrik menggunakan cetakan bertekanan tinggi guna membentuk alumunium jadi bagian-bagian besar.
Terlepas dari pro dan kontranya, penjualan mobil listrik diproyeksikan terus naik. Menurut Gartner estimasi pengiriman BEV ke konsumen bakal naik dari 18,4 jutaan di 2024 menjadi sekitar 20,6 juta per 2025.
Apabila ingin menaikkan penjualan mobil listrik, penting bagi setiap negara mempertimbangkan insentif ataupun relaksasi pajak buat BEV sehingga diminati masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini