20.000 Unit VinFast Dipesan Perusahaan Transportasi
08 Maret 2026, 15:00 WIB
Seiring perkembangan zaman harga baterai mobil listrik terus turun dan membuat EV berpeluang jadi makin murah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Baterai menjadi salah satu komponen pada mobil listrik dengan biaya paling besar. Menjadi alasan mengapa harga sejumlah BEV (Battery Electric Vehicle) masih tinggi.
Namun seiring berjalannya waktu banderol EV diyakini bakal terus turun dan semakin kompetitif, bahkan menyamai harga mobil bensin atau konvensional.
Sebuah studi yang dilakukan oleh DOE (Departemen Energi bagian Teknologi Kendaraan Amerika) Serikat menunjukkan bahwa harga baterai mobil listrik saat ini sebenarnya turun 90 persen dibandingkan pada 2008.
Sehingga harga mobil listrik dipastikan semakin murah seiring berjalannya waktu. Apalagi jika jumlah peminat bertumbuh dan membuat mobil diproduksi secara masif.
Dilansir dari Carscoops, Rabu (14/8) DOE ungkap pada 2008 harga baterai mobil listrik per kWh adalah 1.415 USD atau setara Rp 22,1 jutaan dalam kurs rupiah. Sementara per 2023 turun ke 139 USD/kWh (Rp 2,1 jutaan).
Banyak manufaktur juga memprediksi bahwa harga baterai mobil listrik bakal turun konstan dalam waktu beberapa tahun ke depan, memungkinkan pabrikan buat menjual mobil listrik murah.
Menurut DOE, penyebab di balik turunnya harga baterai mobil listrik adalah perkembangan teknologi dan materialnya didukung tingginya volume produksi baterai di era elektrifikasi.
Studi lain dilakukan oleh analis Gartner memprediksi bahwa mobil listrik akan lebih murah diproduksi dibandingkan mobil bensin per 2027. Namun ada hal lain perlu jadi perhatian.
Adanya inovasi dalam pengembangan desain mobil listrik serta teknik produksi seperti Gigacasting juga dinilai membantu membuat harga jual EV jadi semakin kompetitif.
Salah satu sisi negatifnya adalah biaya perbaikan cenderung mahal. Sebagai contoh, mobil Tesla yang diproduksi pakai gigacasting guna menekan biaya produksi justru makan biaya banyak apabila terjadi kerusakan.
Perlu diketahui Gigacasting merupakan metode produksi di mana pabrik menggunakan cetakan bertekanan tinggi guna membentuk alumunium jadi bagian-bagian besar.
Terlepas dari pro dan kontranya, penjualan mobil listrik diproyeksikan terus naik. Menurut Gartner estimasi pengiriman BEV ke konsumen bakal naik dari 18,4 jutaan di 2024 menjadi sekitar 20,6 juta per 2025.
Apabila ingin menaikkan penjualan mobil listrik, penting bagi setiap negara mempertimbangkan insentif ataupun relaksasi pajak buat BEV sehingga diminati masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
06 Maret 2026, 08:11 WIB
05 Maret 2026, 18:00 WIB
Terkini
08 Maret 2026, 15:00 WIB
VinFast menerima pemesanan 20.000 unit mobil listrk dari dua perusahaan transportasi yang akan dikirim hingga 2028
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan pangsa pasar sampai 31,2 persen di dalam negeri sepanjang tahun lalu
08 Maret 2026, 09:00 WIB
Main dealer motor Honda, Wahana Makmur Sejati perkenalkan lini produk aditif bahan bakar ramah lingkungan
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas