Mendagri Instruksikan Insentif EV Dilanjut di Semua Provinsi
24 April 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menunggu keputusan terbaik dari pemerintah mengenai pemberian insentif untuk periode 2026 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif pada 2026 masih jadi pembahasan. Apalagi setelah dua menteri Presiden Prabowo Subianto silang pendapat.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengaku sedang mengajukan skema insentif buat tahun depan.
Menurut dia, stimulus dibutuhkan demi menolong para pabrikan mobil dari jurang kebangkrutan. Sebab di 2025 pasar kendaraan roda empat sedang melewah.
Namun Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) menilai, industri otomotif sudah tidak memerlukan bantuan.
Berangkat dari fakta tersebut, ia merasa pemerintah sudah tidak perlu mengucurkan insentif untuk 2026.
Keputusan di atas tersebut menuai beragam respons. Seperti dilontarkan oleh Gabungan Industri Kendaran Bermotor (Indonesia).
“Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita. Industri otomotif, penjualan dan lain sebagainya,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Jongkie mengatakan, pemerintah pasti sudah memikirkan berbagai aspek dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Termasuk saat memutuskan pemberian insentif di tahun depan. Oleh sebab itu Gaikindo menunggu bagaimana keputusan dari para pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Tidak ada masalah, kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tidak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tidak boleh PHK, iya kan?,” lanjut Jongkie.
Ia juga menambahkan, kalau Gaikindo tidak mempermasalahkan jenis bantuan dari pemerintah. Entah disebut insentif atau lain-lain.
Terpenting penjualan mobil baru di Tanah Air pada 2026 bisa kembali bergairah. Sehingga mampu mendatangkan dampak positif.
Dia juga menyatakan bahwa, pemerintah sudah mengetahui bagaimana kondisi dari industri otomotif di dalam negeri.
Apalagi Gaikindo rutin memberikan laporan kinerja pasar mobil baru kepada pemerintah. Terutama saat ada penurunan maupun peningkatan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di periode Januari-Oktober 2025 adalah 660.659 unit.
Angka di atas masih jauh dari target yang ingin dicapai Gaikindo. Sebab mereka bertekad ada 850 ribu unit sampai 900 ribu unit kendaraan roda empat terniaga di 2025.
Namun rasanya angak di atas, cukup sulit untuk dicapai oleh Toyota, Daihatsu, BYD hingga Jaecoo pada penghujung tahun nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
Terkini
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi
26 April 2026, 11:00 WIB
Changan Lumin versi 4 pintu diyakini akan menyapa Indonesia untuk konsumen yang membutuhkan ruang lebih lapang