Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Gaikindo menunggu keputusan terbaik dari pemerintah mengenai pemberian insentif untuk periode 2026 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif pada 2026 masih jadi pembahasan. Apalagi setelah dua menteri Presiden Prabowo Subianto silang pendapat.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengaku sedang mengajukan skema insentif buat tahun depan.
Menurut dia, stimulus dibutuhkan demi menolong para pabrikan mobil dari jurang kebangkrutan. Sebab di 2025 pasar kendaraan roda empat sedang melewah.
Namun Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) menilai, industri otomotif sudah tidak memerlukan bantuan.
Berangkat dari fakta tersebut, ia merasa pemerintah sudah tidak perlu mengucurkan insentif untuk 2026.
Keputusan di atas tersebut menuai beragam respons. Seperti dilontarkan oleh Gabungan Industri Kendaran Bermotor (Indonesia).
“Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita. Industri otomotif, penjualan dan lain sebagainya,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Jongkie mengatakan, pemerintah pasti sudah memikirkan berbagai aspek dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Termasuk saat memutuskan pemberian insentif di tahun depan. Oleh sebab itu Gaikindo menunggu bagaimana keputusan dari para pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Tidak ada masalah, kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tidak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tidak boleh PHK, iya kan?,” lanjut Jongkie.
Ia juga menambahkan, kalau Gaikindo tidak mempermasalahkan jenis bantuan dari pemerintah. Entah disebut insentif atau lain-lain.
Terpenting penjualan mobil baru di Tanah Air pada 2026 bisa kembali bergairah. Sehingga mampu mendatangkan dampak positif.
Dia juga menyatakan bahwa, pemerintah sudah mengetahui bagaimana kondisi dari industri otomotif di dalam negeri.
Apalagi Gaikindo rutin memberikan laporan kinerja pasar mobil baru kepada pemerintah. Terutama saat ada penurunan maupun peningkatan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di periode Januari-Oktober 2025 adalah 660.659 unit.
Angka di atas masih jauh dari target yang ingin dicapai Gaikindo. Sebab mereka bertekad ada 850 ribu unit sampai 900 ribu unit kendaraan roda empat terniaga di 2025.
Namun rasanya angak di atas, cukup sulit untuk dicapai oleh Toyota, Daihatsu, BYD hingga Jaecoo pada penghujung tahun nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan