Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menunggu keputusan terbaik dari pemerintah mengenai pemberian insentif untuk periode 2026 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif pada 2026 masih jadi pembahasan. Apalagi setelah dua menteri Presiden Prabowo Subianto silang pendapat.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengaku sedang mengajukan skema insentif buat tahun depan.
Menurut dia, stimulus dibutuhkan demi menolong para pabrikan mobil dari jurang kebangkrutan. Sebab di 2025 pasar kendaraan roda empat sedang melewah.
Namun Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) menilai, industri otomotif sudah tidak memerlukan bantuan.
Berangkat dari fakta tersebut, ia merasa pemerintah sudah tidak perlu mengucurkan insentif untuk 2026.
Keputusan di atas tersebut menuai beragam respons. Seperti dilontarkan oleh Gabungan Industri Kendaran Bermotor (Indonesia).
“Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita. Industri otomotif, penjualan dan lain sebagainya,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Jongkie mengatakan, pemerintah pasti sudah memikirkan berbagai aspek dalam merumuskan sebuah kebijakan.
Termasuk saat memutuskan pemberian insentif di tahun depan. Oleh sebab itu Gaikindo menunggu bagaimana keputusan dari para pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Tidak ada masalah, kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini. Karena mereka juga tidak mau industrinya terpuruk, selalu pesannya tidak boleh PHK, iya kan?,” lanjut Jongkie.
Ia juga menambahkan, kalau Gaikindo tidak mempermasalahkan jenis bantuan dari pemerintah. Entah disebut insentif atau lain-lain.
Terpenting penjualan mobil baru di Tanah Air pada 2026 bisa kembali bergairah. Sehingga mampu mendatangkan dampak positif.
Dia juga menyatakan bahwa, pemerintah sudah mengetahui bagaimana kondisi dari industri otomotif di dalam negeri.
Apalagi Gaikindo rutin memberikan laporan kinerja pasar mobil baru kepada pemerintah. Terutama saat ada penurunan maupun peningkatan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru di periode Januari-Oktober 2025 adalah 660.659 unit.
Angka di atas masih jauh dari target yang ingin dicapai Gaikindo. Sebab mereka bertekad ada 850 ribu unit sampai 900 ribu unit kendaraan roda empat terniaga di 2025.
Namun rasanya angak di atas, cukup sulit untuk dicapai oleh Toyota, Daihatsu, BYD hingga Jaecoo pada penghujung tahun nanti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan