Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Menperin sempat meminta para pabrikan agar tidak melakukan PHK massal meski penjualan mobil baru lesu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif memang sedang menghadapi tantangan sangat besar. Terutama soal penjualan mobil baru di 2025.
Sejak awal tahun pasar kendaraan roda empat di Tanah Air sedang tidak baik-baik saja. Angka transaksi terus menurun setiap bulannya.
Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah penjualan secara ritel sejak Januari sampai Juni 2025 hanya 390.467 unit saja.
Dari angka di atas, terjadi penurunan sampai 9,7 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2024.
Sementara untuk distribusi dari pabrik ke diler (wholesales), menyusut 8,6 persen dari sebelumnya 410.020 unit menjadi 374.740 unit di semester satu 2025.
Jika hal tersebut terus terjadi maka para pabrikan seperti Toyota, Suzuki, Daihatsu dan lain-lain diprediksi bakal merugi.
Melihat hal tersebut Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian (Menperin) mencoba mencari cara terbaik. Salah satunya dengan meminta para pabrikan tidak melakukan PHK Massal.
Usulan Menperin ternyata disambut baik oleh Gaikindo. Mereka mengaku berusaha agar tidak ada pengurangan tenaga kerja.
“Kami sedang mengusahakan hal tersebut. Berkali-kali pak Menteri Perindustrian mengimbau kami agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Nangoi menjelaskan bahwa para anggota Gaikindo terus berusaha agar tidak ada PHK massal meski penjualan mobil baru lesu.
“Yang kita lakukan adalah kami tidak menambah karyawan kontrak. Sementara kami hentikan, kita bertahan,” tegas Nangoi.
Sekadar mengingatkan, sejumlah pabrikan sudah memberikan komitmen agar tidak lakukan PHK massal di masa-masa sulit seperti ini. Mereka adalah Toyota, Daihatsu serta Suzuki.
Ketiga jenama asal Jepang tersebut ingin mempertahankan tenaga kerja di tengah berbagai tantangan global.
“Komitmen mereka kami apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” kata Agus Gumiwang pada kesempatan berbeda.
Selain ketiga pabrikan tersebut, Honda Prospect Motor (HPM) juga mengaku enggan melakukan PHK massal. Mereka berkomitmen menjaga stabilitas operasional.
"Sekarang kan market turun ya, kami masih terus berusaha. Sampai sekarang tidak ada rencana untuk mengurangi tenaga kerja," ucap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM di GIIAS 2025 beberapa waktu lalu.
Billy menilai kalau Honda secara aktif memantau perkembangan pasar maupun industri kendaraan roda empat di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa