Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
AS terapkan tarif 100 persen impor mobil listrik China guna jaga keberlangsungan industri dalam negeri
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams) memiliki sejumlah lini kendaraan mobil listrik harga terjangkau yang sebelumnya juga menyasar pasar Amerika Serikat. Namun berlakunya tarif impor mobil listrik sebesar 100 persen menyulitkan tidak hanya BYD namun seluruh merek Tiongkok.
Untuk diketahui sebelumnya tarif impor mobil listrik di AS adalah 25 persen. China dianggap mengancam keberlangsungan industri dalam negeri sehingga kemudian berlaku tarif 100 persen.
Ini juga berlaku untuk komponen-komponen lain yang merupakan buatan China selain mobil listrik, seperti baterai dan mineral.
Tidak hanya itu, Uni Eropa ternyata juga disinyalir memiliki rencana serupa dan berpotensi menghadang ekspansi industri mobil listrik China.
Langkah tersebut diambil setelah melihat mobil listrik murah asal Tiongkok mulai membanjiri pasar global. Saat ini pihak Uni Eropa mengklaim tengah melakukan investigasi terhadap hal itu.
Wang Chuanfu, CEO BYD kemudian turut memberi tanggapan imbas aturan baru itu. Menurut dia industri otomotif AS dan Eropa takut terhadap kehadiran mobil listrik China.
"Banyak contoh politisi di negara lain yang khawatir akan kehadiran mobil listrik China," kata Wang, dikutip dari Electrek, Sabtu (8/6).
Namun dari sisi lain Wang mengatakan tarif impor mobil listrik itu menjadi bukti kekuatan industri otomotif Tiongkok.
Lalu di tengah memanasnya perdagangan global, pemerintah China disebut ingin terapkan kebijakan yang mirip berupa tarif impor 25 persen.
Elon Musk, CEO Tesla sebagai salah satu produsen kendaraan listrik justru menentang aturan tersebut. Menurut dia ketentuan yang dapat mendistorsi pasar tidak akan memberi dampak baik.
Meski sempat mengungkapkan kekhawatiran terhadap maraknya mobil listrik murah dari China, ia menegaskan Tesla tidak pernah meminta ada penerapan tarif 100 persen.
"Tesla berkompetisi dengan baik di pasar China tanpa tarif dan dukungan tambahan. Saya mendukung jika tidak ada tarif," kata Musk di konferensi teknologi Paris, dikutip BBC beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri