Cara Mencari Kaca Film Untuk Mobil Listrik, Tak Boleh Asal Pilih
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Demi mengatasi kelangkaan BBM yang sudah berjalan lama, BP AKR segera mematangkan kerja sama dengan Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di perusahaan swasta masih belum juga tertangani. Situasi ini sudah berlangsung selama satu bulan lebih.
BP AKR pun mengaku berkomitmen untuk segera memulihkan ketersediaan BBM. Sehingga para pengendara bisa membeli produk mereka.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) satu ini berencana untuk berkolaborasi dengan Pertamina agar memiliki stok BBM.
Kolaborasi kedua perusahaan tersebut akan berjalan dengan terukur serta bertanggung jawab. Oleh sebab itu BP AKR terus melakukan koordinasi secara intensif.
Mereka ingin memastikan terpenuhinya pasokan base fuel atau bahan bakar murni yang mencakupi tiga aspek tata kelola.
Seluruhnya meliputi kepatuhan (compliance), kesesuaian spesifikasi serta standar kualitas maupun komersial.
“Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kualitas produk yang konsisten serta memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” bunyi pengumuman manajemen BP-AKR di Antara, Rabu (08/10).
Sebagai informasi, sebelumnya memang BP AKR dan Vivo disebut-disebut ingin menindaklanjuti kerja sama impor BBM dengan Pertamina.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Roberth MV Dumatubun, PJ Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga. Ia mengungkapkan kalau BP AKR bersama Pertamina bakal mematangkan proses impor BBM.
“Vivo, APR dan AKR sudah sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan lebih teknis,” kata Roberth.
Lebih jauh Roberth menyampaikan bahwa, tahap selanjutnya adalah pembahasan kerja sama impor BBM mengenai kesepakatan ihwal dokumen pernyataan dalam rangka menjaga Good Corporate Governance (GCG) dan regulasi.
Seperti contoh pernyataan antimonopoli, pencucian uang, penyuapan dan lain-lain. Jadi kolaborasi mereka bisa berjalan sesuai peraturan berlaku.
Roberth menekankan bahwa proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari tiga badan usaha swasta di atas.
Sebab pengiriman kargo BBM oleh Pertamina bakal dilakukan dalam satu pengadaan yang sama dan tidak terpisah-pisah.
“Semangat kolaborasi berdasarkan niat baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat ini untuk disikapi dengan bijak dan positif, sesuai arahan pemerintah,” tegas Roberth.
Sekadar mengingatkan, kelangkaan BBM di SPBU swasta terjadi sudah sejak Agustus 2025. BP AKR, Vivo sampai Shell kehabisan stok bahan bakar.
Mereka tidak memiliki produk untuk dijual akibat jatah impor pada periode 2025 telah terserap semua. Padahal BP AKR, Vivo maupun Shell sudah mendapatkan kuota tambahan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
03 Juli 2026, 15:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit