Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Indonesia dinilai belum siap untuk melakukan produksi etanol buat campuran bensin dalam waktu dekat ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah kembali menggaungkan wacana penerapan bensin campuran etanol 10 persen atau E10 di Indonesia.
Rencana tersebut diungkit pasca sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batal menggunakan base fuel dari Pertamina.
Pembatalan itu disebut karena ditemukan kandungan etanol tiga persen yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi SPBU swasta.
Bensin E10 merupakan salah satu bagian dari rencana pemerintah dalam mengejar Net Zero Emission.
Namun memang masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi oleh pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah produksi etanol yang harus dilakukan agar secara signifikan mengurangi jumlah impor dan memberdayakan berbagai sektor di dalam negeri seperti pertanian.
“Kalau etanol diproduksi di dalam negeri tentu saja pastinya memberikan dampak (positif), hanya saja saya belum hitung,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta, Senin (20/10).
Hanya saja jika melihat kondisi sekarang, dia menilai industrinya belum siap apabila produksi campuran etanol di Indonesia. Apalagi jika pemerintah ingin produksi etanol direalisasikan mulai tahun depan.
“Kalau kita bangun hari ini juga pabrik bioetanol, saya tidak yakin satu tahun jadi. Cita-citanya boleh, realisasinya harus dihitung,” tegas Ronny.
Jika penggunaan bensin dengan campuran etanol mau mulai digalakkan di 2026, maka pemerintah harus menyiapkan terlebih dulu ekosistem pendukung dan rencana produksinya.
Sehingga kehadiran etanol tidak justru menggantikan impor bahan bakar fosil tetapi membantu mengurangi. Harapannya sektor pertanian ikut mendapatkan dampak positif dari penerapan bensin E10 di Indonesia.
Selain itu pihak terkait seperti produsen mobil perlu memastikan lini kendaraan dijual memiliki tangki yang sesuai untuk menampung E10.
Pengamat menilai, banyak tangki bensin pada mobil yang diproduksi sebelum 2010 tidak kompatibel menyimpan BBM E10.
Padahal di Indonesia populasi kendaraan lawas atau produksi tahun lama masih terbilang banyak.
Sementara pabrikan lain belum dapat memastikan apakah tangki bensin pada mobil sudah memenuhi kriteria untuk menampung bahan bakar campuran etanol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 17:00 WIB
Sepanjang 2026, penjualan Daihatsu di Mei 2026 mencapai angka tertingginya secara retail yakni 12.531 unit
19 Juni 2026, 15:00 WIB
PT Wahana Makmur Sejati dengan dukungan PT Astra Honda Motor kembali meramaikan rangkaian acara PRJ 2026
19 Juni 2026, 13:00 WIB
iCar V23 memiliki kemampuan segala medan berkat dukungan fitur seperti mode berkendara dan dimensi yang tinggi
19 Juni 2026, 11:00 WIB
Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 sudah resmi dibuka, tidak ada kenaikan banderol dari tahun sebelumnya
19 Juni 2026, 09:00 WIB
Ducati DesertX V2 hadir guna menjawab kebutuhan para konsumen di Indonesia dan pencinta motor adventure
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE