Pertamina Pastikan Pasokan BBM Selama Libur Lebaran 2026 Terjaga
04 Maret 2026, 15:00 WIB
Indonesia dinilai belum siap untuk melakukan produksi etanol buat campuran bensin dalam waktu dekat ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah kembali menggaungkan wacana penerapan bensin campuran etanol 10 persen atau E10 di Indonesia.
Rencana tersebut diungkit pasca sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batal menggunakan base fuel dari Pertamina.
Pembatalan itu disebut karena ditemukan kandungan etanol tiga persen yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi SPBU swasta.
Bensin E10 merupakan salah satu bagian dari rencana pemerintah dalam mengejar Net Zero Emission.
Namun memang masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi oleh pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah produksi etanol yang harus dilakukan agar secara signifikan mengurangi jumlah impor dan memberdayakan berbagai sektor di dalam negeri seperti pertanian.
“Kalau etanol diproduksi di dalam negeri tentu saja pastinya memberikan dampak (positif), hanya saja saya belum hitung,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta, Senin (20/10).
Hanya saja jika melihat kondisi sekarang, dia menilai industrinya belum siap apabila produksi campuran etanol di Indonesia. Apalagi jika pemerintah ingin produksi etanol direalisasikan mulai tahun depan.
“Kalau kita bangun hari ini juga pabrik bioetanol, saya tidak yakin satu tahun jadi. Cita-citanya boleh, realisasinya harus dihitung,” tegas Ronny.
Jika penggunaan bensin dengan campuran etanol mau mulai digalakkan di 2026, maka pemerintah harus menyiapkan terlebih dulu ekosistem pendukung dan rencana produksinya.
Sehingga kehadiran etanol tidak justru menggantikan impor bahan bakar fosil tetapi membantu mengurangi. Harapannya sektor pertanian ikut mendapatkan dampak positif dari penerapan bensin E10 di Indonesia.
Selain itu pihak terkait seperti produsen mobil perlu memastikan lini kendaraan dijual memiliki tangki yang sesuai untuk menampung E10.
Pengamat menilai, banyak tangki bensin pada mobil yang diproduksi sebelum 2010 tidak kompatibel menyimpan BBM E10.
Padahal di Indonesia populasi kendaraan lawas atau produksi tahun lama masih terbilang banyak.
Sementara pabrikan lain belum dapat memastikan apakah tangki bensin pada mobil sudah memenuhi kriteria untuk menampung bahan bakar campuran etanol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Maret 2026, 15:00 WIB
01 Maret 2026, 18:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
23 Februari 2026, 16:00 WIB
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
12 Maret 2026, 21:00 WIB
PLN menegaskan bakal menambah jumlah SPKLU saat musim mudik Lebaran 2026 untuk beri ketenangan sepanjang perjalanan
12 Maret 2026, 17:00 WIB
MG Motor Indonesia bakal menghadirkan beberapa produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia pada tahun ini
12 Maret 2026, 16:00 WIB
GAC Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas gratis, seperti contoh bengkel siaga di beberapa lokasi strategis
12 Maret 2026, 11:00 WIB
VOID Chapter bogor menggelar aksi sosial di Ramadan, yakni buka bersama dan memberi santunan kepada anak yatim
12 Maret 2026, 08:43 WIB
Harga Denza B5 di Indonesia nanti diyakini tidak akan berbeda jauh dari estimasinya yakni Rp 1,2 miliar
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian sengaja menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memfasilitasi para pengendara di Kota Kembang
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan ketat dari berbagai titik termasuk kamera ETLE
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Persyaratannya mirip perpanjangan di kantor Satpas, simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini