BAIC Buka 13 Diler di Indonesia Tahun Ini, Dua hanya Showroom

BAIC buka 13 diler baru di Indonesia, 11 di antaranya melayani kebutuhan 3S (Sales, Sparepart, Service)

BAIC Buka 13 Diler di Indonesia Tahun Ini, Dua hanya Showroom
Serafina Ophelia

KatadataOTO – BAIC Indonesia memperkenalkan dua model baru buat pasar Tanah Air yakni BJ40 Plus dan X55-II. Dengan banderol mulai Rp 400 jutaan diharapkan bisa penuhi kebutuhan konsumen.

Baru resmi meluncur di perhelatan GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show), dua mobil itu sudah bisa dipesan.

Guna menambah ketenangan konsumen, BAIC buka 13 diler baru di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2024. Seperti disampaikan oleh Dhani Yahya, Chief Operating Officer JIO Distribusi Indonesia.

Ia menegaskan seluruh diler akan mulai melayani konsumen saat pengiriman dilakukan yakni saat GIIAS.

BAIC Buka 13 Diler di Indonesia Tahun Ini
Photo : KatadataOTO

“Ada 13 diler. 11 adalah 3S (Sales, Service, Sparepart) dan dua kita sebut Boutique atau Showroom saja itu 1S,” kata Dhani di Banten, Selasa (14/5).

Belasan diler tersebut diharapkan memberi optimisme besar bahwa BAIC punya komitmen jangka panjang di kancah otomotif Tanah Air.

Tidak hanya itu BAIC juga memiliki rencana untuk rakit lokal model andalan yakni BJ40 Plus dan ditargetkan mulai dijual pada perhelatan IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show).

Dari antara 13 jaringan diler, tujuh di antaranya telah menandatangani perjanjian kerja sama. Outlet tersebar di wilayah Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Bali dan Batam.

Prestige Motorcars yang menjadi IU (Importir Umum) mobil mewah seperti Tesla bakal jadi salah satu investor.

Baic
Photo : KatadataOTO

Lebih lengkap berikut daftar investor BAIC Indonesia yang akan membantu konsumen dalam pembelian, perawatan sampai layanan purnajual lini kendaraan BAIC.

  1. JHL Group, di wilayah Alam Sutera dan Gading Serpong, Tangerang.
  2. PT DAS Indonesia Motor, di kota Surabaya dan di Pulau Bali.
  3. PT Trijaya Oto Makmur, berinvestasi di wilayah Jakarta yang berkembang pesat yaitu Pantai Indah Kapuk - Jakarta Utara dan juga di Tomang - Jakarta Barat, lalu merambah ke kota Bandung - Jawa Barat, hingga ke kota Pekanbaru - Provinsi Riau.
  4. PT Istana Tujuh Sukses, di kota Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur.
  5. PT Mega Central Autoniaga, di kota terbesar di Medan.
  6. PT Mega Prakarsa Indonesia, menghadirkan Merk BAIC di Pulau Batam yang terkenal dengan Free Trade Zone Area (FTZ).
  7. Prestige Motorcars, di daerah Pantai Indah Kapuk dan Pluit

Terkini

mobil
Mobil listrik Changan

Kata Changan soal Penundaan Insentif EV: Jangan Terlalu Berharap

Changan tak mengandalkan insentif mobil listrik untuk dongkrak penjualan, tetapi tetap ingin ada kepastian

otosport
MotoGP Jerman 2026

Bezzecchi Bertekad Bangkit di MotoGP Jerman 2026, Tantang Marquez

Setelah tanpa kemenangan pada tiga balapan lalu, Marco Bezzecchi ingin tampil maksimal di MotoGP Jerman 2026

mobil
Mobil listrik Cina

Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok

Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar

mobil
Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 08 Juli 2026, Ada Jobfair di Kuningan

SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026

Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya

news
SIM Keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Beroperasi 8 Juli 2026, Catat Lokasinya

SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara

mobil
LiDAR

LiDAR Dinilai Belum Relevan untuk Jalanan di Indonesia

Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia