Harga BBM Shell, BP AKR sampai Vivo Turun pada Awal April 2025
01 April 2025, 18:19 WIB
Para menteri kembali bertemu untuk membatas aturan pembatasan BBM bersubsidi yang jumlahnya membengkak
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Belakangan harga minyak dunia mengalami peningkatan sehingga wacana pembatasan BBM bersubsidi Pertalite dan Solar kembali mengemuka. Bahkan dikabarkan ada tiga menteri yang sudah bertemu untuk membahas masalah tersebut.
Mereka adalah Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Mulyani, Menteri Keuangan dan Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil pertemuan akan dilaporkan langsung ke Presiden Joko Widodo.
"Kami mau bahas dan angkat lagi dengan Menteri Keuangan serta Menteri BUMN. Semua harus dibahas, dimatangkan lalu dilaporkan ke presiden," tegas Arifin Tasrif Jumat (22/9).
Dilansir Katadata, pembahasan lebih fokus pada seleksi konsumen Pertalite dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pasalnya produk inilah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Prakteknya akan dilakukan oleh PT Pertamina dengan memanfaatkan data identitas kendaraan sekaligus NIK pemilik dari Korps Lalu Lintas Polri. Tujuannya agar sasarannya menjadi lebih tepat dibanding sekarang.
Dalam laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), jumlah penyaluran Pertalute hingga Agustus 2023 sudah mencapai 19.27 juta kiloliter. Angka ini setara 59.22 persen dari kuota tahunan.
Sementara Solar bersubsidi atau biosolar sudah terserap sebesar 11.12 juta kl atau setara 65.41 persen dari kuota 2023. Bila dibiarkan maka bukan tidak mungkin jatah tahun ini habis sebelum pergantian tahun.
Pertamina sebenarnya sudah menerapkan pembelian dengan skema full registran di wilayah DKI Jakarta sejak Mei 2023. Berkat ini pertalite dan biosolar hanya bisa dibeli oleh mereka yang sudah terdaftar di program subsidi tepat MyPertamina.
Pembatasan BBM bersubsidi sebenarnya bukanlah wacana baru, tetapi bukan sesuatu yang mudah diimplementasikan. Padahal berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, penikmat Pertalite dan Biosolar di 2022 merupakan golongan orang mampu.
Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapau 80 persen dari total konsumen di tahun tersebut. Sementara orang tidak mampu yang seharusnya menikmati subsidi justru hanya mengkonsumsi sebesar 20 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2025, 18:19 WIB
30 Maret 2025, 12:00 WIB
06 Maret 2025, 14:00 WIB
06 Maret 2025, 12:36 WIB
03 Maret 2025, 14:38 WIB
Terkini
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan