Harga BBM Diesel Pertamina Melambung, Ikuti BP AKR dan ViVo
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Para menteri kembali bertemu untuk membatas aturan pembatasan BBM bersubsidi yang jumlahnya membengkak
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Belakangan harga minyak dunia mengalami peningkatan sehingga wacana pembatasan BBM bersubsidi Pertalite dan Solar kembali mengemuka. Bahkan dikabarkan ada tiga menteri yang sudah bertemu untuk membahas masalah tersebut.
Mereka adalah Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Mulyani, Menteri Keuangan dan Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil pertemuan akan dilaporkan langsung ke Presiden Joko Widodo.
"Kami mau bahas dan angkat lagi dengan Menteri Keuangan serta Menteri BUMN. Semua harus dibahas, dimatangkan lalu dilaporkan ke presiden," tegas Arifin Tasrif Jumat (22/9).
Dilansir Katadata, pembahasan lebih fokus pada seleksi konsumen Pertalite dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pasalnya produk inilah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Prakteknya akan dilakukan oleh PT Pertamina dengan memanfaatkan data identitas kendaraan sekaligus NIK pemilik dari Korps Lalu Lintas Polri. Tujuannya agar sasarannya menjadi lebih tepat dibanding sekarang.
Dalam laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), jumlah penyaluran Pertalute hingga Agustus 2023 sudah mencapai 19.27 juta kiloliter. Angka ini setara 59.22 persen dari kuota tahunan.
Sementara Solar bersubsidi atau biosolar sudah terserap sebesar 11.12 juta kl atau setara 65.41 persen dari kuota 2023. Bila dibiarkan maka bukan tidak mungkin jatah tahun ini habis sebelum pergantian tahun.
Pertamina sebenarnya sudah menerapkan pembelian dengan skema full registran di wilayah DKI Jakarta sejak Mei 2023. Berkat ini pertalite dan biosolar hanya bisa dibeli oleh mereka yang sudah terdaftar di program subsidi tepat MyPertamina.
Pembatasan BBM bersubsidi sebenarnya bukanlah wacana baru, tetapi bukan sesuatu yang mudah diimplementasikan. Padahal berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, penikmat Pertalite dan Biosolar di 2022 merupakan golongan orang mampu.
Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapau 80 persen dari total konsumen di tahun tersebut. Sementara orang tidak mampu yang seharusnya menikmati subsidi justru hanya mengkonsumsi sebesar 20 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini