AHM Gelar Mudik Gratis di Lebaran 2026, Simak Cara Daftarnya
18 Februari 2026, 07:00 WIB
Astra Infra selaku pengeloma sejumlah jalan bebas hambatan di Pulau Jawa tertarik menggunakan sistem MLFF
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Berbagai inovasi dilakukan guna memanjakan para pengguna jalan. Seperti kehadiran sistem pembayaraan tol nirsentuh atau MLFF (Multi Lane Free Flow).
Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat) tengah berencana untuk mencoba. Hal itu membuat Astra Infra selaku pengelola jalan tol tertarik sama hasilnya.
Billy Perkasa Kadar selaku COO Astra Infra menuturkan kalau hadirnya MLFF bakal membawa banyak sisi positif. Sehingga sangat berdampak pada industri jalan bebas hambatan di Tanah Air.
“Seperti yang sudah kita alami, ketika awalnya bayar cash menjadi tap itu kan satu perubahan fundamental dalam pengoperasian jalan tol. Dengan MLFF pasti kami akan sangat mendukung,” ungkap Billy di Jakarta beberapa waktu lalu
Lebih jauh dia memastikan pengaplikasian sistem pembayaran tol nirsentuh bakal ia terapkan di sejumlah titik milik Astra Infra.
Dengan begitu diharapkan bisa memberikan kemudahan serta kelancaran bagi masyarakat yang ingin melewati jalan bebas hambatan. Apalagi dia mengaku sudah melakukan berbagai koordinasi sama pemerintah
Billy turut menuturkan kalau pihaknya menunggu hasil uji perdana MLFF oleh PUPR di Tol Bali Mandara pada Desember 2023 setelah diundur selama satu tahun.
“Kami sangat antusias melihat hasil dari uji coba itu, kita juga siap menerapkan MLFF ketika teknologi serta pelaksaannya telah tersertifikasi atau di-approve oleh otoritas,” tegas Billy.
Sekadar informasi Tol Bali Mandara menjadi jalan bebas hambatan pertama yang bakal diuji coba penerapan sistem MLFF.
Akan tetapi PUPR masih memberlakukan pembayaran dengan tapping kartu e-toll. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan.
Kemudian MLFF juga bakal diterapkan di enam tol lainnya yang berada di pulau Jawa, termasuk di Jakarta. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan hasil uji coba perdana di Bali.
Sementara sistem anyar ini menggunakan teknologi GNSS atau Global Navigation Satellite System, lalu buat pembayaran melalui aplikasi Cantas.
Kemudian diintegrasikan melalui data ERI (Electronic Registration and Identification) atau kepemilikan kendaran yang disimpan oleh Korlantas Polri.
Dengan begitu terdapat berbagai manfaat dirasakan masyarakat. seperti efisiensi biaya operasional serta dapat meminimalisir bahan bakar kendaraan Anda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Februari 2026, 07:00 WIB
14 Februari 2026, 19:00 WIB
12 Februari 2026, 20:00 WIB
23 Januari 2026, 19:00 WIB
09 Desember 2025, 11:01 WIB
Terkini
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun
20 Februari 2026, 19:00 WIB
Impor truk pikap tahun ini tembus 105.000 unit, Gaikindo tegaskan industri dalam negeri masih mampu menyuplai
20 Februari 2026, 18:00 WIB
Ada 35.000 pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors diimpor secara utuh ke Indonesia
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Indonesia mampu berkontribusi cukup besar dalam pasar motor baru ASEAN, menyumbang sekitar 6,4 juta unit
20 Februari 2026, 16:00 WIB
DPR RI meminta Menhub untuk membuat kebijakan pelarangan mudik menggunakan sepeda motor di Lebaran 2026
20 Februari 2026, 15:00 WIB
Mengawali 2026, penjualan mobil mewah tampak mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak tetap diterapkan oleh kepolisian secara ketat meski sudah memasuki bulan Ramadan
20 Februari 2026, 13:00 WIB
Alih-alih E9 PHEV, GAC Aion beri sinyal akan menghadirkan E8 Hybrid lebih dulu untuk konsumen Indonesia