Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik saat Mudik Lebaran 2026
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Gesits terus berupaya untuk meningkatkan penjualan motor listrik di Indonesia melalui cara mereka sendiri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik di Indonesia masih belum berjalan seperti diharapkan. Seperti yang dirasakan oleh Gesits Motor Nusantara.
Apalagi untuk minat terhadap motor listrik subsidi. Di laman Sisapira, pada Senin (6/5) baru 11.563 unit tersalurkan ke masyarakat.
Berangkat dari fakta tersebut Gesit buka suara. Menurut Bernardi Djumiril, Direktur Utama Gesits hal itu terjadi karena masih ada kendala di masyarakat.
Sehingga penerimaan belum maksimal hingga saat ini. Dia pun menuturkan terdapat berbagai cara buat merangsang minat masyarakat.
“Banyaknya pameran motor listrik merupakan salah satu cara buat terus memperkenalkan produk serta ekosistem baterai agar konsumen nyaman,” ujar Bernardi beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau kenyamanan di sini adalah masyarakat masih melihat punya motor listrik merepotkan atau belum efisien.
Tapi dengan pameran, bisa memberi pemahaman soal baterai, kualitasnya sampai kemudahan untuk mendapatkannya. Sehingga calon pembeli tidak ragu lagi.
“Kemudian cara kita ya mendekati semua calon pengguna. Baik dari swasta, ASN sampai pegawai BUMN seluruhnya kami masuki,” tegas dia.
Bernardi mengatakan kalau masih ada orang yang belum tahu soal penggunaan motor listrik serta keuntungan apa saja.
Jadi sebenarnya kenalan dahulu, mencoba baru nanti bisa mencari tahu lebih dalam. Sehingga tertarik beralih dari kendaraan konvensional.
Sebelumnya memang Gesits meluncurkan berbagai program. Seperti contoh adalah skema sewa motor listrik mereka.
“Kami sudah mempelajari, untuk memiliki motor listrik masih ada kendala. Pertama adalah harga, makanya kami bekerja sama dengan Motoriz menghadirkan skema pembiayaan yang ringan serta mudah,” ujar Doddy Setiawan, Direktur Marketing PT Gesits Motor Nusantara.
Doddy menjelaskan kalau sewa motor listrik dikhususkan buat karyawan atau Employee Ownership Program. Jadi mereka membuka peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan.
Kemudian melalui skema penyewaaan tersebut dalam periode tertentu, unit yang digunakan bisa menjadi hak milik konsumen.
Lalu mereka juga mengkombinasikan dengan program menarik lain. Sebut saja seperti rental baterai motor listrik.
Sebagai informasi, Gesits merupakan salah satu merek yang mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp 7 juta karena sudah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 40 persen.
Artinya masyarakat luas bisa membeli produk motor listrik dengan banderol terjangkau. Namun hanya dapat sekali pembelian buat satu KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan