BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Gesits terus berupaya untuk meningkatkan penjualan motor listrik di Indonesia melalui cara mereka sendiri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik di Indonesia masih belum berjalan seperti diharapkan. Seperti yang dirasakan oleh Gesits Motor Nusantara.
Apalagi untuk minat terhadap motor listrik subsidi. Di laman Sisapira, pada Senin (6/5) baru 11.563 unit tersalurkan ke masyarakat.
Berangkat dari fakta tersebut Gesit buka suara. Menurut Bernardi Djumiril, Direktur Utama Gesits hal itu terjadi karena masih ada kendala di masyarakat.
Sehingga penerimaan belum maksimal hingga saat ini. Dia pun menuturkan terdapat berbagai cara buat merangsang minat masyarakat.
“Banyaknya pameran motor listrik merupakan salah satu cara buat terus memperkenalkan produk serta ekosistem baterai agar konsumen nyaman,” ujar Bernardi beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia menjelaskan kalau kenyamanan di sini adalah masyarakat masih melihat punya motor listrik merepotkan atau belum efisien.
Tapi dengan pameran, bisa memberi pemahaman soal baterai, kualitasnya sampai kemudahan untuk mendapatkannya. Sehingga calon pembeli tidak ragu lagi.
“Kemudian cara kita ya mendekati semua calon pengguna. Baik dari swasta, ASN sampai pegawai BUMN seluruhnya kami masuki,” tegas dia.
Bernardi mengatakan kalau masih ada orang yang belum tahu soal penggunaan motor listrik serta keuntungan apa saja.
Jadi sebenarnya kenalan dahulu, mencoba baru nanti bisa mencari tahu lebih dalam. Sehingga tertarik beralih dari kendaraan konvensional.
Sebelumnya memang Gesits meluncurkan berbagai program. Seperti contoh adalah skema sewa motor listrik mereka.
“Kami sudah mempelajari, untuk memiliki motor listrik masih ada kendala. Pertama adalah harga, makanya kami bekerja sama dengan Motoriz menghadirkan skema pembiayaan yang ringan serta mudah,” ujar Doddy Setiawan, Direktur Marketing PT Gesits Motor Nusantara.
Doddy menjelaskan kalau sewa motor listrik dikhususkan buat karyawan atau Employee Ownership Program. Jadi mereka membuka peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan.
Kemudian melalui skema penyewaaan tersebut dalam periode tertentu, unit yang digunakan bisa menjadi hak milik konsumen.
Lalu mereka juga mengkombinasikan dengan program menarik lain. Sebut saja seperti rental baterai motor listrik.
Sebagai informasi, Gesits merupakan salah satu merek yang mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp 7 juta karena sudah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 40 persen.
Artinya masyarakat luas bisa membeli produk motor listrik dengan banderol terjangkau. Namun hanya dapat sekali pembelian buat satu KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah