Ramadhipa Akui Podium di Misano Jadi Kado Manis di Akhir Musim
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Astra Honda Motor ungkap penyebab penjualan motor semester 1 2024 turun dibanding periode yang sama tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan motor semester 1 2024 turun tipis dibanding pencapaian di periode yang sama tahun lalu. Tercatat pada Januari hingga Juni 2024 pasar kendaraan roda dua hanya mencapai 3.170.994 unit atau turun tipis dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar 3.201.930 unit.
Itu artinya penjualan motor mengalami penurunan sebesar 0,9 persen. Meski demikian, Astra Honda Motor (AHM) selaku pabrikan kendaraan roda dua terbesar di Indonesia hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah.
“Memang terjadi penurunan tetapi tidak signifikan. Terlebih bila dibandingkan dengan penjualan mobil yang memang sangat terasa,” ungkap Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM.
Ia pun mengungkap beberapa alasan mengapa terjadinya penurunan penjualan kendaraan roda dua. Salah satunya adalah prioritas pembelian masyarakat.
“Akhir semester 1 itu banyak yang mengutamakan bayar uang masuk sekolah. Jadi pembelian kendaraan pasti tertunda,” ungkapnya.
Namun dirinya mengakui bahwa dampak terhadap AHM cukup besar, Pasalnya penurunan mereka lebih besar ketimbang pasar secara nasional.
“Pada Januari hingga Juni 2024 penjualan Astra Honda Motor 2,4 juta unit. Ini turun sekitar 4 persen dibandingkan pencapaian di periode serupa tahun lalu,” ungkapnya.
Meski turun, AHM masih menjadi pemimpin pasar dengan menguasai 77 persen dari market nasional.
Dirinya pun tetap optimis penjualan sepeda motor di Indonesia khususnya AHM akan lebih baik. Terlebih mereka siap meluncurkan beberapa produk baru termasuk sepeda motor listrik di semester kedua.
Walau tidak menyebutkan secara detail keunggulan dari motor listrik tersebut tetapi dirinya percaya bisa mempercepat adopsi EV di Indonesia.
“Model ini akan menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin motor listrik Honda selain EM1,” tegasnya kemudian.
Keputusan untuk meluncurkan motor listrik tersebut dikarenakan segmen kendaraan elektrifikasi memang tengah tumbuh. Oleh sebab itu mereka pun tak mau ketinggalan menggarapnya.
“EV sedang berkembang dan banyak yang mencari model agar sesuai kebutuhannya. Walau demandnya masih jauh dibanding motor konvensional tetapi perkembangannya mungkin akan berjalan berbarengan dengan perbaikan infrastruktur serta kesadaran masyarakat terkait efisiensi,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026